Kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Bunyi Aturan FIFA Larang Pakai Gas Air Mata Tangani Massa Ricuh di Stadion
Minggu, 02 Oktober 2022 - 10:20:51 WIB
|
Laga Arema FC-Persebaya Berakhir Rusuh, banyak korban jiwa. (Foto: Merdeka.com)
|
SULUHRIAU- Peristiwa memilukan terjadi usai laga Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) malam, di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Sebanyak 127 orang meninggal dunia dan 180 mengalami luka-luka. "Jumlah meninggal dunia 127 orang, dua di antaranya polisi," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Minggu (2/10/2022).
Dalam penanganan penghalauan massa di dalam stadion menjadi sorotan. Sebab dalam aturan FIFA penggunaan gas dalam penanganan massa tidak diperbolehkan.
Hal itu diatur dalam pengamanan dan keamanan stadion (FIFA Stadium Saferty and Security Regulations).
Bunyi pasal 19 b soal pengamanan di pinggir lapangan adalah: Tidak boleh ada senjata api atau "gas pengendali massa" yang boleh dibawa atau digunakan (No firearms or 'crowd control gas' shall be carried or used).
Dalam aturan lainnya FIFA juga menyebut agar memberikan pengamanan ekstra dengan menempatkan petugas keamanan untuk menempati barisan depan kursi di stadion jika dianggap perlu.
Sementara itu, dalam program breaking news kompas TV Minggu, (2/10/2022) pagi dari sumber jurnalis Kompas TV Firzie A Idris menyampaikan perlu investigasi melalui tim independen untuk mendapat solusi ke depan. "Dari pengusutan ini harus menunjukkan apa yang menjadi penyebab terjadinya masalah ini," katanya.
Dalam program breaking news kompaa tv, melaporkan korban meninggal dunia dalam kasus ini menjadi 129 orang.
Sumber: merdeka.com, kompas TV
Editor: Khairul
Komentar Anda :