Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
DP3AP2KB Riau Libatkan Elemen Masyarakat Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Selasa, 23 Juni 2026 - 14:38:47 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Riau menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat di Pekanbaru, Selasa (23/6/2026).


Kegiatan tersebut mengangkat sejumlah isu strategis, yakni pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan (KtP), Kekerasan terhadap Anak (KtA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), serta pencegahan perkawinan anak. P


Peserta berasal dari organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, lembaga adat, lembaga profesi, dunia usaha, media massa, forum anak, organisasi perempuan, dan berbagai lembaga masyarakat lainnya.


Kepala DP3AP2KB Provinsi Riau, Hj. Fariza, SH., MH., mengatakan perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui kerja bersama seluruh elemen masyarakat.


Menurutnya, Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat regulasi sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak.


"Alhamdulillah, kemarin baru saja dilaksanakan rapat paripurna terkait Peraturan Daerah tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Perempuan. Ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjamin perlindungan terhadap perempuan dan anak," ujarnya.


Berdasarkan data UPT PPA Provinsi Riau periode 2020–2025, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan serius. Jumlah kasus menunjukkan tren yang berfluktuasi, namun secara umum cenderung meningkat. Pada tahun 2020 tercatat sebanyak 103 kasus, kemudian meningkat menjadi 230 kasus pada 2023. 


Angka tersebut sempat menurun menjadi 167 kasus pada 2024, tetapi kembali melonjak pada 2025 hingga mencapai 268 kasus. Sementara itu, hingga Mei 2026, telah tercatat sebanyak 106 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Riau.


"Data ini menunjukkan perempuan dan anak masih berada pada posisi yang rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan. Selain itu, persoalan anak berhadapan dengan hukum dan praktik perkawinan anak juga menjadi perhatian serius karena berpotensi menghambat tumbuh kembang anak," kata Fariza.


Ia menegaskan, upaya pencegahan harus dilakukan melalui edukasi yang masif, penguatan peran keluarga, serta sinergi pemerintah bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, media, lembaga profesi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat.


Fariza juga menyinggung kasus penyekapan seorang perempuan selama tiga tahun yang sempat viral beberapa waktu lalu. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting agar lingkungan sekitar lebih peduli terhadap kondisi warganya.


"Peran RT, RW, tetangga dan masyarakat sangat penting. Jangan sampai kekerasan terjadi bertahun-tahun tanpa diketahui lingkungan sekitar," katanya.


Ia menambahkan, anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kekerasan berpotensi mengulang perilaku serupa ketika dewasa. Karena itu, kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik maupun verbal, harus dicegah sejak dini.


Fariza juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil asesmen terhadap berbagai kasus kekerasan terhadap anak, sebagian besar dipengaruhi pola pengasuhan yang kurang tepat, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. 


"Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Riau," tuturnya.


Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PHP dan KA) DP3AP2KB Provinsi Riau, Ns. Bd. Asfeni, S.Kep., M.Kes mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kekerasan.


Menurutnya, tren kekerasan terhadap perempuan masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Indonesia (SPHPN) 2025, satu dari empat perempuan pernah mengalami kekerasan fisik selama hidupnya. Selain itu, satu dari enam perempuan pernah mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh selain pasangan.


"Karena itu kami terus melakukan berbagai upaya pencegahan melalui sosialisasi, edukasi di sekolah maupun perguruan tinggi, serta koordinasi lintas sektor yang rutin dilaksanakan dua kali setiap tahun," jelasnya.


Asfeni menambahkan, kegiatan yang didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tersebut diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai organisasi dan lembaga masyarakat.


Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Himpunan Psikologi Indonesia dan Kepolisian Daerah Riau yang membahas aspek psikologis, penanganan hukum, serta strategi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat