Jumat, 02 Oktober 2026 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda | Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah | 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik | Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita | Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
 
 
☰ Sosial Budaya
Opini
Gugur Bintang
Senin, 17 Oktober 2022 - 08:09:48 WIB
H Abdul Wahid

SEPERTI Petuah Nenek moyang kita dahulu “Lain Padang  Lain Ilalang” lain Negara lain pula proglemnya, kalau di Ukraina yang sedang berperang melawan Rusia, para Jendral Bintang Satu, Dua, Tiga dan Empat di jajaran meliter dihadapkan pada kenyataan hidup atau mati Gugur di medan pertempuran sebagai pahlawan.  
Di Indonesia Negara tercinta ini marak pula Gugur Para Bintang, tapi bukan dari dijajaran meliter, bukan juga gugur  di medan tempur sebagai pahlawan. Namun Gugur Bintang itu justru sebagai pengkianat institusi, bangsa dan negara yang telah memberikan Bintang kepadanya.

Masgul gunda dan gulana, seperti kabut hitam dari titik api menebarkan asap yang melanda negeri Lancang Kuning saat musim Kemarau tiba, seperti itulah gambaran terasa melihat kenyataan begitu banyak oknum yang menebarkan asap di Institusi Kebanggaan Anak Bangsa, yaitu Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Kemana lagi rakyat akan mengadu, kalau penegak hukum justru berbuat melawan hukum, kemana pula mau berlindung, kalau pelindung justru melindungi kejahatan, apalagi mau diharap, kalau semua sudah bersubhat dengan penjahat.  

Cermin Retak

 Kepolisian Negara Republik Indonesia (disingkat Polri) adalah Kepolisian Nasional di Indonesia, yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Sebelumnya organisasi ini bernama Badan Kepolisian Negara (BKN), Djawatan Kepolisian Negara (DKN) dan Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI).

Polri mempunyai moto Rastra Sewakotama yang artinya Abdi Utama bagi Nusa Bangsa. Polri mengemban tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. (Wikipedia)

Ibarat Cermin Institusi POLRI Retak oleh ulah para oknum yang bertindak dan berbuat mendua, seakan patuh pada institusi dalam penegakan hukum, namun dibelakang berbuat dan bersatu dengan para pelawan hukum. Mereka sudah mengorban harga diri, dan institusi tak terbersit padanya betapa ribuan anggota Polri yang bertugas dalam hujan dan panas, malam dan siang menjaga keamanan seentero negeri.

Dua kasus yang memprihatinkan, pertama Kasus pembunuhan kepada Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J menjadikan tiga perwira tinggi (Pati) Polri kehilangan jabatannya. Seperti diketahui bahwa pihak tim khusus Kapolri telah memeriksa 25 orang dalam kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo. Kasus ini mengakibatkan tewasnya Brigadir J. Dari ke 25 orang tersebut, Kapolri mengatakan bahwa tiga di antaranya merupakan perwira tinggi (Pati) bintang satu yang diperiksa oleh tim khusus. (https://kabar24.bisnis.com/read/20220811).

Kedua, Kasus narkoba dimana Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya turut menangkap 4 anggota polisi yang terlibat dalam kasus narkoba Irjen Teddy Minahasa. Keempat polisi tersebut juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Keempat anggota polisi itu adalah sebagai berikut, Aipda AD, anggota Satresnarkoba Polres Jakbar, Kompol KS, Kapolsek Kali Baru Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Aiptu J, anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dan AKBP Doddy Prawira Negara, Kabagada Rolog Sumbar, mantan Kapolres Bukittinggi Polda Sumbar. (https://news.detik.com/berita/d-6350129/).

Pertaruhan Polri

Peneliti dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) bidang kepolisian Bambang Rukminto menilai, kasus demi kasus di tubuh Polri ini menjadi pertaruhan citra Korps Bhayangkara di mata publik. Dia mengatakan, pengungkapan kasus peredaran narkoba Irjen Teddy Minahasa saja tak cukup untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri.

Sebabnya, Polri masih punya PR besar untuk menuntaskan kasus dugaan pembunuhan berencana yang menyeret nama Ferdy Sambo, dugaan jaringan judi online di kepolisian, hingga tragedi Stadion Kanjuruhan.

"Terlalu banyak bila PR-PR sebelumnya seperti penuntasan kasus obstruction of justice terkait Sambo, konsorsium judi 303, tragedi Kanjuruhan tidak segera dituntaskan juga," tuturnya.

Alih-alih meningkatkan kepercayaan publik, kata Bambang, Penetapan Teddy Minahasa sebagai tersangka kasus peredaran narkoba justru memunculkan asumsi adanya perang antarfaksi di internal Polri. Kondisi demikian mungkin terjadi mengingat pola pembinaan karier SDM Polri masih jauh dari meritokrasi dan lebih mementingkan kedekatan, kolusi, atau nepotisme. (https://nasional.kompas.com/read/2022/10/15/15304311/)

Kembali Bercermin

Sejarah sudah mencatat dengan tinta emas sosok polisi yang menjadi penganyom, pelayan, pelindung dan tauladan dalam kehidupan dan penegakan hukum, figur yang mestinya menjadi suri tauladan dan spirit bagi seluruh jajaran di kepolisian, jangan hanya sekedar menjadi motto, pesan dalam kata, namun tidak berbekas dalam tindakan dan perbuatan.
Adalah Jendral Hoegeng Imam Santoso merupakan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ke-5 yang bertugas dari 1968-1971. Hoegeng dikenal sebagai polisi yang jujur, sederhana, dan antikorupsi.

Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bahkan menyebutnya sebagai salah satu dari tiga polisi yang tidak bisa disuap, selain polisi tidur dan patung polisi.

"Baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik," pesan Hoegeng dalam sebuah unggahan Divisi Humas Polri melalui akun resmi Twitternya @DivHumas_Polri, Rabu (10/11/2021).

Kemudian  Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Sadsuitubun alias KS Tubun (14 Oktober 1928–1 Oktober 1965) adalah pengawal J Leimena yang menjadi salah satu korban Gerakan 30 September PKI pada 1965. Dia diangkat menjadi seorang Pahlawan Revolusi.

"Jangan khawatir, saya pasti kembali. Kalau toh aku harus mati, pastilah aku mati di Jakarta pada kejadian yang luar biasa," pesan KS Tubun kepada istrinya setiap kali akan berangkat bertugas.

Seluruh rakyat Indonesia tentu berharap dan berdoa, semoga prahara di Polri ini segera berlalu, badai terkadang diperlukan untuk membersihkan dan emas mesti disepuh untuk mengembalikan kemurniannya. Apa yang telah terjadi tentunya menjadi pelajaran bagi para bintang yang lain agar tidak GUGUR dalam tugas akibat senjata makan tuan. Cukup sudah apa yang terjadi jangan terulang kembali. Polri adalah institusi penegak hukum, pelayan, pengayom dan pelindung seluruh masyarakat Indonesia. (*)

Penulis adalah mantan Ketua KPU Pekanbaru saat ini Plt Kakan Kemeng Pekanbaru (Isi tulisan sepenuhnya tanggaungjawab penulis)




 
Berita Lainnya :
  • Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
  • Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
  • 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
  • Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
    02 Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
    03 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
    04 Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
    05 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    06 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    07 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    08 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    09 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    10 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    11 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    12 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    13 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    14 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    15 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    16 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    17 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    18 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    19 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    20 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    21 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    22 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat