Air Mata Bahagia Ibu Eri, Dari Rumah Reot ke Rumah Layak Huni Kado Polres Kampar di Hari Bhayangkara ke-80
SULUHRIAU, Kampar– Tangis haru pecah di Bukit Permai RT 05 RW 08 Kelurahan Bangkinang, Kamis (2/7/2026) petang.
Di hadapan warga, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan menyerahkan kunci rumah baru kepada Ibu Eri Suhardianto.
Rumah itu adalah hasil program bedah rumah Polres Kampar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Proses peresmian dimulai pukul 15.30 WIB. Hadir Camat Bangkinang Kota Edi Suherman, Lurah Bangkinang Elvina Yusrianti, Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat beserta jajaran Pejabat Utama Polres, Kapolsek Bangkinang Kota IPTU Dr. Eko Wahyu Nursitiyawan Besari, hingga perwakilan RT, RW, tokoh masyarakat dan tetangga sekitar.
Acara dibuka oleh Brigadir Yurike Nadila Putri, lalu dilanjutkan doa syukur yang dipimpin Ketua RT 05, Pak Azri.
Dalam sambutannya, Camat Bangkinang Kota Edi Suherman mengapresiasi langkah Polres Kampar. "Program bedah rumah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu.
Kerja sama antara pemerintah daerah dan Polri telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga," ujarnya.
Puncak acara terjadi saat Kapolres Kampar memotong pita dan menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada Ibu Eri. Raut wajahnya berubah.
Dari lelah, menjadi lega. Polres Kampar juga menyalurkan bantuan sosial untuk membantu kebutuhan keluarga penerima.
"Program bedah rumah ini adalah wujud komitmen Polri untuk selalu berada di tengah masyarakat, memberikan layanan dan bantuan yang dibutuhkan," kata AKBP Boby Putra Ramadhan.
Ia berharap rumah baru itu menjadi tempat tinggal yang nyaman dan membawa keberkahan bagi keluarga Heri Suhardianto.
Menerima rumah baru, Ibu Eri hanya bisa mengucapkan terima kasih dengan mata berkaca-kaca.
"Sangat bersyukur dan tidak bisa berkata apa-apa selain terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polres Kampar. Sekarang kita memiliki tempat tinggal yang layak," ucapnya pelan, namun penuh harap.
Semangat "Polri Untuk Masyarakat" kali ini terasa paling nyata. Bukan sekadar seremoni, tetapi tentang atap baru, rasa aman, dan harapan yang kembali tumbuh di rumah keluarga Heri. (hpk)
Komentar Anda :