Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Denmark Akhiri Penerbangan Jet Tempur F-16 Setelah 40 Tahun Dioperasikan
Rabu, 21 Januari 2026 - 13:00:15 WIB

SULUHRIAU– Angkatan Udara Kerajaan Denmark (RDAF) secara resmi mengakhiri salah satu babak terpanjang dan paling simbolis dalam sejarah penerbangan tempurnya.


Tepat pada tanggal 18 Januari 2026, RDAF melakukan penerbangan terakhir jet tempur F-16, menandai pengabdian Fighting Falcon buatan Amerika Serikat selama 40 tahun di RADAF


Farewell Flight F-16 RDAF dilaksanakan di Pangkalan Udara Skrydstrup di selatan negara yang berlokasi di kawasan Eropa Utara ini.


Momen paling simbolis dari serangkaian agenda tersebut terjadi pada pukul 13.57 waktu setempat, ketika F-16AM dengan nomor registrasi E-008 melakukan pendaratan resmi terakhirnya di pangkalan tersebut.


Beberapa jam sebelumnya, pesawat tersebut telah lepas landas bersama F-16AM E-018 dan E-605 serta F-16BM ET-612 untuk penerbangan formasi terakhir.


Pesawat-pesawat terebut melakukan manuver udara dengan menyalakan mode afterburner pada mesinnya, membuat suasana terasa sangat bergemuruh


Diperkenalkan pada awal tahun 1980-an, jet tempur F-16 Fighting Falcon, yang awalnya dikembangkan oleh General Dynamics dan kemudian diproduksi secara berkelanjutan oleh Lockheed Martin, merupakan jet tempur fenomenal yang dioperasikan oleh banyak angkatan udara di dunia, termasuk Denmark.


Denmark memperoleh armada F-16 sebagai bagian dari program gabungan Eropa yang luas, yang juga melibatkan Belgia, Belanda, dan Norwegia. 


Akuisisi pesawat tempur ini, selain untuk pertahanan udara, juga memungkinkan peningkatan industri, logistik, dan interoperabilitas dalam aliansi NATO.


Secara total, Denmark menerima 77 F-16, terdiri dari varian F-16A dan F-16B, yang semuanya kemudian ditingkatkan ke standar F-16AM/BM.


Peningkatan kapabilitas melalui program Pembaruan Pertengahan Masa Pakai (Mid-Life Update/MLU) tersebut mencakup radar baru, avionik digital, tautan data, dan kemampuan untuk menggunakan persenjataan presisi modern


Denmark adalah salah satu pelopor program MLU F-16. Meskipun pesawat-pesawat ini sudah terbang sejak era 80-an, Denmark terus melakukan pemutakhiran pada sistem avionik, radar, dan kemampuan senjatanya.


Hasilnya, F-16 Denmark yang tua secara usia kronologis sebenarnya memiliki “otak” yang hampir setara dengan varian F-16 yang jauh lebih modern.


Itulah salah satu yang menyebabkan armada F-16 Denmark sangat diburu dan diminati saat dipensiunkan.


Argentina adalah salah satu negara yang kemudian mengakuisisi 24 F-16AM/BM Denmark. Pengiriman enam pesawat F-16 pertama Denmark ke Argentina telah dimulai pada bulan Desember 2025 dan dijadwalkan selesai seluruhnya pada tahun 2028.


Selain dibeli oleh Argentina, Ukraina juga menyumbangkan 19 F-16AM/BM ke Ukraina.


Berbagai Misi


Selama masa operasionalnya, jet F-16 Denmark berpartisipasi dalam berbagai misi patroli udara di seluruh Eropa utara, latihan internasional berskala besar, dan operasi nyata di luar negeri.


F-16 Denmark digunakan dalam kampanye di Balkan, Afghanistan, dan Timur Tengah, selain memainkan peran penting dalam operasi NATO di Libya pada tahun 2011.


Misi-misi tersebut memperkuat reputasi RDAF sebagai salah satu kekuatan yang sangat terintegrasi ke dalam koalisi multinasional dan mampu beroperasi dalam skenario yang sangat kompleks.


F-16 Denmark telah membuktikan ketangguhannya. Pesawat ini digunakan selama 40 tahun untuk menjaga wilayah udara Greenland, pulau terluas di dunia yang merupakan bagian dari Denmark.


Menerbangkan jet tempur bermesin tunggal di atas hamparan es yang sangat luas dengan cuaca yang sangat ekstrem bukan tanpa risiko, terlebih lagi jarak dengan pangkalan yang sangat jauh.


Beralih ke F-35A Lightning II


Perpisahan dengan armada F-16, memberikan makna historis yang kuat bagi Angkatan Bersenjata Denmark, khususnya RDAF. Senjata militer


Jenderal Christian Hvidt, mantan Kepala Pertahanan Denmark, pilot pertama yang membawa F-16 Denmark dari AS ke Pangkalan Udara Skrydstrup 46 tahun yang lalu, mengaku punya banyak kesan mendalam dengan F-16.


Namun ia menekankan bahwa penggunaan yang panjang jet F-16 oleh RDAF, adalah berkat keunggulan teknis tim perawatan dan kualifikasi pilot yang telah mengoperasikannya.


Dengan penghentian operasional F-16 secara definitif, RDAF kini menyelesaikan transisi menuju armada yang sepenuhnya berbasis pada F-35A Lightning II, jet tempur generasi kelima yang kini akan mengambil alih semua misi pertahanan udara dan serangan Denmark.


Awalnya, Denmark memesan 27 F-35A dalam kontrak yang ditandatangani pada tahun 2016.


Pada Oktober 2025, Pemerintah Denmark mengesahkan pembelian 16 pesawat lagi, sehingga total F-35 yang diakuisisi berjumlah 43 unit. (Apr)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat