Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
Studi Ungkap Fakta Ilmiah Galon BPA, Jangan Mau Dibohongi!
Kamis, 30 November 2023 - 12:01:32 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU- Anda mungkin sering mendengar bahwa banyak kemasan plastik yang digunakan manusia saat ini mengandung BPA. Apa sebenarnya BPA?

Mengutip Healthline, Bisphenol-A (BPA) adalah bahan kimia industri yang digunakan dalam pembuatan plastik. Zat ini juga ditambahkan ke banyak produk komersial, termasuk wadah makanan, botol bayi, botol air plastik, dan produk kebersihan.

BPA telah digunakan sejak tahun 1960 untuk memproduksi plastik kemasan makanan dan keperluan dapur yang kuat.

Amankah galon BPA?

Banyak orang khawatir dengan paparan BPA karena zat kimia tersebut dapat keluar dari wadah dan masuk ke dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi manusia. Hal ini terutama berlaku untuk makanan atau minuman yang dapat disimpan dalam waktu lama dalam wadah yang mengandung BPA, seperti air kemasan galon.

Faktanya, paparan BPA ternyata ada di mana-mana. Mengutip Healthline, penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang berusia di atas 6 tahun memiliki jumlah BPA yang dapat diukur dalam urin mereka. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central pada 2019 menemukan bahwa sekitar 85% anak-anak Korea di bawah usia 2 tahun memiliki kadar BPA yang terdeteksi dalam urin mereka.

Para peneliti telah menemukan bahwa paparan BPA bisa mengganggu kesehatan, karena BPA meniru struktur dan fungsi hormon estrogen. Artinya BPA dapat berikatan dengan reseptor estrogen dan memengaruhi proses tubuh, seperti pertumbuhan, perbaikan sel, perkembangan janin, tingkat energi, dan reproduksi.

Level aman BPA

Menurut laporan tahun 2014 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), paparan BPA di bawah 5 mg per kg berat badan per hari masih aman.

Kebanyakan orang hanya terpapar 0,2-0,5 mikrogram per kg berat badan per hari.

Faktanya, FDA masih mengakui BPA sebagai bahan tambahan yang aman dalam kemasan makanan, meskipun badan tersebut melarang produsen menggunakan BPA dalam kaleng susu formula bayi, botol bayi, dan cangkir sippy pada tahun 2012.

Terlepas dari itu, beberapa penelitian baru menunjukkan bahwa, meski pada tingkat "aman" yang ditetapkan, paparan BPA dapat menyebabkan atau berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan.

Daftar barang yang mengandung BPA:

* Barang dikemas dalam wadah plastik
* Makanan kaleng
* Perlengkapan mandi
* Produk menstruasi
* CD dan DVD
* Elektronik rumah tangga
* Lensa kacamata
* Peralatan olahraga
* Sealant tambalan gigi.

Sumber: CNBCIndonesia.com
Editor: Khairul





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat