Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Opini
Kiat Puasa di Era Media Sosial
Jumat, 27 Februari 2026 - 10:22:11 WIB
H Abdul Wahid

HARI INI kehidupan manusia tidak lepas dari genggaman media sosial, dimana alat komunikasi media sosial (medsos) saat ini didominasi oleh platform berbasis aplikasi mobile dan internet, memungkinkan interaksi real-time. 


Platform utama termasuk WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, Twitter (X), dan LinkedIn. Flatform ini memfasilitasi berbagai bentuk komunikasi mulai dari pesan teks, berbagi konten video/foto, hingga panggilan suara dan video.


Media sosial telah merevolusi cara manusia berinteraksi, menciptakan komunikasi tanpa batas ruang, waktu, dan geografis, serta memperluas jaringan sosial dan profesional secara instan. 


Platform ini memungkinkan pertukaran informasi yang cepat dan ekspresi diri, namun menuntut literasi digital yang baik untuk menghindari dampak negatif seperti hoaks, cyberbullying, dan kecanduan.


Benturan antara ibadah puasa dan media sosial terjadi ketika penggunaan platform digital secara berlebihan atau negatif mengganggu tujuan spiritual puasa, yang seharusnya berfokus pada menahan diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah.


Berpuasa di era media sosial bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu dari godaan media sosial (medsos) yang bisa mengurangi pahala ibadah. 


Untuk itu agar  puasa Ramadan yang dijalani tidak sia-sia belaka, maka harus ada kiat-kiat cerdas  menggunakan akal sehat  berpuasa dalam menghadapi godaan medsos agar Ramadan lebih produktif dan bermakna. 


Terapkan “Puasa Media Sosial” (Digital Detox)


Langkah pertama, mengatur, mengurangi dan menahan diri dengan membatasi penggunaan media sosial selama satu bulan Ramadan, terutama pada jam-jam rawan (menjelang berbuka atau waktu istirahat). caramya bisa mematikan notifikasi aplikasi yang paling sering digunakan.
Selektif Memilih Konten (Filter & Follow).


Berikutnya  melakukan Unfollow atau bisukan (mute) akun-akun yang kontennya memancing emosi, pamer (flexing), ghibah, atau hal-hal sia-sia. Ganti dengan mem-follow akun-akun edukatif, inspiratif, atau akun yang membagikan zikir harian dan konten keislaman.


Alihkan Waktu dengan Aktivitas Positif
Setelah itu mengisi waktu luang dengan beribadah seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, atau mengikuti kajian online daripada melakukan scrolling tanpa tujuan. Tetap  bermensos, tapi larut dalam amaliyah yang melengkapi dan membentengi ibadah puasa.


Bijak Mengelola Emosi dan Jaga Jempol


Berikutnya hindari perdebatan panas (debat kusir) di kolom komentar yang berpotensi membatalkan pahala puasa. Terapkan prinsip: jika tidak bermanfaat, sebaiknya tidak perlu berkomentar atau membagikan konten. Focus pada pembicaraan yang meningkatkan pemahaman  dan meraih tujuan puasa.


Gunakan Fitur Pembatas Waktu Aplikasi


Harus berani manfaatkan fitur "Screen Time" atau "App Limit" di smartphone untuk membatasi penggunaan media sosial secara otomatis. Ini menjadi pengawasan melekat agar tidak larut bermedia sosial yang tidak memberikan nilai tambah bagi pahala ibadah puasa.


Niatkan Puasa Digital untuk Ketenangan Mental
Kunci terakhir bangun kesadaran bahwa puasa medsos bertujuan meningkatkan kualitas ibadah dan ketenangan hati, sekaligus mengurangi kecemasan serta ketergantungan pada dunia maya.


Jadikan Ibadah puasa Ramadan sebagai momentum untuk “merdeka” dari gemgaman media sosial, kembali  hidup normal sebagai manusia sosial, sholat berjemaah, berbagi tahjil pada tetangga, menyantuni anak yatim, serta kegiatan nyata lainnya.
Dengan melakukan "puasa medsos", dapat menciptakan  ruang untuk refleksi diri yang lebih dalam dan mendekatkan diri kepada Allah selama Ramadan. Bahwa manusia diciptakan sebagai Makhluk Sosial, bukan Makhluk Media Sosial. (***)


__________


Penulis: H Abdul Wahid (Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan).


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat