Sabtu, 03 Oktober 2026 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar | Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD | Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi | Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar | PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id | Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
 
 
☰ Gaya Hidup
Intip Tradisi Suku Bayankole, Mempelai Pria Harus Tidur dengan Bibi Mempelai Wanita Sebelum Menikah
Sabtu, 15 Juli 2023 - 06:43:00 WIB
Foto Yutube wow dunia

SULUHRIAU- Ini adalah tradisi Suku Bayankole yang mengharuskan pengantin pria untuk tidur bersama bibi mempelai wanita. Suku Bayankole adalah suku yang berada di Uganda, Afrika Timur.

Salah satu ciri khas yang dimiliki Suku Bayankole ini adalah tradisi perkawinan.

Jika mempelai pria akan menikah, ia harus tidur bersama bibi dari mempelai wanita.  

Berikut ini beberapa tradisi dari Suku Bayankole: 

1. Harus tidur dengan bibi mempelai wanita

Salah satu suku yang dimiliki tradisi unik ini adalah Suku Bayankole di Uganda.

Mereka memiliki tradisi unik dalam prosesi pernikahan. Suku ini yang mewajibkan bibi dari mempelai wanita untuk tidur dengan mempelai pria.

Suku Bayankole telah mempersiapkan diri untuk menikah dengan seorang wanita sejak mereka berusia 8-9 tahun.  

Persiapan pernikahan ini dilakukan oleh bibi mempelai wanita, mengajarinya berbagai hal agar supaya dapat berperilaku sebagai istri.  

2. Tes Keperawanan

Bibi terlebih dahulu menguji keperawanan gadis-gadis tersebut. Jika diterima, maka akan melanjutkan ke proses berikutnya.

Ini karena gadis Bayankole sangat menghargai keperawanan dan kurang pengalaman tentang pengetahuan hubungan seksual.

Karena itu, bibi mempelai dari wanita menguji kehebatan seksual dari mempelai pria dengan melakukan hubungan seks dengannya.

Hal ini dilakukan agar bibi dari mempelai Wanita mengetahui jika mempelai pria adalah orang yang kuat. Sayangnya, praktik yang di lakukan ini cukup berbahaya karena bisa menularkan penyakit.  

3. Standar Kecantikan

Suku Banyankole yang memiliki standar kecantikan, seperti dengan cara mencekok paksa anak perempuan dengan berbagai makanan seperti daging sapi, susu, dan jawawut agar tubuhnya tetap montok. Ini karena standar kecantikan dari tradisi suku Banankole adalah gadis yang gemuk.

4. Ancaman Hukuman Mati

Anak perempuan juga selalu diperingatkan untuk tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. Pelanggaran aturan ini dapat mengakibatkan hukuman mati atau pengucilan sosial.

Saat gadis-gadis itu siap untuk pernikahan, mempelai pria memberikan 2 hingga 10 ekor sapi, kambing, atau bir sebagai hadiah pernikahan. Namun, ini bukanlah akhir dari proses pernikahan.

Sumber: tvonenews.com
Editor: Khairul





 
Berita Lainnya :
  • Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
  • Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
  • Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
  • Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
  • PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
    02 Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
    03 Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
    04 Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
    05 PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
    06 Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
    07 Wantimpres Resmi Dilantik, 26 Tokoh Termasuk Rocky Gerung dan Quraish Shihab
    08 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
    09 Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
    10 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
    11 Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
    12 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    13 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    14 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    15 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    16 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    17 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    18 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    19 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    20 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    21 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    22 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat