Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Rilis Akhir Tahun 2025, Polda Riau Catat Penurunan Kejahatan dan Peningkatan Penanganan Perkara
Senin, 29 Desember 2025 - 20:05:14 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Kepolisian Daerah Riau menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja yang menunjukkan penguatan stabilitas keamanan, penegakan hukum berbasis data, serta pendekatan keberlanjutan lingkungan melalui konsep Green Policing. 


Hal tersebut disampaikan langsung Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam rilis akhir tahun Polda Riau, di Mapolda Riau, Minggu (28/12/2025).


“Sepanjang tahun 2025, kami tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan, pemulihan, dan keterlibatan masyarakat. Ini adalah kerja bersama seluruh elemen,” ujar Kapolda Riau.


Kriminalitas Menurun, Penyelesaian Perkara Meningkat Signifikan


Kapolda menjelaskan, sepanjang 2025 jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polda Riau tercatat 11.651 perkara, turun 2.548 perkara atau 17 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 14.199 perkara.


Sementara itu, tingkat penyelesaian perkara justru mengalami peningkatan signifikan. Dari total perkara yang ditangani, 9.398 perkara atau 81 persen berhasil diselesaikan, naik dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 70 persen.


“Penurunan kejahatan dan peningkatan penyelesaian perkara ini mencerminkan konsistensi kerja personel serta kepercayaan publik yang terus kami jaga,” tegas Kapolda.


Perang Terhadap Narkoba: Barang Bukti Hampir Rp900 M Selamatkan Jutaan Jiwa


Di bidang pemberantasan narkotika, Polda Riau mencatat 2.487 perkara narkoba sepanjang 2025, dengan 3.618 tersangka diamankan. Total nilai barang bukti narkotika yang disita mencapai sekitar Rp 892,8 miliar, yang diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 4,5 juta jiwa dari ancaman narkoba.


Barang bukti tersebut antara lain 808,88 kilogram sabu, 258.565 butir ekstasi, 76,39 kilogram ganja, hingga heroin dan ketamin.


“Ini bukan sekadar angka. Di balik setiap pengungkapan ada generasi yang kita selamatkan,” kata Irjen Herry Heryawan.


Polda Riau juga berhasil mengungkap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jaringan narkotika internasional dengan estimasi aset mencapai Rp 15,26 miliar.


Penegakan Hukum Korupsi Lebih Efektif, Asset Recovery Capai 71 Persen


Di sektor tindak pidana korupsi, sepanjang 2025 Polda Riau menangani 22 perkara, dengan 18 perkara atau 81 persen telah diselesaikan.


Yang menonjol, nilai asset recovery mengalami lonjakan signifikan. Dari total kerugian negara sebesar Rp 23,47 miliar, Polda Riau berhasil memulihkan aset sebesar Rp 16,67 miliar, atau setara 71 persen, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.


“Kami ingin penegakan hukum korupsi berdampak nyata, bukan hanya menghukum pelaku tetapi juga mengembalikan kerugian negara,” ujar Kapolda.


*Kejahatan Lingkungan Jadi Atensi Serius, Green Policing Diperkuat*


Kapolda Riau yang akrab disapa Herimen ini menegaskan, tahun 2025 menjadi momentum penguatan Green Policing, seiring tingginya kompleksitas kejahatan lingkungan di Riau.


Sepanjang tahun ini, Polda Riau menangani 148 perkara kejahatan sumber daya alam dan ekosistem, naik dibanding tahun sebelumnya. Kasus tersebut meliputi karhutla, illegal logging, illegal mining, kehutanan, migas, hingga karantina.


Khusus penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tercatat 61 perkara dengan 70 tersangka, disertai langkah masif mitigasi seperti lebih dari 1,2 juta patroli karhutla, 904 sekat kanal, 953 embung, 214 menara pantau, serta pemasangan 242 plang karhutla.


“Green Policing adalah jalan tengah antara penegakan hukum dan keberlanjutan lingkungan. Riau membutuhkan pendekatan ini,” tegas Herimen.


Penertiban PETI: Penegakan Hukum Disertai Pemulihan Ekosistem


Kapolda Riau menempatkan penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) sebagai salah satu prioritas strategis 2025, mengingat dampaknya yang luas terhadap kerusakan lingkungan dan konflik sosial.


Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Polda Riau mengungkap 17 tindak pidana PETI dengan 35 tersangka. Selain penindakan, aparat juga melakukan 136 kegiatan pemusnahan, meliputi 772 rakit tambang, 1 box pengolahan, serta 1 camp pekerja.


Meski demikian, Kapolda menekankan bahwa pendekatan PETI tidak semata represif.


“Kami mengedepankan Green Policing. Penegakan hukum berjalan, tetapi pemulihan ekosistem dan pendekatan sosial tetap dilakukan,” tegasnya.


Upaya preventif dilakukan melalui kampanye lingkungan, kolaborasi tokoh adat dan agama, pemasangan 10 plang PETI di titik rawan Sungai Kuantan, serta pendekatan edukatif kepada masyarakat. 


Pada aspek restoratif, Polda Riau melaksanakan pasar murah, bantuan sosial, dan aksi pembersihan sungai, serta mendorong pembentukan Dubalang Batang Kuantan, satuan pengamanan berbasis kearifan lokal yang melibatkan 1.000 pemuda.



TPPO: Perlindungan Korban dan Pemutusan Rantai Kejahatan


Dalam penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Polda Riau mencatat 20 perkara sepanjang 2025, dengan 21 perkara berhasil diselesaikan. Sebanyak 34 tersangka diamankan, sementara 185 korban berhasil diidentifikasi dan dilindungi.


Modus paling dominan pada 2025 adalah PMI/PRT, menunjukkan adanya pergeseran pola kejahatan dibanding tahun sebelumnya.


“TPPO adalah kejahatan kemanusiaan. Fokus kami bukan hanya menghukum pelaku, tetapi menyelamatkan korban dan memutus jaringan,” kata Kapolda.


Penanganan TPPO dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penyelidikan, pendampingan korban, hingga koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait.


Lalu Lintas: Edukasi Massif dan Penanganan Kecelakaan Berbasis Keselamatan


Di bidang lalu lintas, Polda Riau mencatat dinamika peningkatan aktivitas masyarakat yang berdampak pada angka gangguan dan kecelakaan. Sepanjang 2025, jumlah pelanggaran lalu lintas mencapai 190.767 perkara, naik dibanding tahun 2024.


Kasus kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 2.454 perkara, meningkat 17 persen. Namun demikian, angka korban meninggal dunia justru menurun, dari 557 orang pada 2024 menjadi 550 orang di 2025.


“Penurunan fatalitas ini menunjukkan bahwa edukasi dan kehadiran polisi di jalan memberi dampak nyata,” ujar Kapolda.


Upaya preemtif dan preventif dilakukan melalui ribuan kegiatan Police Go To School, Polisi Sahabat Anak, Safety Riding & Driving, kampanye keselamatan, hingga event Drag Bike Polda Riau sebagai wadah pembinaan bakat dan penekan balap liar.


Pendekatan Humanis dalam Konflik Sosial dan Unjuk Rasa


Dalam penanganan konflik sosial, Polda Riau mencatat 50 potensi konflik sepanjang 2025, dengan 41 kasus dalam proses dan 9 kasus selesai, mayoritas terkait persoalan agraria.


Pendekatan dialogis, mediasi, serta pemantauan isu media sosial menjadi strategi utama. Dalam pengamanan unjuk rasa, Polda Riau mengedepankan pendekatan humanis, termasuk melibatkan Polwan sebagai negosiator dan simbol penghormatan terhadap aspirasi masyarakat.


“Stabilitas keamanan tidak bisa hanya dijaga dengan kekuatan, tetapi dengan komunikasi dan kepercayaan,” ujar Kapolda.


Hadir Saat Bencana, Kirim Personel dan Ribuan Alat Pemulihan


Polda Riau juga menunjukkan komitmen kemanusiaan lintas wilayah. Dalam penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Polda Riau mengirimkan 290 personel, termasuk 42 psikolog untuk trauma healing, serta 6 truk logistik, 31 truk tangki air, 100 toren air, dan 3.459 unit peralatan pemulihan pascabencana.


“Kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Saat saudara kita membutuhkan, negara harus hadir,” kata Kapolda.


Satgas PKH dan TNTN: Dukungan Penegakan Hukum yang Terukur dan Humanis


Polda Riau juga berperan aktif mendukung Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), khususnya dalam penanganan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).


Berdasarkan data yang ada, kawasan TNTN seluas 81.793 hektare menghadapi persoalan kompleks, mulai dari penguasaan lahan ilegal, pemukiman, hingga konflik sosial. Polda Riau telah menerima 5 laporan polisi sebagai bagian dari dukungan penegakan hukum Satgas PKH.


Kapolda menegaskan bahwa peran Polda Riau tidak berdiri sendiri.


“Kami hadir untuk memastikan proses penertiban berjalan aman, terukur, dan menghormati aspek kemanusiaan,” ujarnya.


Peran Polda Riau meliputi mediasi dengan kelompok penolak, penyidikan kasus intimidasi dan perusakan, pengamanan aksi unjuk rasa, serta penguatan program police community engagement. 


Polda Riau juga terlibat dalam agenda relokasi dan pemulihan kawasan, termasuk edukasi publik bersama influencer dan dukungan simbolik seperti pemberian sarana kepada mahout gajah di TNTN.


*Program Polda Riau: Pendekatan Presisi, Humanis, dan Berbasis Partisipasi Publik*


Selain penegakan hukum, Polda Riau sepanjang 2025 mengembangkan sejumlah program strategis yang dirancang untuk memperkuat kehadiran negara di ruang fisik, ruang sosial, hingga ruang digital. Program-program ini menjadi fondasi pendekatan Polri Presisi yang adaptif terhadap dinamika masyarakat Riau.


Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan, keamanan modern tidak cukup hanya mengandalkan patroli dan penindakan.


“Kami membangun sistem. Polisi harus hadir di jalan, di laut, di ruang digital, dan di tengah masyarakat. Itulah arah program Polda Riau,” ujarnya.



RAGA, RADAR, dan JALUR: Hadir di Jalan, Dunia Digital, dan Wilayah Pesisir


Salah satu program unggulan adalah RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme), sebuah tim khusus yang menjalankan patroli gabungan secara terkoordinasi dan humanis untuk menekan geng motor, anarkisme, dan kejahatan jalanan.


Sepanjang 2025, Tim RAGA melaksanakan 13.318 kegiatan preemtif, preventif, dan penindakan, serta berhasil mengungkap 7 kasus dengan 12 tersangka, terkait pemerasan, pengancaman, penguasaan lahan ilegal, dan pungutan liar.


“RAGA adalah simbol kehadiran negara. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan masyarakat merasa aman,” tegas Kapolda.


Di ruang digital, Polda Riau mengembangkan RADAR (Riau Damai Anti Cyber Crime) sebagai respon terhadap meningkatnya kejahatan siber dan disinformasi. Program ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga literasi digital dan kolaborasi dengan masyarakat.


Sepanjang 2025, Polda Riau menerima 160 pengaduan melalui WhatsApp RADAR, dengan 99 laporan ditindaklanjuti, serta 604 pengaduan melalui patroli siber, dengan 409 laporan ditindaklanjuti. Survei terhadap 1.543 responden menunjukkan 72,7 persen masyarakat sangat setuju bahwa RADAR berkontribusi menciptakan masyarakat yang lebih bijak bermedia sosial.


Sementara itu, melalui program JALUR (Jelajah Riau Untuk Rakyat), Polda Riau menjangkau wilayah pesisir dan perairan melalui 2.191 kegiatan, yang menyentuh langsung 4.659 masyarakat. Program ini mencakup layanan kesehatan, perpustakaan terapung, kebersihan pantai dan sungai, hingga tanggap darurat bencana.


Satkamling Hijau: Keamanan Lingkungan Berbasis Partisipasi Warga


Dalam penguatan keamanan lingkungan, Polda Riau menjalankan program Satkamling Hijau, yang mengintegrasikan keamanan swakarsa dengan kesadaran lingkungan.


Dari 23.901 RT di wilayah hukum Polda Riau, tercatat 23.643 RT telah memiliki Satkamling. Namun, hanya 1.894 RT yang aktif. 


Karena itu, Polda Riau menetapkan langkah strategis dengan menargetkan aktivasi kembali 808 Satkamling pasif, serta pembentukan 1.771 Satkamling baru di wilayah yang belum memiliki Satkamling.


“Keamanan paling kuat adalah yang tumbuh dari warga itu sendiri. Polisi berperan menguatkan, bukan menggantikan,” ujar Kapolda.


Membangun Polisi yang Komunikatif: Pelatihan Public Speaking


Menyadari pentingnya komunikasi publik, Polda Riau juga melaksanakan pelatihan public speaking bagi seluruh personel Polres dan Polresta jajaran. 


Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menyampaikan informasi secara persuasif dan membangun kepercayaan masyarakat, khususnya dalam mendukung program Green Policing.


“Di era keterbukaan, setiap anggota Polri adalah wajah institusi. Cara berbicara sama pentingnya dengan cara bertindak,” kata Irjen Herry Heryawan.


Layanan Call Center Polri 110: Frontliner Kepercayaan Publik


Penguatan pelayanan publik juga dilakukan melalui peningkatan kualitas layanan Call Center Polri 110. Polda Riau melaksanakan pelatihan khusus bagi operator 110 dengan melibatkan profesional di bidang contact center, guna memastikan respons cepat, empatik, dan tepat sasaran dalam situasi darurat.


Kapolda menegaskan bahwa layanan 110 adalah golden time Polri dalam membangun kepercayaan publik.


“Ketika masyarakat menelepon 110, mereka sedang berada dalam situasi kritis. Di situlah kehadiran negara diuji,” ujarnya.


Pelatihan ini diikuti dengan evaluasi berkelanjutan dan pembentukan kelompok kerja (Pokja) untuk peningkatan standar layanan 110 di jajaran Polda Riau.


Kapolda Riau menekankan bahwa seluruh program tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan dirancang sebagai satu ekosistem.


“RAGA, RADAR, JALUR, Satkamling Hijau, hingga penguatan komunikasi dan layanan 110 adalah satu napas. Semuanya bermuara pada kehadiran Polri yang presisi, humanis, dan dipercaya,” jelasnya.


Penutup: Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


Menutup rilis akhir tahun, Kapolda Riau menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, masyarakat, Forkopimda, stakeholder, dan media atas dukungan selama 2025.


Menurut Kapolda, semua capaian ini adalah kerja kolektif. Polda Riau akan terus berkomitmen melindungi tuah, menjaga marwah, demi keamanan, keadilan, dan keberlanjutan Riau.


"Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita," pungkas Irjen Herry Heryawan. (hpk)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat