Sabtu, 03 Oktober 2026 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar | Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD | Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi | Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar | PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id | Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
 
 
☰ Gaya Hidup
Dari Thrift Shop ke OOTD Hits: Rahasia di Balik Gaya Vintage yang Jadi Favorit Gen Z
Rabu, 05 Februari 2025 - 15:12:43 WIB
Irham Khairi (Foto: instagram@kaairizz)

FASHION selalu berputar, dan saat ini kita melihat fenomena menarik: anak muda Gen Z justru makin tergila-gila dengan gaya dari masa lalu! Alih-alih memilih tren modern yang sleek dan minimalis, mereka lebih suka kembali ke era vintage, retro atau Y2K.

Dari celana high-waisted, jaket denim oversized, kaos band, hingga sneakers klasik yang dulu dipakai generasi sebelumnya—semuanya kembali booming. Tapi kenapa mereka lebih memilih fashion jadul dibandingkan tren modern? Apakah ini sekadar tren sementara atau ada alasan yang lebih mendalam?

Ternyata, ada banyak faktor yang membuat pakaian dari era 80-an, 90-an, dan awal 2000-an terasa lebih menarik bagi Gen Z. Yuk, kita bahas fenomena ini lebih dalam!

1. Fashion Bukan Sekadar Tren, Tapi Juga Ekspresi Diri

Bagi Gen Z, fashion bukan hanya soal mengikuti tren terbaru, tapi juga menjadi medium untuk menunjukkan identitas dan kepribadian.

Berbeda dengan fashion modern yang sering didikte oleh fast fashion dan influencer besar, gaya vintage dan retro menawarkan sesuatu yang lebih personal dan unik. Banyak anak muda yang berburu pakaian bekas di thrift shop untuk menemukan sesuatu yang tidak pasaran dan memiliki cerita tersendiri.

Dengan mengenakan pakaian dari era sebelumnya, mereka merasa memiliki koneksi dengan masa lalu—sebuah vibe yang lebih autentik dan timeless dibandingkan tren yang cepat berubah.

2. Nostalgia Era yang Nggak Pernah Mereka Alami

Uniknya, banyak dari Gen Z sebenarnya tidak mengalami langsung era 80-an atau 90-an. Tapi, mereka tetap merasa tertarik dengan fashion dari masa itu.

Salah satu alasannya adalah pengaruh budaya pop dan media. Film, serial, dan musik dari era tersebut kembali populer berkat platform streaming. Contohnya:
    •    Serial Stranger Things yang membawa estetika 80-an
    •    Tren musik pop-punk 2000-an yang bangkit lagi
    •    Selebriti seperti Bella Hadid, Zendaya, dan Agnez Mo yang sering tampil dengan gaya vintage

Bagi Gen Z, mengenakan pakaian retro bukan hanya soal gaya, tapi juga cara untuk menghidupkan kembali era yang mereka anggap menarik.

3. Gaya Retro & Y2K: Unik, Berani, dan Lebih Fleksibel

Salah satu daya tarik terbesar dari gaya vintage, retro, dan Y2K adalah fleksibilitasnya.

Gaya ini memungkinkan Gen Z untuk lebih bereksperimen dengan warna, potongan, dan aksesori yang lebih berani dibandingkan tren fashion modern yang cenderung minimalis.

Contohnya:

* Era 80-an & 90-an → Warna cerah, motif bold, oversized look
* Gaya Y2K (2000-an) → Nuansa futuristik, playful, edgy

Dengan gaya ini, mereka bisa mix & match sesuka hati, menciptakan fashion statement yang unik, dan tampil beda dari yang lain.

4. Fashion Vintage & Thrift Shopping: Lebih Ramah Lingkungan

Selain soal estetika dan ekspresi diri, ada alasan lain yang membuat fashion vintage semakin digemari: kesadaran lingkungan.

Gen Z lebih peduli dengan isu keberlanjutan dan menyadari bahwa industri fashion, terutama fast fashion, memiliki dampak besar terhadap lingkungan—mulai dari limbah tekstil hingga eksploitasi tenaga kerja.

Banyak anak muda yang mulai beralih ke thrift shopping atau membeli pakaian vintage untuk:

*Mengurangi limbah fashion
* Memilih pakaian berkualitas lebih baik
*Mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan

Ini bukan hanya sekadar tren, tapi juga pergerakan menuju industri fashion yang lebih sadar lingkungan.

5. Meninggalkan Fast Fashion, Memilih Kualitas & Keunikan

Di era digital, di mana tren berubah sangat cepat, banyak orang mulai bosan dengan fast fashion yang cenderung menawarkan pakaian massal dengan kualitas kurang baik.

Sebaliknya, fashion vintage menawarkan:

*Kualitas lebih baik → Bahan lebih tahan lama
* Eksklusivitas → Tidak diproduksi massal
* Desain unik → Tidak semua orang punya

Banyak pakaian vintage berasal dari era ketika produksi tekstil masih mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas. Ini membuat pakaian dari masa lalu lebih awet dan eksklusif.

Kesimpulan: Fashion Vintage Bukan Sekadar Tren, Tapi Sebuah Pergerakan!

Jadi, kenapa Gen Z lebih memilih gaya vintage, retro, dan Y2K dibandingkan tren fashion modern?

* Ekspresi diri → Bukan sekadar tren, tapi identitas
* Nostalgia → Terinspirasi dari budaya pop
* Fleksibilitas → Bisa bereksperimen dengan berbagai gaya
* Kesadaran lingkungan → Lebih ramah lingkungan daripada fast fashion
* Kualitas & keunikan → Lebih tahan lama dan eksklusif

Bagi mereka, fashion bukan sekadar mengikuti arus tren, tapi juga cara untuk terhubung dengan budaya yang lebih luas.

Gaya vintage dan retro memberikan kebebasan untuk bereksperimen, menemukan sesuatu yang unik, dan pada saat yang sama, berkontribusi terhadap dunia yang lebih ramah lingkungan.

Jadi, kalau kamu termasuk salah satu yang suka gaya vintage, selamat! Kamu bukan hanya sedang mengikuti tren, tapi juga bagian dari gerakan yang lebih besar dalam dunia fashion.

Gimana menurutmu? Kamu lebih suka gaya vintage atau tren modern? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar!

Penulis: Irham Khairi
Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
  • Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
  • Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
  • Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
  • PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
    02 Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
    03 Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
    04 Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
    05 PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
    06 Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
    07 Wantimpres Resmi Dilantik, 26 Tokoh Termasuk Rocky Gerung dan Quraish Shihab
    08 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
    09 Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
    10 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
    11 Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
    12 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    13 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    14 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    15 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    16 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    17 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    18 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    19 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    20 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    21 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    22 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat