Minggu, 16 Agustus 2026 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh | Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
 
 
☰ Ekbis
Indonesia Pacu PFII Jadi Hub Finansial Global, SMSI Gelar FGD Perdana di Bali Juli 2026
Jumat, 26 Juni 2026 - 08:01:33 WIB

SULUHRIAU– Ambisi Indonesia memiliki pusat finansial berkelas dunia makin dekat setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang penguatan sektor keuangan. 


Pemerintah bersama DPR langsung bergerak cepat menyiapkan ekosistemnya.


Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia SMSI Firdaus menegaskan semua stakeholder harus mengambil peran untuk mengakselerasi ekosistem Pusat Finansial Internasional Indonesia PFII agar Indonesia segera menjadi pusat finansial global.


“Oleh karenanya SMSI telah merancang serial FGD yang akan dimulai di bulan Juli 2026 di Bali, dengan menunjuk Agus Syabarrudin menjadi Ketua Steering Committee,” ujar Firdaus.


Dr. Agus Syabarrudin selaku Senior Executive Advisor Fundbridge Globalink Investa sekaligus Wakil Ketua Umum Pengembangan Ekonomi dan Kemitraan Luar Negeri SMSI mengatakan, Seri 1 FGD akan mengusung tema “Fondasi Regulasi & Arsitektur Keuangan Negara - Baseline”. Diskusi fokus pada penyelarasan peta jalan makro dengan strategi penanaman modal nasional.


Agus menilai momentum ini krusial untuk memastikan kesiapan seluruh instrumen negara. Termasuk bank-bank Himbara dan Bank Pembangunan Daerah BPD sebagai jangkar mitra lokal di daerah, agar bisa aktif mengoptimalkan keberadaan PFII untuk pembiayaan pengusaha yang menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.


Harmonisasi Insentif Fiskal untuk PSN dan Hilirisasi


Topik hangat FGD Seri 1 adalah integrasi insentif fiskal dan non-fiskal PFII ke dalam Proyek Strategis Nasional PSN serta agenda hilirisasi industri. Lewat integrasi ini, proyek infrastruktur besar tidak hanya mengandalkan APBN atau pinjaman konvensional, tapi bisa mengakses likuiditas global yang masuk lewat kawasan finansial khusus tersebut.


Pembangunan ekosistem awal PFII 2026 ditopang tiga pilar:


1. Regulator - DPR, Kemenkeu, BI, OJK: Mempercepat regulasi turunan UU 4/2026 dan merancang tata kelola akuntabel. Tujuannya menciptakan kepastian hukum mutlak bagi pelaku pasar dan menjaga stabilitas makro di tengah arus modal global.


2. Kementerian Investasi/BKPM*: Menjadi akselerator modal. Sinkronisasi insentif PFII dengan peta jalan investasi nasional untuk menarik Foreign Direct Investment FDI masif, terutama bagi hilirisasi dan infrastruktur strategis.


3. Perbankan Domestik - Himbara & BPD Jadi penyambung nadi daerah. Lewat skema joint financing, likuiditas dari PFII dialirkan langsung ke proyek pembangunan di berbagai daerah.


Kepastian Regulasi Jadi Kunci


Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dijadwalkan jadi pembicara utama FGD Seri I untuk menegaskan komitmen parlemen mempercepat payung hukum operasional PFII.


“Lahirnya PFII ini bukan sekadar ikut tren global, tapi kebutuhan mendesak untuk memperdalam pasar keuangan domestik kita. Kita berharap DPR mengawal regulasi turunan rampung tepat waktu demi pesan ke dunia: Indonesia siap jadi hub finansial yang aman, transparan, kompetitif,” kata Agus.


Keterlibatan BPD penting agar dampak perputaran modal di pusat finansial internasional langsung dirasakan pembangunan riil di daerah penopang hilirisasi.


PFII Jadi Solusi Pembiayaan Baru Hilirisasi


SMSI juga merencanakan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani sebagai pembicara. SMSI menilai PFII sebagai katalis yang melipatgandakan realisasi investasi nasional. Dengan fasilitas terintegrasi, PFII diharapkan menarik sovereign wealth funds dan investor institusional dunia ke sektor riil.


“Target investasi nasional 2026 ada di Rp2.041,3 triliun. Kehadiran PFII jadi instrumen baru menawarkan skema insentif fleksibel bagi investor global. Insentif dikunci untuk hilirisasi dan PSN agar struktur ekonomi makin kokoh,” ujar Agus.


Ke depan, kolaborasi akan dimaksimalkan dengan perbankan domestik. Himbara dan BPD diharapkan jadi mitra strategis investor asing untuk joint venture dan memfasilitasi modal kerja.


FGD Seri 1 ini baru baseline dari perjalanan panjang pembentukan pusat keuangan baru. Tantangan berikutnya: merancang mekanisme kliring, sistem hukum khusus ramah investasi global, dan sinkronisasi fintech mutakhir. Dengan sinergi regulator, parlemen, dan industri perbankan, optimisme arsitektur keuangan masa depan Indonesia menguat. (rls, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  • Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    02 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    03 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    04 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    05 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    06 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    07 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    08 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    09 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    10 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    11 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    12 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    13 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    14 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    15 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    16 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    17 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    18 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    19 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    20 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    21 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
    22 Sembunyikan Sabu di Kaleng Rokok, Oknum Mahasiswa dan Kurir di Kampar Diciduk Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat