Viral Polemik MBG di Kampar Berakhir dengan Mediasi Damai, Nurul Minta Maaf atas Video yang Diunggah
SULUHRIAU, Kampar- Polemik kritikan yang viral soal makan bergizi gratis (MBG) di Kampar berakhir dengan damai melalui mediasi dihadiri sejumlah pihak Senin, (29/12/2025).
Mediasi digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) antara Ibu Nurul (orang tua murid) PAUD Melati Desa Ranah Baru, dengan pihak sekolah PAUD serta pihak MBG.
Mediasi dipimpin oleh Plt Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Kampar Helmi, didampingi Sekretaris Dikpora Zulkifli, Kabid PAUD Dikpora Kampar.
Hadir juga unsur Forkopimcam dan kepolisian, di antaranya Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursit, Camat Kampar Shendy, Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Gian, Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Kampar Argon, serta Kepala Sekolah PAUD Melati Desa Ranah Baru.
Dalam rapat mediasi tersebut, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Kritik yang sebelumnya disampaikan Nurul dan sempat viral di media sosial dinyatakan telah mendapatkan kejelasan dan jawaban dari pihak sekolah maupun MBG.
“Saya atas nama Nurul meminta maaf atas video yang saya unggah beberapa hari lalu di TikTok. Semua sudah jelas dan saya menerima penjelasan yang diberikan tersebut,” ujar Ibu Nurul di hadapan seluruh undangan yang hadir.
Koordinator Wilayah MBG, Argon juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Pihak Kepala Sekolah PAUD Melati juga turut menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa kejadian tersebut murni akibat miskomunikasi.
Dari hasil mediasi itu juga anak Ibu Nurul bernama Aira tetap aktif dan melanjutkan pendidikan di PAUD Melati seperti biasa.
Atas kesepakatan ini, Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursit mengapresiasi sikap terbuka seluruh pihak yang hadir sehingga permasalahan dapat diselesaikan tanpa memperpanjang polemik.
“Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Ke depan, kami berharap tidak terulang lagi peristiwa serupa," harap Kapolsek.
Ia menambahkan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik antara masyarakat, pihak sekolah, serta instansi terkait agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijak.
Kehadiran pemerintah kecamatan dan unsur kepolisian dalam mediasi tersebut menciptakan suasana yang kondusif dan sejuk, serta menandai berakhirnya polemik yang sempat menyita perhatian publik. (src)
Komentar Anda :