Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Opini
Musim Hujan, Banjir Jadi 'Momok' Warga Kota Pekanbaru
Minggu, 09 Juni 2024 - 13:46:46 WIB
Irham Khairi

JIKA bulan-bulan musim penghujan yang identik seperti Oktober, November dan Desember, atau di bulan lainnya, bagi warga Kota Pekanbaru Provinsi Riau suatu keadaan yang membuat tidak nyaman dan merisaukan.

Ini karena Pekabaru selalu terkena banjir di musim-musim hujan tersebut. Persoalan banjir di Kota Pekanbaru ini sangat miris, seakan menjadikan 'hantu' (momok) yang menakutkan bagi warga kota ini.

Bukan hanya takut karena rumahnya saja yang terendam, tetapi warga yang sedang berada di kantor, tengah di Kampus, di sekolah, di jalan dan tempat lainya memikirkan susahnya pulang ke rumah, karena jalan-jalan yang akan dilewati juga akan terendam bak laut tumpah ke darat. Kota Pekanbaru yang diberikan julukan "Bertuah" berubah menjadi kota "berkuah"

Nah, sebenarnya topografi Kota Pekanbaru menurut para ahli, beberapa wilayah lebih rendah dari permukaan laut.  Namun, tentu saja bukan ini menjadi alasan, kalau masalah banjir di Kota Pekanbaru tidak diatasi oleh Pemerintah dalam hal ini Pemko Pekanbaru ataupun Pemrov Riau mengingat Pekanbaru ibu Kota Provinsi Riau.

Karena banyak cara bisa dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pekanbaru. Sayang sekali hal ini dinilai belum maksimal dilakukan.

Hal ini banyak alasan menjadi faktor penyebabnya, misalnya anggaran seret, sehingga minim dana untuk penanganan banjir ini.

Namun, di sisi lain, diakui atau tidak, penuntasan masalah banjir di Pekanbaru, tidak bisa hanya dibebankan penanganannya kepada pemerintah saja, tapi juga peran warga kota ini dengan menjaga lingkungan, tidak membuang sampah ke aliran sungai atau anak sungai, drainase dan parit-parit lingkungan.

Nah, ini juga lah salah satu dilema, karena masyarakat juga belum sepenuhnya berperan dalam menjaga lingkungan masing-masing,  sehingga banjir tidak pernah teratasi di Pekanbaru ini. Padahal, jika bergerak dan satu persepsi dalam hal ini tidak ada yang mustahil, bisa diatasi.

Pemerintah tentu juga menyadari hal ini, karena menyangkut hajat orang banyak. Betapa banyak rumah warga terendam, tidak ada konpensasi dari pemerintah atas kerusakan perabot rumah dan sebagainya.

Semestinnyalah ke depan Pekanbaru berkaca dalam penanganan kota ini, terutama hal perbaikan drainase seperti dilakukan banyak kota di Indoenesia dan dunia dengan memanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin APBD yang ada setiap tahunnya yang didukung dengan sumber daya yang ada.

Jika ini dilakukan, banjir yang menjadi momok yang menakutkan bagi warga kota ini akan sirna, wargapun tenteram dan nyaman menghuni Kota Pekanbaru milik mu, milik ku dan milik kita semua. Semoga (*)
___________
Penulis: Irham Khairi, Mahasiswa Fisipol UIR, Prodi Ilmu Pemerintahan (NPM: 237310364).




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat