Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
FGD Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, Kakan Kemenag: Cegah Gesekan Sebelum Meluas
Jumat, 20 Juni 2025 - 15:32:20 WIB
Kakan Kemenag Pekanbaru saat acara Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, Jumat (20/6/2025).

SULUHRIAU, Pekanbaru- Kemenag Pekanbaru menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, Jumat (20/6/2025).

FGD ini dibuka Kepala Kantor Kemeterian Agama (Kakan Kemenag) Kota Pekanbaru, Drs H Syahrul Mauludi. 

Kegiatan dengan tema "Merawat Kebersamaan, Meneguhkan moderasi beragama di Tengah keberagaman" ini diikuti KUA lingkungan Kemenag, Penyuluh Agama Islam, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), FKUB, MUI Pekanbaru, PC Nahdatul Ulama Pekanbaru, PD Muhammadiyah Pekanbaru dan unsur lainnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Syahrul menegaskan Kemenag memberi atensi terkait hal ini. Sebab itu, Syahrul menegaskan kegiatan ini sangat penting.

Tokoh-tokoh agama, organisasi keagamaan, ormas dan tokoh lainnya berperan penting dalam mengantisipasi atau mencegah secara dini potensi gesekan di Kota Pekanbaru ini.

Kota Pekanbaru katanya, maniatur Indonesia, terjadi konflik di Pekanbaru, Riau ini, mata nasional akan melihat ke daerah ini. 

Hal ini dikarenakan Pekanbaru sangat heterogen, semua agama dan suku ada di sini. Sebab, itu mendeteksi potensi sejak dini ancaman konflik agar tidak sampai meluas amat peting.

"Kalau konflik itu pecah, ibarat kebakaran, sudahlah susah memadamkan, semua yang ada habis diamuk api itu," katanya Syahrul.

Sama juga tambahnya ibarat penyakit, jika tidak dideteksi sejak dini, dan baru  ketahuan setelah stadium empat, sulit didobati dan disembuhkan. 

Ditambahkan juga, kalau terjadi konflik, uang banyak untuk bangun mesjid dan pembangunan lainnya, percuma karena juga tidak bisa dilakukan. "Tidak bisa satu pun yang dilakukan kalau terjadi konflik," tegasnya.

Kunci terhidarnya konflik bangun harmonisasi. Kunci dari harmonisasi kata Syahrul saling percaya. 

"Jika saling percaya, maka semua akan harmonis, dan melahirkan rasa aman dan nyaman. Sama halnya kita cukur rambut pada tukang cukur. Si tukang cukur memegang pisau tajam, saat bulu-bulu leher kita dicukur kita ketiduran. Padahal pisau tajam berada di leher kita, namun kita tak merasa curiga dan khawatir, bahkan keenakan.  Begitulah indahnya saling percaya, "ujar Syahrul dan disambut anggukan peserta. 

Inilah kata Syahrul, buah dari FGD yang dilakukan hari ini. Maka dari itu, FKUB,  organisasi keagamaan, penyuluh dan kompenen masyarakat lainya supaya peka dan mampu mendeteksi dini potensi konflik. "Jika ada yang mencurigakan cepat dilaporkan untuk ditindaklunjuti," tutupnya. (sr4)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat