Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Sosial Budaya
Dari Sudut Pandang Fikih, PBNU Sebut Food Tray MBG Mengandung Babi Boleh Dipakai Setelah Dicuci
Kamis, 18 September 2025 - 20:09:39 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) angkat suara soal food tray atSULUHRIAU- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) angkat suara soal food tray atau ompreng makan bergizi gratis (MBG) diduga mengandung minyak babi dan ditolak sejumlah masyarakat.au ompreng makan bergizi gratis (MBG) diduga mengandung minyak babi dan ditolak sejumlah masyarakat.
Ketua PBNU Fahrur A Rozi menjelaskan masalah tersebut dari sudut pandang fikih NU.


Menurut dia, benda keras yang terkena najis babi bisa disucikan kembali dengan cara dicuci bersih. Sehingga, penggunaannya tak bermasalah dan food tray bisa digunakan kembali.
"Kalau menurut fiqh NU setiap benda keras yang terkena najis babi itu bisa disucikan dengan cara dicuci bersih, tidak ada masalah bisa dipakai setelah dicuci bersih," kata Fahrur saat dihubungi, Kamis (18/9/2025).
Fahrur juga memastikan menu MBG juga tetap halal dikonsumsi setelah food tray dibersihkan. Menurut dia, menu MBG hanya dikatakan haram jika yang tercampur adalah makanannya, bukan ompreng atau food tray.
"Kalau minyak babi tercampur makanan, itu jelas haram. Kalau ompreng terkena minyak babi, bisa disucikan bersih dan boleh dipakai," kata Fahrur.
"Enggak apa-apa, halal," imbuhnya saat ditanya soal status makanan tersebut.
Meski begitu, Fahrur menilai Badan Gizi Nasional perlu memberikan penjelasan lebih lanjut soal temuan tersebut, terutama soal bentuk kandungan dan prosesnya.
"Soal isu ompreng MBG yang mengandung babi saya kira perlu penjelasan lebih lanjut, di mana letaknya dan bagaimana prosesnya," kata dia.
Fahrur berharap MBG ke depan bisa lebih baik dan higienis. Menurut dia, program tersebut bermanfaat untuk masyarakat, khususnya santri di pondok pesantren.
"Kita berharap agar MBG sebaik-baik dan lebih higienis, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya para santri di pesantren," ujarnya.
BGN sebelumnya blak-blakan soal salah satu kecamatan di Sulawesi Utara (Sulut) yang menolak menerima makan bergizi gratis (MBG). Alasannya, viral isu nampan (food tray) makanan yang diduga mengandung minyak babi.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan hal tersebut membuat sejumlah masyarakat Sulut meragukan kehalalan makan bergizi yang disalurkan pemerintah.
"Ada satu kecamatan di Sulawesi Utara itu yang tidak mau menerima makan bergizi karena viralnya tempat makan yang digunakan yang dianggap diragukan kehalalannya," ujarnya usai Penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Senin (8/9).
FOTO: Kick-off Program MBG untuk Balita dan Ibu Hamil-Menyusui
Sementara, Dadan menjelaskan sebenarnya minyak tidak digunakan sebagai komponen food tray MBG. Omprengan tersebut terbuat dari sejumlah jenis logam, termasuk nikel. Minyak, kata Dadan, digunakan hanya dalam proses pencetakan food tray. Namun, minyak-minyak itu dibilas setelah proses pencetakan dilakukan.
"Minyak itu digunakan pada saat stamping-stamping atau pencetakan yang digunakan pada alatnya supaya tidak panas dan mudah. Nah, kemudian setelah dicetak, minyak itu kemudian akan dibersihkan, direndam, dibersihkan sehingga steril begitu," jelasnya.
Sementara itu dalam kesempatan berbeda, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana soal kabar omprengan atau food tray Makan Bergizi Gratis (MBG) mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menelepon Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana soal kabar omprengan atau food tray Makan Bergizi Gratis (MBG) mengandung minyak babi.
Dadan mengaku baru saja diminta penjelasan oleh Prabowo. Ia pun memberi penjelasan yang sama kepada wartawan.
"Nah, itu tadi yang ditanyakan Pak Presiden kenapa saya angkat telepon," kata Dadan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2025).
Dadan menjelaskan sebenarnya minyak tidak digunakan sebagai komponen food tray MBG. Omprengan tersebut terbuat dari sejumlah jenis logam, termasuk nikel.
Minyak, kata Dadan, digunakan dalam proses pencetakan food tray. Namun, minyak-minyak itu dibilas setelah proses pencetakan dilakukan.
"Minyak itu digunakan pada saat stamping-stamping atau pencetakan yang digunakan pada alatnya supaya tidak panas dan mudah. Nah, kemudian setelah dicetak, minyak itu kemudian akan dibersihkan, direndam, dibersihkan sehingga steril begitu," jelasnya.
Dadan memastikan minyak yang digunakan dalam pencetakan food tray MBG di dalam negeri tidak mengandung babi. Ia berkata pabrik dalam negeri memakai minyak nabati.
Ia pun menjelaskan soal food tray MBG diimpor dari luar negeri. Dalam empat bulan terakhir, kebutuhan nasional mencapai 15 juta food tray per bulan, sementara produksi dalam negeri baru mampu menyediakan 11,6 juta unit.
"Kalau kita tutup impornya takutnya program ini akan terganggu. Tetapi kemudian kita sudah kerja sama dengan BPJPH agar seluruh importir minta sertifikat halal ke BPJPH supaya food tray itu nanti akan dicap halal," jelasnya.
Sebelumnya, isu penggunaan minyak babi dalam food tray MBG impor ramai diperbincangkan. Sejumlah organisasi pelajar seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), PII, dan IPM mendorong agar pemerintah mengutamakan produk lokal yang terjamin halal dan memenuhi standar kesehatan.
Mereka bahkan melakukan uji laboratorium terhadap food tray impor di PT Sucofindo untuk memastikan keamanan dan kehalalannya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso juga menyatakan siap menghentikan impor food tray apabila terbukti mengandung unsur babi. Ia menambahkan pemerintah tengah menunggu hasil inspeksi dari BPOM serta mendorong penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib bagi produk food tray. (***)
Sumber: CNN Indonesia.com
Editor: Khairul


 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat