Jum'at, 03 Februari 2023
Banjir 2 Meter Terjadi di Kelurahan Maharatu, Basarnas Evakuasi Bayi 3 Bulan dan Sejumlah Warga | | Dua Dekade APUPPT, Pj Bupati Kampar Dampingi Ketua PPATK RI Penanaman Pohon di Birandang | Kapolres Kampar Diskusi dengan Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat, Singgung Soal PT Ayau | HUT ke-15 Partai Gerindra di Pekanbaru Bertabur Doorprize, Mobil hingga Puluhan Motor | Cegah Stunting, Sat Lantas Polres Kampar Berbagi Susu Ibu Hamil dan Sembako
 
Religi
Sambut Maulid Nabi 1444 H/2022 M, Ini 5 Pesan Plt Kakan Kemenag Pekanbaru

Religi - - Kamis, 06/10/2022 - 17:11:37 WIB
Plt Kakan Kemenag Pekanbaru, H Abdul Wahid
TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pada 8 Oktober 2022 bertepatan 12 Rabiul Awal 1444 H, merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Masyarakat muslim pada umumnya menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai acara, sesuai tradisi masing-masing, seperti tabligh akbar shalawat dan lainnya.

Menyongsong Maulid Nabi Muhammad SAW, Kementerian Agama (Kemenag) Pekanbaru peringatan maulid Nabi di Pekanbaru aman dan nyaman.

Plt Kakan Kemenag Pekanbaru H Abdul Wahid menyampaikan, umat muslim di Kota Pekanbaru khusus dan Riau umumnya hendaknya dapat memaknai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai penghormatan dan mengingat kebesaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Wahid menyampaikan lima poin pesan dalam menyambut dan memaknai peringatan Maulid Nabi 1444 H ini :

Pertama, Memperbanyak shalawat.  Puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, termasuk dalam acara peringatan maulid Nabi perlu terus dilakukan. Karena bagi umat bershalawat pada Nabi Muhammad SAW, akan mendapat syafa'at beliau di yaumil akhir nanti.

Kedua, memperbanyak bersyukur. Bagi umat Islam, rasa syukur itu harus terus ditingkatkan, mengingat hingga saat kita mendapat cahaya keimanan yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Disadari, selama 1.500 tahun hingga sekarang cahaya keislaman dan keimanan masih dapat dinikmati.

Ketiga, membangkitkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Ini dilakukan dengan cara antara lain selalu mengingat namanya dan tentang sejarah Nabi Muhammad SAW, sehingga tidak tergerus ditelan zaman.

Dmana zaman ini begitu dahsyat pengaruhnya yang membuat lupa kepada Nabi SAW, maka maulid ini juga bagian dari mengingat dan membangkitkan rasa cinta.

Keempat, Meneladani. Sebagai umat Islam harus meneladani apa yang dibawa Rasul Saw melalui sunnahnya. Meneladani akhlak Rasul SAW dalam kehidupan sehari-hari, karena beliau uswatun hasanah. Kita harus menjadi umat yang baik.

Kelima, Estafet. Perjuangan Nabi SAW dalam menegak Islam di muka bumi ini sehingga Islam itu ada sampai hari ini, perlu terus dilanjutkan. Salah satunya dengan berdakwa sesuai kapasitas masing-masing.

"Kita bisa berdakwa untuk diri sendiri dan keluarga, dan bagi ulama, ustadz berdakwa untuk banyak orang selain dirinya dan keluarganya, ini amanah yang harus diemban," kata Abdul Wahid, Kamis (6/9/2022).

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad juga menjadi penyemangat untuk menyatukan semangat dan gairah keislaman.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Dikutip dari beberapa sumber, perayaan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW di bangsa Arab, menurut catatan Ahmad Tsauri dalam Sejarah Maulid Nabi (2015), perayaan Maulid Nabi sudah dilakukan oleh masyarakat Muslim sejak tahun kedua hijriah.

Kala itu seorang bernama Khaizuran (170 H/786 M) yang merupakan ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid datang ke Madinah dan memerintahkan penduduk mengadakan perayaan kelahiran Nabi Muhammad di Masjid Nabawi.

Dari Madinah, Khaizuran juga menyambangi Makkah dan melakukan perintah yang sama kepada penduduk Makkah untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad.

Jika di Madinah bertempat di masjid, Khaizuran memerintahkan kepada penduduk Makkah untuk merayakan Maulid di rumah-rumah mereka.

Khaizuran merupakan sosok berpengaruh selama masa pemerintahan tiga khalifah Dinasti Abbasiyah, yaitu pada masa Khalifah al-Mahdi bin Mansur al-Abbas (suami), Khalifah al-Hadi dan Khalifah al-Rasyid (putra).

Karena pengaruh besarnya tersebut, Khaizuran mampu menggerakkan masyarakat Muslim di Arab. Hal ini dilakukan agar teladan, ajaran, dan kepemimpinan mulia Nabi Muhammad bisa terus menginspirasi warga Arab dan umat Islam pada umumnya.

Seorang jenderal dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Irak saat ini) yang dikenal sebagai Salahuddin Ayyubi (Masa kekuasaan 1174 M. – 4 Maret-1193 M) mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad saw pada 12 Rabiul Awal, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini dirayakan secara massal.

Salahuddin ingin agar perayaan maulid nabi menjadi tradisi bagi umat Islam di seluruh dunia dengan tujuan meningkatkan semangat juang, bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa.

Namun gagasan Salahuddin tentang Peringatan Maulid Nabi (35-41) ditentang oleh para ulama, sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul fitri dan Idul Adha.

Akan tetapi Salahuddin menegaskan bahwa perayaan maulid nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang. Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari Khalifah An-Nashir di Bagdad, ternyata khalifah setuju.

Maka pada ibadah haji bulan Zulhijjah 579 Hijriyah (1183 Masehi), Sultan Salahuddin al-Ayyubi sebagai penguasa Haramain (dua tanah suci Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 Masehi) tanggal 12 Rabiul-Awwal dirayakan sebagai hari maulid nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.

Hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dihidupkan oleh umat Islam dengan semangat juang dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada nabi mereka. (*)

Editor: Khairul





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved