Sabtu, 03 Oktober 2026 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar | Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD | Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi | Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar | PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id | Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
 
 
☰ Gaya Hidup
Komedian Mpok Alpa Meninggal Dunia, Ini Profilnya
Jumat, 15 Agustus 2025 - 13:28:57 WIB
Mpok Alpa, foto: Instagram

SULUHRIAU- Dunia hiburan Tanah Air berduka atas meninggalnya komedian Betawi, Mpok Alpa, pada Jumat, (15/8/2025) di usia 38 tahun. 

Sosok yang dikenal dengan celetukan khas dan pembawaan jenakanya ini berpulang setelah berjuang melawan kanker.

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh pembawa acara Raffi Ahmad dan Irfan Hakim saat memandu program FYP pada Jumat pagi.

“Mohon doanya agar almarhumah Nina, Mpok Alpa, diterima di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala dan keluarga yang ditinggalkan juga diberikan ketabahan,” kata Raffi Ahmad.

Raffi juga mengungkapkan bahwa Mpok Alpa sudah lama menderita kanker, namun memilih untuk tidak mempublikasikannya.

“Jadi memang sebenarnya Mpok Alpa sudah beberapa bulan itu sakit dan menjalani perawatan, tapi beliau nggak mau diketahui banyak orang perawatannya,” lanjutnya.
 
Profil dan Perjalanan Karier Mpok Alpa

Mpok Alpa, yang memiliki nama asli Nina Carolina, lahir pada 12 Maret 1987 dan besar di lingkungan Betawi Asli. Sebelum populer di televisi, ia lebih dulu menghibur masyarakat lewat panggung hajatan di kampung-kampung. Gaya bicaranya yang blak-blakan, logat Betawi kental, dan spontanitasnya membuatnya mudah dikenali.

Namanya melejit pada 2018 setelah video curhatannya yang ingin diajak ke minimarket viral di media sosial. Dari situ, ia kerap diundang tampil di acara televisi nasional dan menjadi bintang tetap di berbagai program hiburan.

Selain piawai melawak, Mpok Alpa juga menunjukkan bakat bermusiknya. Ia merilis beberapa singel, seperti Ke Emol (2018) dan Mati Rasa (2020). Di media sosial, ia aktif membagikan konten-konten lucu yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Ciri khasnya adalah bahasa Betawi dengan intonasi unik, disertai ekspresi wajah kocak. Banyak yang menilai Mpok Alpa sebagai salah satu penerus tradisi komedi Betawi yang memadukan humor segar dan kritik sosial ringan.

Meski di panggung selalu terlihat ceria, Mpok Alpa dikenal memiliki kehidupan pribadi yang sederhana dan penuh rasa syukur. Ia sangat dekat dengan keluarga dan sering melibatkan mereka dalam aktivitasnya.
 
Kepergian yang Meninggalkan Duka

Kabar meninggalnya Mpok Alpa mengejutkan publik. Banyak rekan artis dan penggemar yang mengungkapkan belasungkawa melalui media sosial. Mpok Alpa meninggalkan seorang suami dan empat orang anak yang kini harus melanjutkan hidup tanpa kehadiran sang ibu.

Dengan berpulangnya Mpok Alpa, dunia komedi Indonesia kehilangan salah satu sosok yang mampu menghadirkan tawa tulus di hati masyarakat. Warisan humornya akan selalu dikenang dan menjadi bagian dari sejarah komedi Betawi. (***)

Sumber: Metrotv
Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
  • Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
  • Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
  • Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
  • PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
    02 Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
    03 Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
    04 Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
    05 PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
    06 Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
    07 Wantimpres Resmi Dilantik, 26 Tokoh Termasuk Rocky Gerung dan Quraish Shihab
    08 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
    09 Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
    10 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
    11 Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
    12 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    13 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    14 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    15 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    16 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    17 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    18 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    19 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    20 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    21 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    22 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat