SULUHRIAU- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin jatuh pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026), ke atas level Rp 18.000 per dolar AS.
Mengacu pada data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada pukul 09.15 WIB melemah 55 poin atau 0,31% menjadi Rp18.021 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang utama di kawasan Asia terpantau beragam terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,11%, dolar Hong Kong naik 0,03%, dan dolar Singapura naik 0,01%.
Sementara itu, dolar Taiwan turun 0,15%, won Korea Selatan naik 0,34%, peso Filipina naik 0,23%, dan rupee India turun 0,46%.
Yuan China juga juga naik 0,04%, ringgit Malaysia turun 0,37%, dan baht Thailand naik 0,09%.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, untuk perdagangan hari ini, rupiah akan berfluktuasi, tetapi berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.960-Rp 18.030 per dolar AS.
Ibrahim Assuaibi menjelaskan investor terus memantau perkembangan situasi Timur Tengah. Terbaru, Israel mempertahankan operasi militer di Lebanon Selatan, sedangkan Iran melancarkan serangan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain.
Sementara itu, kawasan Selat Hormuz makin memanas setelah AS melakukan serangan di Pulau Qeshm Iran.
Pulau tersebut terletak di dekat Selat Hormuz, jalur air vital yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia.
"Pembicaraan lain yang melibatkan Israel dan Lebanon dijadwalkan pada hari Rabu, sementara ketidakpastian masih berlanjut mengenai negosiasi antara Washington dan Teheran.
Iran dan Amerika Serikat pekan lalu mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan kerangka kerja sementara untuk menghentikan konflik, tetapi kesepakatan tersebut belum disetujui secara resmi," jelasnya.
Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menjelaskan bahwa sentimen rupiah memburuk setelah inflasi Mei 2026 naik secara bulanan menjadi 0,28%, serta kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. (bnc, bsc)
Komentar Anda :