Sabtu, 03 Oktober 2026 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar | Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD | Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi | Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar | PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id | Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
 
 
☰ Gaya Hidup
Mungkin Banyak Orang Merasakan, Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat? Begini Jawaban Psikolog
Senin, 06 Oktober 2025 - 14:05:06 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU - Pernahkah kalian merasa perjalanan pulang lebih cepat daripada berangkat, padahal waktu dan jarak tempuhnya sama? Perasaan itu juga dialami astronot Alan Bean dalam misi Apollo 12 pada 1969. 


Ia merasa pulang ke Bumi lebih cepat, padahal jaraknya sama dengan keberangkatan ke Bulan. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Fenomena ini dikenal sebagai "efek perjalanan pulang".



Sejumlah studi menunjukkan bahwa perasaan tersebut nyata dan dialami banyak orang. Baca juga: Kenapa Jet Tempur dan Senjata Turki Laris Manis di Asia Tenggara, Termasuk Indonesia? 


Dikutip dari NPR, salah satu penjelasan paling populer adalah perjalanan pulang terasa lebih cepat karena rutenya sudah familiar. 


Artinya, seseorang lebih mengenali tempat-tempat yang dilewati sehingga merasa perjalanan berlangsung lebih cepat. 


Namun, teori ini ditanggapi berbeda oleh Niels van de Ven, psikolog dari Universitas Tilburg, Belanda. 


"Ketika saya naik pesawat terbang, saya juga merasakan hal ini, padahal saya tidak mengenali apa pun dalam perjalanan itu,” kata van de Ven.


Melalui pengalamannya itu, ia meragukan bahwa keakraban dengan rute adalah penyebab utama. Ia pun melakukan serangkaian eksperimen untuk memahami lebih jauh efek perjalanan pulang ini. 


Eksperimen dengan bersepeda Lihat Foto Salah satu eksperimen dilakukan dengan melibatkan sejumlah pesepeda yang menuju pekan raya. Para peserta diminta menempuh rute yang sama saat pergi. 


Setelah itu, mereka dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta pulang melalui rute yang sama, sedangkan kelompok kedua mengambil rute berbeda dengan jarak yang persis sama. 


Jika teori keakraban benar, maka hanya kelompok dengan rute sama yang akan merasa perjalanan pulang lebih singkat.


Namun, hasil eksperimen justru menunjukkan kedua kelompok sama-sama merasa perjalanan pulang lebih cepat. 


Menurut van de Ven, penjelasan yang lebih masuk akal terletak pada ekspektasi seseorang sebelum melakukan perjalanan. “Sering kali kita melihat orang-orang terlalu optimistis ketika mereka mulai bepergian,” ujarnya.


"Jadi ketika mereka menyelesaikan perjalanan pergi, mereka merasa perjalanan itu memakan waktu lebih lama dari yang mereka perkirakan.” Sebaliknya, saat akan kembali mereka cenderung tidak berekspektasi sehingga perjalanan pulang terasa lebih cepat. 


“Ini semua tentang ekspektasi Anda, apa yang Anda pikirkan saat tiba,” kata Michael Roy, psikolog dari Elizabethtown College sekaligus rekan penulis dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Psychonomic Bulletin and Review. 


Meski demikian, Roy menyebut bahwa ekspektasi bukan satu-satunya penjelasan atas fenomena ini. “Kami tidak mengatakan ini satu-satunya penyebab. 


Kemungkinan besar ada penyebab lain juga,” katanya. Salah satunya adalah teori dari Richard A Block, psikolog dari Montana State University. 


Ini Kata Psikolog Dia berpendapat bahwa kenapa perjalanan pulang lebih cepat mungkin disebabkan berkurangnya tekanan saat kembali dari tujuan. 


“Ketika Anda memiliki tujuan, Anda ingin tiba tepat waktu,” tulis Block melalui e-mail. “Tetapi ketika Anda pulang, hal itu tidak terlalu penting. 


Ketika perhatian tidak teralihkan, waktu terasa berjalan lebih lambat. Namun, saat pulang, kondisi lebih santai membuat waktu terasa berlalu lebih cepat, ungkapnya. 


Efek perjalanan pulang sejatinya hanyalah ilusi psikologis. Akan tetapi, menurut van de Ven, ilusi ini justru bisa memberi perasaan positif ketika seseorang sampai di rumah. 


“Pada akhirnya, efek pulang ini memberi Anda perasaan positif begitu Anda tiba di rumah, jadi saya tidak yakin apakah Anda ingin efek itu hilang,” ujarnya. (kpc)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
  • Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
  • Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
  • Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
  • PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
    02 Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
    03 Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
    04 Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
    05 PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
    06 Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
    07 Wantimpres Resmi Dilantik, 26 Tokoh Termasuk Rocky Gerung dan Quraish Shihab
    08 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
    09 Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
    10 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
    11 Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
    12 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    13 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    14 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    15 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    16 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    17 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    18 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    19 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    20 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    21 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    22 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat