Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Internasional
Momen Prabowo Hentakkan Mimbar saat Pidato di Sidang PBB, Ini yang Disampaikan
Rabu, 24 September 2025 - 10:31:13 WIB
Foto REUTERS/Jeenah Moon

SULUHRIAU- Presiden Prabowo Subianto beberapa kali 'menggebrak' mimbar saat menyampaikan pidato dengan gesture yang cukup keras di Sidang Umum PBB di New York Amerika Serikat, pada Selasa (23/9/2025).


Momen Prabowo menghentakkan meja terlihat saat dia berbicara soal RI ketika berada di bawah penjajahan, kondisi kelaparan di Indonesia, sampai penyelesaian konflik dengan solusi dua negara di Palestina.


Pada menit-menit pertama pidatonya, Prabowo menghentakkan mimbar pidato saat berbicara soal rakyat Indonesia yang selama berabad-abad berada di bawah penindasan dan perbudakan penjajah. Presiden bahkan menyebut rakyat Indonesia pernah diperlakukan lebih rendah dari anjing di tanah air sendiri.


"Negara saya tahu rasa sakit ini. Selama berabad-abad, rakyat Indonesia hidup di bawah dominasi kolonial, penindasan, dan perbudakan. Kami diperlakukan lebih rendah dari anjing di tanah air kami sendiri," kata Prabowo.


"Kami, rakyat Indonesia, tahu apa artinya ditolak keadilan dan apa artinya hidup dalam apartheid, hidup dalam kemiskinan, dan ditolak kesempatan yang sama," lanjutnya.


Prabowo kembali menghentakkan mimbar saat menceritakan perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan. Dia mengatakan di saat itu lah, Perserikatan Bangsa-Bangsa berdiri bersama RI dan memberikan bantuan.


"Dalam perjuangan kami untuk kemerdekaan, dalam perjuangan kami untuk mengatasi kelaparan, penyakit, dan kemiskinan, Perserikatan Bangsa-Bangsa berdiri bersama Indonesia dan memberi kami bantuan penting," kata Prabowo.


Presiden juga memamerkan Indonesia sebagai salah satu negara yang menyumbangkan Pasukan Penjaga Perdamaian terbanyak di dunia. Dengan tegas Prabowo mengatakan RI siap mengerahkan pasukan perdamaian ke sejumlah negara konflik.


"Kami percaya pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, kami akan terus melayani di mana perdamaian membutuhkan penjaga. Tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pasukan di lapangan," bebernya.


Prabowo lalu menghentakkan mimbar pidato saat menegaskan Indonesia saat ini tengah berjuang untuk mengangkat semua warga negara dari kemiskinan.


"Tujuan kami jelas: Untuk mengangkat semua warga negara kami dari  kemiskinan dan menjadikan Indonesia pusat solusi untuk ketahanan pangan, energi, dan air," kata dia.


Pidato berapi-api Prabowo juga terlihat saat ia mengapresiasi banyak negara yang berpihak pada sejarah dan mulai mengakui negara Palestina.


"Kami sangat gembira dengan peristiwa beberapa hari terakhir, di mana negara-negara terkemuka yang signifikan di dunia telah memilih untuk memihak sejarah-jalan moral yang tinggi, jalan kejujuran, jalan keadilan, kemanusiaan, dan untuk menghindari kebencian, untuk mengatasi kecurigaan, dan untuk menghindari penggunaan kekerasan," ungkapnya.


Prabowo juga menghentakkan mimbar saat menegaskan bahwa dengan kekuatan yang kuat, semua akan bersatu mengatasi penindasan dan ketidakadilan yang terjadi di dunia.


Di akhir pidatonya, Prabowo sambil menghentakkan mimbar, menegaskan kembali soal Solusi Dua Negara.


"Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus mengakui dan menjamin keselamatan dan keamanan Israel. Hanya dengan begitu kita dapat memiliki perdamaian sejati: perdamaian tanpa kebencian, perdamaian tanpa kecurigaan," tegasnya.


Pada penghujung pidato berdurasi lebih dari 15 menit itu, Prabowo kembali "menggebrak" ruangan sidang dengan mengajak semua agama hidup dalam rekonsiliasi, perdamaian, dan harmoni.


"Orang Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Budha, semua agama. Kita harus hidup sebagai satu keluarga manusia. Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian dari mewujudkan visi ini menjadi kenyataan. Apakah ini mimpi? Mungkin. Tapi ini adalah mimpi indah yang harus kita kerjakan bersama-sama. Mari kita lanjutkan perjalanan harapan umat manusia, sebuah perjalanan yang dimulai oleh nenek moyang kita, sebuah perjalanan yang harus kita selesaikan," tutupnya.(***)


Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Khairul


 




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat