Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Internasional
Bukti Israel Pakai Senjata Pemusnah Buat Warga Gaza Lenyap Menguap, Ngeri!
Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:04:45 WIB

SULUHRIAU- Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina. Senjata ini membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak.
Dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story", setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023.


Ribuan warga ini disebut merupakan korban serangan bom termal dan termobarik, senjata yang dapat melenyapkan target tanpa meninggalkan jejak selain percikan darah atau potongan kecil tubuh.


Yasmin Mahani, seorang ibu yang tinggal di Gaza City, adalah satu dari ribuan warga Gaza yang menjadi saksi bagaimana manusia hilang tanpa jejak setelah serangan Israel.


Pada dini hari tanggal 10 Agustus 2024, Mahani menyusuri reruntuhan sekolah Al Tabin yang masih berasap usai digempur Israel. Ia mencari anak dan suaminya yang berada di lokasi ketika serangan terjadi.


Di sana, Mahani berhasil menemukan suaminya. Akan tetapi, tak ada jejak putranya, Saad.


Mahani mencari ke sana ke mari, dari rumah sakit hingga pemakaman, namun hasilnya nihil. Saad tak ada di mana pun.


"Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan," ucapnya kepada Al Jazeera, dalam 'The Rest of the Story'.


"Saya masuk ke masjid dan mendapati diri saya [hanya] menginjak daging dan darah," katanya.


Apa itu senjata termal dan termobarik?


Para ahli dan saksi mata mengaitkan fenomena ini dengan dampak dari penggunaan sistematis senjata termal dan termobarik. Senjata yang dilarang secara internasional ini mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat Celsius.


Ahli militer Rusia, Vasily Fatigarov menjelaskan, senjata termobarik tidak hanya membunuh, tetapi juga melenyapkan materi. 


Tidak seperti bahan peledak konvensional, senjata ini menyebarkan gumpalan awan bahan bakar yang menciptakan bola api luar biasa besar dan efek vakum.


"Untuk memperpanjang waktu pembakaran, bubuk aluminium, magnesium, dan titanium ditambahkan ke dalam campuran kimia. Ini meningkatkan suhu ledakan hingga antara 2.500 sampai 3.000 derajat Celsius," kata Fatigarov.


Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Dr. Munir Al Bursh menjelaskan dampak biologis dari panas ekstrem tersebut pada tubuh manusia yang 80 persennya terdiri dari air. Ia menekankan, titik didih air adalah 100 derajat Celsius.


"Ketika tubuh terpancar energi lebih dari 3 ribu derajat Celsius yang dikombinasikan dengan tekanan dan oksidasi yang sangat besar, cairan akan mendidih seketika. Jaringan akan menguap dan berubah menjadi abu. Secara kimiawi, ini tidak bisa dihindari," ucapnya.


Berdasarkan penyelidikan, panas yang sangat tinggi ini sering kali dihasilkan oleh tritonal, campuran TNT dan bubuk aluminium yang digunakan dalam bom buatan Amerika Serikat seperti MK-84.


Al Jazeera mengidentifikasi sejumlah amunisi AS yang digunakan Israel di Gaza, yang terkait dengan hilangnya warga. Amunisi-amunisi itu antara lain MK-84 'Hammer', bom tak berpemandu seberat 900 kilogram (kg) yang berisi tritonal yang menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celsius.


Kemudian BLU-109 bunker buster, bom penghancur bunker yang digunakan dalam serangan di Al Mawasi. Bom ini menewaskan 22 orang.


BLU-109 bunker buster memiliki selongsong baja dan sumbu tunda, yang mengubur dirinya sebelum meledakkan campuran PBXN-109. Kondisi ini menciptakan bola api besar di dalam ruang tertutup, menghanguskan segala sesuatu yang berada dalam jangkauannya.


Selanjutnya ada GBU-39. Bom luncur presisi ini digunakan dalam serangan di sekolah Al Tabin. Bom ini memakai bahan peledak AFX-757 dan dirancang untuk menjaga struktur bangunan tetap utuh namun menghancurkan semua yang ada di dalamnya.


"Bom ini membunuh melalui gelombang tekanan yang merusak paru-paru dan gelombang termal yang membakar jaringan lunak," kata Fatigarov.


Israel Mau Ganti Stampel Paspor State of Palestine jadi Board of Peace
AS Susun Draf Aturan untuk Gaza, Hamas Masih Boleh Bawa Senjata
Pertahanan Sipil Gaza mengonfirmasi temuan pecahan sayap GBU-39 di lokasi tempat jenazah menghilang.


Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal mengatakan, pihaknya menggunakan metode eliminasi untuk mencatat jumlah warga yang lenyap di Gaza.


"Kami memasuki rumah yang menjadi target dan mencocokkan jumlah penghuni yang diketahui dengan jenazah yang ditemukan," tutur Basal.


"Jika sebuah keluarga memberi tahu kami bahwa ada lima orang di dalam, dan kami hanya menemukan tiga jenazah yang utuh, kami menganggap dua jenazah yang tersisa 'menguap'. [Anggapan ini dipakai] hanya setelah pencarian menyeluruh tidak menemukan apa pun selain jejak biologis, seperti percikan darah di dinding atau fragmen kecil seperti kulit kepala," tambahnya.


Senjata termal menggabungkan kamera termografik dan retikel bidik untuk mendeteksi panas (inframerah) target, memungkinkan penembakan akurat dalam kegelapan total, cuaca buruk, atau kabut asap.


Sementara itu, bom termobarik mampu menyedot oksigen dari udara sekitar untuk menghasilkan ledakan bersuhu tinggi.


Dikutip dari The Guardian, muatan tahap pertama menyebarkan aerosol yang terdiri dari material yang sangat halus, mulai dari bahan bakar berbasis karbon hingga partikel logam kecil.


Muatan kedua menyalakan awan tersebut, menciptakan bola api, gelombang kejut yang sangat besar, dan ruang hampa saat menyedot semua oksigen di sekitarnya. (CNNIndonesia.com, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat