Jum'at, 03 Februari 2023
Banjir 2 Meter Terjadi di Kelurahan Maharatu, Basarnas Evakuasi Bayi 3 Bulan dan Sejumlah Warga | | Dua Dekade APUPPT, Pj Bupati Kampar Dampingi Ketua PPATK RI Penanaman Pohon di Birandang | Kapolres Kampar Diskusi dengan Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat, Singgung Soal PT Ayau | HUT ke-15 Partai Gerindra di Pekanbaru Bertabur Doorprize, Mobil hingga Puluhan Motor | Cegah Stunting, Sat Lantas Polres Kampar Berbagi Susu Ibu Hamil dan Sembako
 
Kesehatan
Tim Observasi DPKH Riau Cek Penyakit Sapi Ngorok di Rohul

Kesehatan - - Kamis, 03/11/2022 - 12:05:58 WIB
Petugas TNI dan terkait di Rohul saat memantau peyakit ngorok sapi.
TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU, Pekanbaru- Hari ini, tim observasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau cek penyakit sapi ngorok di Rokan Hulu (Rohul).

Tim ini nantinya akan melakukan observasi langsung ke jalangan (padang rumput) kerbau, guna mengecek langsung kasus kematian disebabkan penyakit septicemia epizootica (SE) atau sapi ngorok, pada hewan memamah biak tersebut.  

"Hari ini tim kita akan turun. Kita observasi langsung ke jalangan kerbau," kata Kepala Dinas PKH Riau, Herman melalui Subkor Kelambagaan Sumber Daya Kesehatan Hewan dan Pengawasan Obat Hewan PKH Provinsi Riau, drh Revalita Budiani, Kamis (3/11/22).

Oveservasi langsung ke jalangan kerbau yang ada di Rohul ini, salah satunya untuk memastikan sumber penyebaran penyakit. Kemudian, mengidentifikasi penyebaran penyakit di sekitaran jalang, yang sudah ada kasus kematian hewan. 

"Yang kita observasi seperti awalnya hewan terpapar penyakit masuk dari mana. Sempat dibawa kemana saja, termasuk asak hewannya. Memang sebelumnya Kampar terlebih dahulu ada kasus yang sama. Tapi kita harus pastikan dulu," jelas drh Revalita.

Menurutnya, kematian hewan kerbau yang sudah mencapai ratusan di Rohul wajib jadi perhatian. Tim observasi berharap penyakit sapi ngorok ini tidak menyebar kemana-kemana.

Karena itu, dari kunjungan ke jalagan kerbau, tim juga akan melibatkan peternak untuk untuk mengetahui secara detil berkaitan dengan penyakit sapi ngorok tersebut.

Sementara, hewan-hewan kerbau di jalangan baik yang masih sehat atau pun sudah menunjukan gejala penyakit akan diperiksa kesehatannya. Tim observasi sendiri sudah menyiapkan obat-obatan sepertu antibotik dan vitamin untuk 200 ekor kerbau.

"Kita cek dulu mana yang perlu diberikan obat-obatan. Ada berapa macam kita bawa, ada antibiotik, ada vitamin juga," pungkas drh Revalita. (mcr)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved