Selasa, 23 Juli 2024
Mulai Dilaksanakan, Pemko Pekanbaru Siapkan 1.533 Pos Sukseskan PIN Polio | Bupati Natuna Hadiri Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi DPRD Terhadap Ranperda TA 2024 | Potret Kota Gosong di Bangladesh Dibakar karena Kuota PNS, Gedung-Mobil-JPO Hangus | Polres Kampar Ringkus Pelaku Narkoba di Kelurahan Langgini | Kabel Fiber Optik Melintang di Pekanbaru Makan Korban, Jerat Leher Seorang Perempuan | Wardan Dicopot dari Ketua DPD Golkar Inhil, Karena Imbas Ini?
 
Internasional
Swedia Resmi Jadikan Seks Sebagai Olahraga, Akan Gelar Kejuaraan Seks Eropa Pertama Juni Ini

Internasional - - Senin, 05/06/2023 - 20:12:03 WIB

SULUHRIAU- Swedia secara resmi telah mengumumkan seks sebagai olahraga. Ya, Anda membacanya dengan benar.

Swedia menjadi negara pertama yang mendaftarkan seks sebagai olahraga. Negara tersebut juga akan mengadakan kejuaraan seks Eropa pertama di Gothenburg pada 8 Juni 2023 mendatang.

Dilansir dari Hindustan Times, Senin (5/6/2023), kompetisi itu akan berlangsung di bawah bimbingan Federasi Seks Swedia dan akan berlangsung selama enam minggu.

Ini akan melibatkan peserta dalam aktivitas seksual, termasuk rayuan, seks oral, penetrasi, daya tahan, pijat tubuh, pemanasan, menjelajahi zona erotis, dan banyak lagi.

Para kontestan di kejuaraan seks Eropa ini akan berkompetisi dalam waktu enam jam setiap hari, dengan pertandingan individu berlangsung selama 45 hingga 60 menit, menurut beberapa laporan. Pada pendaftaran awal, 20 orang dari berbagai negara akan berpartisipasi dalam kompetisi ini.

Sementara panel yang terdiri dari tiga juri akan menentukan pemenang kejuaraan, penonton juga akan memengaruhi keputusan kompetisi seks ini. Mereka akan dinilai dari beberapa aspek aktivitas seksual.

Keputusan akhir akan bergantung pada beberapa faktor, seperti chemistry antara pasangan, pengetahuan tentang seks, tingkat daya tahan tubuh dan lain-lain.

Kabarnya, pasangan dengan pengetahuan 'Kamasutra', akan menerima poin bonus. Selain itu, kejuaraan ini untuk keberagaman dan telah mendorong orang-orang dari berbagai orientasi seksual untuk berpartisipasi.

Orientasi Seksual dapat Memainkan Peran Penting

Penyelenggara percaya bahwa orientasi seksual dapat memainkan peran penting dalam kompetisi dan mempengaruhi hasil pertandingan.

"Penggabungan orientasi seksual sebagai bagian dari taktik olahraga akan menjadi terobosan perkembangan di antara negara-negara Eropa," kata Ketua Federasi Seks Swedia, Dragan Bratych.

Dia menambahkan, "Sama seperti olahraga lainnya, mencapai hasil yang diinginkan dalam seks membutuhkan pelatihan. Oleh karena itu, masuk akal bagi orang untuk mulai berkompetisi di bidang ini juga." Menurut Bratych, mengakui seks sebagai olahraga tidak bisa dihindari.

Tentunya hal ini juga menjadi perdebatan bagi banyak kalangan. Meski begitu hal tersebut seolah tak akan memengaruhi jalannya kompetisi itu.

Dilansir dari Live Mint, Minggu (4/6/2023), kejuaraan Seks Eropa akan dimulai pada 8 Juni dan berlangsung selama enam minggu.

Para peserta yang berpartisipasi dalam kompetisi seks akan melakukan sesi seks yang bisa berlangsung hingga enam jam setiap hari. Pemenang kompetisi seks akan diputuskan oleh dewan juri dan penonton juga akan mempengaruhi keputusan akhir.

Laporan tersebut mengklaim bahwa penonton juga akan mempengaruhi keputusan kompetisi seks dan akan memperhatikan beberapa aspek aktivitas seksual. Keputusan akhir tentang pemenang akan diambil setelah mempertimbangkan faktor-faktor seperti chemistry antara pasangan, pengetahuan tentang seks, tingkat daya tahan tubuh dan lain lain.

Perhatian lebih akan diberikan pada pengetahuan tentang Kamasutra, kitab suci Sanskerta tentang seks dan erotisme. Pengetahuan peserta tentang Kamasutra akan berperan dalam pengambilan keputusan dan para peserta akan mendapatkan poin.

Selain itu, kejuaraan tersebut telah mendorong orang-orang dari berbagai orientasi seksual dan menegaskan rasa hormatnya terhadap keragaman.

Mengekspresikan kegembiraan mereka atas acara tersebut, penyelenggara kompetisi seks mengatakan bahwa penggabungan orientasi seksual sebagai bagian dari taktik olahraga akan menjadi terobosan perkembangan di antara negara-negara Eropa.

Media sosial dipenuhi dengan beragam reaksi dari netizen atas pengumuman kompetisi seks dengan orang-orang yang mendukung langkah itu untuk menghilangkan hambatan terkait seks sementara yang lain menyatakan skeptis.

Sumber: liputan6.com, Sindonews.com
Editor: Khairul





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Disclaimer |Redaksi
Copyright 2012-2024 SULUH RIAU , All Rights Reserved