Selasa, 23 Juli 2024
Penanganan Sampah tak Maksimal, Warga Buang Sampah di Kantor Bupati dan DPRD | Mulai Dilaksanakan, Pemko Pekanbaru Siapkan 1.533 Pos Sukseskan PIN Polio | Bupati Natuna Hadiri Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi DPRD Terhadap Ranperda TA 2024 | Potret Kota Gosong di Bangladesh Dibakar karena Kuota PNS, Gedung-Mobil-JPO Hangus | Polres Kampar Ringkus Pelaku Narkoba di Kelurahan Langgini | Kabel Fiber Optik Melintang di Pekanbaru Makan Korban, Jerat Leher Seorang Perempuan
 
Daerah
Tak Jauh dari Lokasi Hanyut,
Mahasiswa PCR Tenggelam di Sungai Kampar Pulau Cinta Ditemukan Meninggal

Daerah - - Rabu, 07/06/2023 - 20:57:50 WIB

SULUHRIAU, Kampar-  Mahasiawa Politekni Caltex Riau (PCR) akhirnya ditemukan setelah lima hari dilakukan pencarian.

Mahasiswa bernama Candra Ari Kusuma (19), warga Pasir Utama, Desa Pasir Utama, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rohul ditemukan sudah tidak bernyawa, Rabu (7/6/2023)

Tim Basarnas Riau, BPBD Kampar, Tagana Kabupaten Kampar serta pihak Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang berjibaku melakukan pencarian hingga korban ditemukan.

Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru. Korban ditemukan sekitar 200 meter ke arah hilir dari lokasi kejadian.

"Korban ditemukan dalam keadaan telungkup dan meninggal dunia. Setelah diperiksa di RS Bhayangkara Pekanbaru, korban langsung dibawa ke rumah duka oleh keluarganya" jelas Kapolres Kampar AKBP Didik Priyo Sambodo melalui Kapolsek Tambang AKP Marupa Sibarani.

Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, ia sudah dalam keadaan membusuk dan ditemukan memar pada pelipis sebelah kanan dan luka lecet pada dada sebelah kiri akibat kekerasan benda tumpul.

"Sebab korban meninggal tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan pemeriksaan bedah mayat (otopsi), karena pihak keluarga menolak dan menandatangani surat pernyataan penolakan otosi, "tutur Kapolsek.

Berdasarkan pola dan gambaran luka pada daerah pelipis dan dada tidak signifikan menimbulkan kematian dan tidak bertentangan dengan kasus kematian akibat tenggelam. "Perkiraan saat kematian 3-7 hari sebelum dilakukan pemeriksaan. Dan ini hasil pemeriksaan dari DR. Joster Hartanto di RS Bhayangkara Pekanbaru,"ungkap Marupa.

Seperti diberitakan, peristiwa hanyutnya mahasiwa PCR itu terjadi Sabtu (3/6/2023) sekira pukul 06.00 Wib. Korban bersama 69 orang Mahasiswa PCR Fakultas Teknik Listrik mendatangi Dusun II Teluk Jering Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, untuk Pengukuhan Calon Anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Listrik PCR.

Sekira pukul 11.00 Wib, korban bersama sejumlah teman-temannya diperintahkan seniornya untuk membersihkan badan di sungai setelah berendam di kubangan lumpur, lalu salah satu senior yg tidak tahu namanya menyuruh korban bersama Ari Dodi Romeo, Fikri Nakwan Rosandri, Septia Riandra Mandala untuk menutup mata pakai kain hitam dan memegang tongkat selanjutnya dipandu oleh senior Rizal Akbar hingga ke sungai.

Lalu Aldi Pratama yang saat itu mendampingi korban berkata, "saya gak bisa berenang, ke tepilah lagi", dan tidak lama korban bersama Ari Dodi Romeo, Fikri Nakwan Rosandri, Septia Riandra Mandala berteriak minta tolong dan Aldi Pratama langsung berusaha menarik Septia Riandra Mandala, sedangkan Fikri Nakwan Rosandri dan Ari Dodi Romeo ditolong oleh senior David, akan tetapi korban tidak dapat ditolong dan langsung hanyut.

Setelah lima hari berselang dari kejadin, hari ini korban ditemukan sudah menjadi mayat. (src,hpk)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Disclaimer |Redaksi
Copyright 2012-2024 SULUH RIAU , All Rights Reserved