Sebut Ancaman Bagi Masyarakat, Kapolri hingga Kemen PPPA akan Tindak Grup Facebook 'Fantasi Sedarah'
Senin, 19 Mei 2025 - 10:43:33 WIB
 |
| Ilustrasi |
SULUHRIAU- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat suara terkait keberadaan grup Facebook 'Fantasi Sedarah' yang memuat aksi penyimpangan seksual kepada anggota keluarga sendiri atau 'inses'.
Sigit menyebut aksi yang dilakukan oleh para pelaku dalam grup tersebut sebagai ancaman terhadap masyarakat. Ia lantas memastikan akan menyelidiki para pelaku yang tergabung di komunitas itu.
"Terhadap hal-hal yang berdampak, khususnya ini ancamannya terhadap masyarakat luas. Polri tentunya akan melakukan pendalaman dan penyelidikan," ujarnya kepada wartawan di PTIK, Minggu (18/5/2025) malam.
"Tentunya kami tindak tegas. Ini bagian dari komitmen kita," tegasnya.
KemenPPPA juga buka suara
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan memastikan aparat penegak hukum bakal menindak tegas pelaku di balik grup Facebook 'Fantasi Sedarah'.
Ia menyampaikan KemenPPPA terus berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak (PPA-PPO) Polri dan Direktorat Siber untuk mengusut tuntas kasus ini.
"Memastikan pelaku dapat diberikan tindakan hukum yang tegas agar memberikan efek jera sekaligus perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak," kata, Senin (19/5/2025).
Ia pun mengecam keras grup Facebook yang berisikan konten hubungan sedarah atau inses tersebut. Vero menyatakan grup itu bertentangan dengan nilai moral dan membahayakan keselamatan serta masa depan anak Indonesia.
"Kami dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah mengecam keras keberadaan grup 'fantasi sedarah'," kata dia.
Selain itu, Vero menyebut KemenPPPA juga berkoordinasi dengan Kemkomdigi untuk memperketat pengawasan dan respons cepat terhadap konten yang membahayakan perempuan dan anak.
Vero pun mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menggunakan fungsi report di Facebook untuk melaporkan konten berbahaya, terutama yang mengarah pada eksploitasi seksual anak dan perempuan.
"Jika masyarakat menemukan aktivitas mencurigakan atau kasus eksploitasi seksual di ruang digital, dapat langsung menghubungi layanan pengaduan kami melalui call center SAPA 129 atau WhatsApp di nomor 08111-129-129," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Polri dan Kementerian Komdigi meringkus pihak di balik akun grup di Facebook yang berisi konten inses itu.
"Ini sangat menjijikkan. Karenanya saya minta polisi dan Komdigi telusuri dan tindak para pengelola maupun anggota grup kotor tersebut," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/5/2025).
Sahroni mengatakan grup yang memuat konten menyimpang tersebut berpotensi menimbulkan korban sehingga aparat penegak hukum harus segera bertindak.
"Mereka jelas mewadahi penyimpangan dan ini kan masih fantasi, kalau tidak kita hentikan dan sampai fantasinya jadi kenyataan, ini akan menyebabkan pidana kekerasan seksual yang luar biasa menghancurkan korban," katanya.
Jadi mereka harus dicari dan dibina secara psikologis. "Dan kita hentikan mereka sebelum kejadian," katanya.
Kejadian di Medan
Media sosial dihebohkan dengan munculnya grup Facebook bernama 'Fantasi Sedarah'. Grup ini berisi ribuan anggota dan langsung mendapat kecaman publik.
Grup ini berisi percakapan dan pengalaman yang dibagikan terkait hal-hal menyimpang berbau sensual dan seksual terhadap anggota keluarga sendiri atau berkonotasi 'inses'.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengaku telah memblokir 6 grup Facebook yang berkaitan dengan aktivitas Fantasi Sedarah itu.
Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Khairul
Komentar Anda :