Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Metropolis
Mencari Ikon Kuliner, Mampukah Kue Talam Ketan Durian Jadi Oleh-oleh Khas yang Melekat dengan Pekanbaru?
Jumat, 12 Juni 2026 - 13:28:16 WIB
Kue talam ketam durian

SULUHRIAU, Pekanbaru– Banyak kota besar di Indonesia memiliki makanan yang langsung mengingatkan orang pada daerah asalnya. 


Namun hingga kini, Pekanbaru masih terus mencari kuliner yang mampu menjadi identitas kuat sekaligus kebanggaan daerah.


Di tengah pencarian itu, satu nama mulai mendapat perhatian serius, yakni kue talam ketan durian.


Kuliner berbahan dasar ketan dan durian tersebut kini didorong menjadi sajian khas penyambutan tamu atau welcome food Kota Pekanbaru.


Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi produk UMKM lokal agar tidak hanya dikenal masyarakat Riau, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah.


Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan kue talam ketan durian dipilih karena dinilai memiliki karakter yang kuat dan berbeda dibandingkan produk kuliner lainnya.


Menurutnya, kuliner lokal tidak hanya berfungsi sebagai makanan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas sebuah daerah.


"Kami sepakat bagaimana kue talam ketan durian ini bisa menjadi welcome food di lingkungan Pemko Pekanbaru, hotel-hotel hingga bandara. 


Ini merupakan bagian dari upaya mengangkat produk UMKM lokal sekaligus memperkenalkan identitas kuliner Kota Pekanbaru," kata Agung.


Upaya tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Pekanbaru, pelaku UMKM, sektor perhotelan hingga pengusaha oleh-oleh yang selama ini menjadi ujung tombak promosi produk lokal.


Alasan lain yang membuat kue talam ketan durian dilirik adalah potensinya untuk berkembang menjadi produk unggulan daerah. 


Sejumlah merek oleh-oleh yang kini dikenal luas, seperti Viera, Insyira dan Nadhira Napoleon, disebut lahir dari usaha kecil yang terus berkembang berkat dukungan pasar.


Pemerintah berharap kue talam ketan durian dapat mengikuti jejak yang sama dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.


"Kami berharap kue talam ketan durian juga bisa berkembang menjadi produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM," ujarnya.


Menariknya, salah satu tantangan terbesar dalam memperkenalkan kuliner berbahan durian adalah aroma yang kerap dianggap terlalu kuat bagi sebagian orang. 


Namun kekhawatiran tersebut disebut tidak terbukti setelah dilakukan berbagai uji coba.


Rasa durian tetap menjadi ciri utama, tetapi aromanya dinilai tidak terlalu menyengat sehingga lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.


Bahkan, menurut Agung, kue talam ketan durian telah disajikan kepada sejumlah tamu penting yang berkunjung ke Pekanbaru dan mendapatkan respons positif.


"Mereka mencicipi kue talam ketan durian dan memberikan respons yang sangat positif. Bahkan banyak yang ingin membawanya pulang sebagai oleh-oleh," ungkapnya.


Tak hanya berhenti sebagai sajian penyambutan, Pemerintah Kota Pekanbaru juga berupaya memperluas promosi kuliner lokal hingga ke tingkat internasional. 


Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah mengajukan proposal kepada Michelin Guide agar kekayaan kuliner Pekanbaru dapat lebih dikenal di tingkat global.


Selain itu, sektor perhotelan juga akan dilibatkan dalam promosi produk UMKM melalui penyediaan pojok khusus Dekranasda di sejumlah hotel.


Dengan cara itu, wisatawan yang datang ke Pekanbaru tidak hanya mengenal kue talam ketan durian, tetapi juga berbagai produk unggulan lokal lainnya.


Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kuliner khas daerah, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menyiapkan Festival Kue Talam Ketan Durian Terpanjang di Dunia yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni mendatang di Jalan Jenderal Sudirman.


Festival tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan kuliner khas Pekanbaru kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi kue talam ketan durian sebagai salah satu identitas baru Kota Bertuah.


Di tengah persaingan industri kuliner yang semakin ketat, langkah ini bukan hanya tentang memperkenalkan makanan tradisional.


Lebih dari itu, ada harapan agar satu produk lokal mampu menjadi simbol kota, menggerakkan ekonomi UMKM, dan membawa nama Pekanbaru dikenal melalui cita rasa khas yang tidak ditemukan di daerah lain. (sr4)


 




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat