Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Peristiwa
Gajah Masuk Areal Perkebunan di Kecamatan Kampar, BBKSDA Riau Turun ke Lokasi
Rabu, 12 Juni 2024 - 13:33:38 WIB

SULUHRIAU, Kampar- Konflik gajah dengan manusia terjadi di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Gajah Sumatera masuk ke area perkebunan di wilayah setempat.

Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Genman S Hasibuan, memastikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk menangani masalah ini.

Tim tersebut diharapkan dapat mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh gajah dan membantu menenangkan warga yang panik.

Dalam analisa sementara yang disampaikan oleh Genman, lokasi konflik antara gajah dan manusia tersebut berada di dalam dan sekitar Hutan Produksi Konversi (HPK) yang merupakan habitat alami gajah. Hal ini menyebabkan gajah berulang kali mendatangi area kebun sawit warga.

"Lokasi kebun sawit di dalam dan di sekitar HPK menjadi habitat gajah. Gajah berulang kali menyambangi lokasi karena kondisi tersebut," kata Genman dikutip Rabu (12/6/2024).

Genman menjelaskan bahwa Tim BBKSDA Riau sudah sering kali melakukan penggiringan terhadap gajah bersama pemerintah desa setempat. Namun, meskipun upaya ini telah dilakukan berulang kali, gajah tetap kembali ke area kebun setelah tim meninggalkan lokasi.

BBKSDA Riau, lanjut Genman, akan terus berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk menindaklanjuti penanganan konflik ini. Dirinya meminta warga tetap waspada dan tidak melakukan tindakan anarkis terhadap gajah yang merupakan fauna dilindungi oleh negara.

“Gajah yang teridentifikasi hanya satu ekor dan belum pernah terlihat oleh tim di lapangan. Karena ketika tim tiba di lokasi, gajah menjauh dari kebun warga dan ketika tim pergi, gajah kembali lagi datang,” jelas Genman.

Warga berharap agar pihak terkait dapat segera menemukan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini. Mereka khawatir bahwa kerusakan yang terus-menerus akan mengancam mata pencaharian mereka dan memperburuk kondisi ekonomi desa.

Situasi ini juga menjadi perhatian bagi para pemerhati lingkungan dan satwa liar, mengingat gajah Sumatera adalah spesies yang terancam punah. Konflik ini menunjukkan pentingnya mencari solusi yang dapat melindungi baik kepentingan manusia maupun kelestarian alam.

BBKSDA Riau akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berusaha menemukan cara yang paling efektif untuk menangani konflik ini.

Genman menekankan bahwa upaya bersama antara pemerintah, warga, dan pihak terkait sangat diperlukan untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.  (mcr)



 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat