Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
Akhir Tahun Gemuruh Terdengar, Peselancar dari Jepang dan Bali Mulai Datang Ingin Jajal Ombak Bono
Selasa, 28 November 2023 - 16:54:14 WIB

SULUHRIAU, Pelalawan - Memasuki akhir tahun, gemuruh suara gelombang pasang besar mulai terdengar dari hilir Sungai Kampar.

Ombaknya menggulung masuk dari arah pantai Timur Sumatera menuju Desa Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Ombak Bono! begitu warga Desa Teluk Meranti menyebutnya. Fenomena alam ini muncul ketika pasang bulan purnama pada  awal tahun dan menjelang akhir tahun.

Di tengah gemuruhnya air sungai, tampak keindahan ombak yang menggulung-gulung seperti mengisyaratkan pelancong untuk datang melihatnya.

Keajaiban tersebut menjadi sorotan para warga setempat dan perhatian wisatawan. Rasa penasaran terpicu untuk menyaksikan gelombang tinggi yang menggulung di permukaan Sungai Kampar.

Bono merupakan suatu kejadian alam yang unik, fenomena ini terjadi ketika arus sungai dan arus laut beradu. Lalu ada pertemuan di mulut muara, yaitu dari Sungai Kampar dan Selat Malaka.

Gabungan arus ini menciptakan ombak yang meliuk-liuk, membentuk gelombang besar yang mampu menjalar hingga puluhan kilometer ke hulu sungai. Ombak yang disebut Seven Ghost atau Tujuh hantu itu mampu bertahan hingga dua jam lamanya. Kemudian, bono akan menghilang di hulu.

Gelombang ini hanya terjadi pada saat-saat tertentu, terutama pada periode pasang purnama. Ombak besar bisa disaksikan pada Oktober hingga Desember. Bono akan kembali datang antara Februari hingga Maret. Namun, tak sebesar sebelumnya.

Ombak bono banyak mendatangkan para wisatawan. Apalagi bagi pecinta olahraga surfing, tentu saja menjadikan kawasan itu sebagai wahana selancar dengan menggunakan sebilah papan untuk bermanuver.

Pemandu wisata di Teluk Meranti, Eddie Bono mengatakan, dalam hitungan awal tahun 2023 hingga sekarang, sudah berbagai wisawatan asing dan lokal yang datang. Menurutnya, turis-turis tersebut bukan hanya berasal dari benua Asia saja tetapi ada juga yang rela jauh-jauh dari negeri Paman Sam.

“Sejak awal tahun kemarin, sudah ada wisatawan dari Australia, Brasil, Amerika dan lainnya. Hari ini tadi kita kedatangan peselancar dari Bali dua orang dan satu peselancar Internasional asalnya itu dari Jepang," kata Eddie, Selasa, (27/11/2023).

Dijelaskan Eddie, bahwa tahun ini diperkirakan puncak ombak bono di Sungai Kampar Teluk Meranti berada pada tanggal 29 November hingga 1 Desember.

Ia menambahkan, prediksi tersebut dihitung berdasarkan kemunculan bulan dan pendapat masyarakat yang ahli memahami karakteristik ombak.

"Puncak gelombang Bono ini diprediksi tanggal 29 November. Tapi, sebenarnya pada tanggal 30 November sampai 1 Desember itu masih ada bono.

Tinggi bono tahun ini yang sudah nampak, kurang lebih itu ada tiga meter, selama wisatawan berselancar kami ada mendampingi sebagai tim rescue," ucap Eddie.

Eddie menerangkan, bagi wisatawan yang ingin melancong tak usah khawatir untuk mencari tempat istirahat. Di Desa Teluk Meranti sudah ada dua penginapan. Lokasinya tidak begitu jauh dari lokasi ombak Bono.

"Penginapan yang terdekat ada dua, Mega Lestari dan Ogies Hotel. Harga yang  ditawarkan per-malamnya itu mulai dari 150 ribu rupiah," terangnya.

Begitupun untuk tempat makan, pelancong jangan takut kelaparan tidak mendapatkan asupan. Sebab di sekitar lokasi dermaga Kampung Bono, banyak berbagai kuliner dan kudapan yang bisa disantap wisatawan.

"Kalau ingin mencari makanan, di sekitar tepian darmaga ini telah banyak disediakan tempat makan, tinggal pilih saja,” ucapnya.

Ombak Bono mampu mengundang kagum para turis asing. Fenomena itu tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi bukti Indahnya keberagaman alam Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat mengatakan, pemerintah selalu berupaya untuk mengembangkan wisata bono agar dikenal dunia dan menjadi tujuan wisatawan. Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Riau, dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus mempromosikan event ini.

"Pemkab Pelalawan melirik bono sebagai potensi pariwisata, khususnya bagi turis dengan minat khusus seperti para peselancar. Tak hanya itu, pemerintah juga menggelar event tahunan, International Bono Surfing Festival serta Bekudo Bono.

Kemudian, melakukan peningkatkan promosi bono surfing atau event supporting destination dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan perairan sungai," ucap Roni.

Saat ini aksesibilitas ke lokasi ombak bono sudah mulai bagus. Tidak sulit kalau mau ke desa tersebut. Fenomena ombak bono ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif dalam mempromosikan produk unggulan lokal, serta meningkatkan kesempatan bagi masyarakat.

Untuk menuju ke lokasi Bono pengunjung bisa melakukan perjalanan darat selama empat jam dari Pekanbaru. Pada tahun lalu, sebanyak 12 peselancar dari sejumlah negara telah menjajal ombak Bono, Di antaranya dari Rusia, Singapura, Inggris, Australia, Portugal, Austria, Jerman, dan negara lainnya.

Warga lokal menyebut agenda wisata ini dengan jenama Bekudo Bono. Acaranya dirangkum dengan atraksi kesenian, permainan rakyat, pagelaran budaya hingga terdapat bazar usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Pengunjung tak harus berselancar untuk menikmati Bono Sungai Kampar. Mereka juga bisa menikmati fenomena alam itu di Desa Teluk Meranti dekat muara Sungai Serkap anak Sungai Kampar atau di Desa Pulau Muda.

Menukil data Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, pemerintah membangun jalan lintas Bono dengan anggaran Rp93,86 miliar lebih.

Pembiayaan pembangunan jalan lintas tersebut sebesar Rp93,86 miliar lebih itu bersumber APBD Riau tahun 2023 sebesar Rp53,86 miliar dan Rp40 miliar dari Inpres Jalan Daerah Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.

Pembangunan jalan lintas Bono dilakukan pada ruas Jalan Simpang Bunut-Teluk Meranti sepanjang 84,59 km. Kemudian, pada Jalan Teluk Meranti-Sebekek sepanjang 50,88 km, dan Jalan Sebekek-Guntung sepanjang 98,12 km. (mcr)




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat