Kemendagri akan Tunjuk Pengganti Sementara Pj Wako
Kepala Bapenda Pekanbaru Alek Kurniawan Bantah Ikut Terjaring OTT KPK
Selasa, 03 Desember 2024 - 11:05:00 WIB
 |
| Ilustrasi, barang bukti uang dalam OTT KPK |
SULUHRIAU, Pekanbaru- Simpangsiurnya informasi terkait sejumlah pejabat Pemko terjarirng OTT KPK sedikit demi sedikit terkuak.
Alek Kurniawan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bependa) Pekanbaru disebut-sebut ikut terjaring bersama sejumlah pejabat membantah kabar itu.
Tidak ada saya di OTT, tolong diluruskan" kata Kepala Bapenda Pekanbaru, Alek Kurniawan kepada media, Selasa, (3/12/2024).
Alex meminta agar isu dirinya ikut terjaring OTT KPK diluruskan, bahwa bahwa informasi itu tidak benar.
"Bukan saya itu, alhamdulillah, mohon bantu diluruskan pemberitaan," ujarnya singkat.
Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Senin (2/12/2024).
Dalam operasi tersebut, selain Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa, ada sejumlah orang lainnya yang turut diamankan dan total delapan orang.
Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan, bahwa terkait apa masih didalami.
"Yang diamankan di Pekanbaru sekitar 8 orang (termasuk Risnandar Mahiwa, red). Turut diamankan uang (masih dihitung, red)," jelas Tessa, Selasa (3/12/2024).
Dari informasi di lapangan, dikatakan Tesa tidak ada pihak swasta yang turut diamankan. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung.
Seperti diketahui KPK melakukan OTT tadi malam di Pekanbaru. Saat ini pemeriksaan mereka dilakukan di Mapolresta Pekanbaru.
Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, mengonfirmasi penangkapan tersebut. "Benar, KPK telah melakukan penangkapan terhadap Pj Wali Kota Pekanbaru," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/12/2024).
Wakil Ketua KPK lainnya, Nurul Ghufron, juga membenarkan adanya OTT tersebut. "KPK telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap penyelenggara negara di wilayah Pekanbaru, Riau," ungkap Ghufron.
Berdasarkan informasi yang beredar, OTT ini terkait proyek pengelolaan sampah tahun 2025 senilai Rp44 miliar. Dugaan awal menyebutkan bahwa ada uang sebesar Rp3 miliar dalam bentuk dolar yang diberikan kepada salah satu pejabat daerah di Pekanbaru terkait dengan proyek Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sampah 2025.
Setelah penangkapan, para pihak yang diamankan langsung dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pantauan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di Mapolresta Pekanbaru sejak pukul 21.00 WIB. Beberapa personel Satuan Brimob Polda Riau terlihat hadir untuk mendukung pengamanan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK.
Hingga berita ini diterbitkan, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait detail operasi tersebut.
Mendagri Tunjuk Pengganti Sementara Pj Wako
Sementara itu, Kemendagri akan segera menunjuk pengganti sementara untuk memastikan jalannya pemerintahan di Kota Pekanbaru tidak terganggu.
"Hari ini, Kemendagri akan menugaskan seorang ASN pimpinan tinggi pratama sebagai pengganti sementara untuk menjamin administrasi pemerintahan tetap berjalan baik," ujar Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.
Ia juga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh kepala daerah dan pejabat lainnya.
"Kasus ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pejabat untuk menghindari korupsi dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab," tegasnya. (src, grc)
Komentar Anda :