Minggu, 16 Agustus 2026 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh | Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
 
 
☰ Advertorial
Badan Kesbangpol Pekanbaru Gelar Pelatihan Sosialisasi Peran Intelijen Anggota FKDM
Jumat, 30 September 2022 - 15:18:20 WIB
Kegiatan Pelatihan sosialisasi Peran Intelijen Anggota FKDM digelar Kesbangpol Pekanbaru selama dua hari 29-30 September 2022.

SULUHRIAU, Pekanbaru- Mengingat Kota Pekanbaru sebagai kota heterogen, potensi konflik sosial rentan terjadi yang bisa menggangu kelangsungan pembangunan.

Untuk mengantisipasi hal itu, peran serta dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam menjaga dan memelihara kondusifitas dearah, maka perlu kewaspadaan dini dengan melakukan dekteksi dini dan cegah dini (Deni Ceni) terhadap potensi konflik sosial sangat  daerah, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.

Atas pentingnya deteksi dan pencegahan dini ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) Pekanbaru menggelar Pelatihan Sosialisasi Peran Intelijen Bagi Anggota FKDM dengan tema" Optimalisasi Melalui Deteksi Dini dan Cegah Dini dalam Mengantidipasi Potensi ATHG di Kota Pekanbaru".

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat 29-30 September di Hotel Royal Asnof Pekanbaru. Acara dibuka Pj Walikota Pekanbaru diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemko Pekanbaru Drs. H. Syoffaizal, M.Si.

Mungkin gambar 17 orang, orang berdiri dan dalam ruangan

Dalam kesempatan itu Syoffaizal mengatakan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif penting mewujudkan kelangsungan pembangunan Kota Pekanbaru.

Maka untuk mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban itu diperlukan peran serta masyarakat yang terarah dan terpadu dan berkelanjutan, maka dibetuklah FKDM.
Ini merupakan wadah bagi elemen masyarakat untuk menjaga dan memelihara kewaspadaan.

Syoffaizal melalui amanat Pj Walikota Pekanbaru juga mengatakan, menyambut baik dan mengapresiasi pelaksaan pelatihan dan sosialisasi intelejen tersebut karena dengan ada acara itu, setidaknya para peserta pelatihan dapat mengenali dan memahami permasalahan yang terjadi di masyarakat, sehingga setiap permasalahan yang ada dapat dicarikan solusinya dengan baik.

Apalagi, menjelang Pemilu 2024 eskalasi politik mulai meningkat dan berpotensi terjadinya gesekan, ini perlu dukungan, baik antar partai politik, para pendukung dan simpatisan lainnya.

Mungkin gambar ‎5 orang, orang berdiri, dalam ruangan dan ‎teks yang menyatakan '‎PTIMALISASI PERAN FKDM Jا DETEKSI DINI DAN CEGAH DINI MENGANTISIPASI POTENSI ATHG DI KOTA PEKANBARU

"Kita akan menghadapi pemilu 2024, diharapkan FKDM memiliki kemampuan mendeteksi dini melalui ilmu intelijen atas kemungkinan ancaman konflik di tengah masyarakat," katanya.

Menurutnya, menciptakan kondisi kondusif ini sangat penting sebuah daerah terutama daerah Pekanbaru, karena Kota Pekanbaru ini kota jasa dan perdagangan. "Kalau kondisi tidak aman dan nyaman, orang tidak mau ke Pekanbaru serta tidak mau menanamkan investasinya di daerah ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru Zulfahmi Adrian, AP. M.Si dalam laporan sebagai Ketua Pelaksana acara ini mengatakan, dasar pelaksanaan kegiatan ini antara lain UU No 17 tahun 2011, Permendagri Nomor 12 Tahun 2006, tentang Kewaspadaan Dini masyarakat di Daerah. Kemudian keputusan Walikota Pekanbaru  No 207 tahun 2022 tentang FKDM Kecamatan Pekanbaru.

FKDM adalah salah satu organisasi masyarakat dimana anggotanya terdiri dari, tokoh masyarakat, pemuda, agama, adat. “FKDM merupakan mitra pemerintah,” katanya. 

Ditambahkan Zulfahmi rakor ini, juga bermanfaat bagi anggota FKDM karena menambah wawasan dan pengetahuan tentang perkembangan situasi sosial, politik, kantibmas di wilayah Pekanbaru.

Keterangan foto tidak tersedia.

Karena tugas FKDM Kota dan Kecamatan yakni, menjaring, menampung,  mengoordinasikan  dan mengomunikasikan data serta informasi dari masyarakat mengenai potensi, gejala, atau peristiwa timbulnya ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) di daerah yang dapat mengancam stabilitas nasional.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini antara lain mening meningakatkan pemahaman anggota FKDM pentingnya mewujudkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Kemudian mengembangkan kemampuan peserta sebagai mata dan telinga Kota Pekanbaru untuk dapat melakukan deteksi dini dan cegah dini.

Dalam kegiatan ini menghadirkan sejumlah nara sumber yang kompeten dibidangnya masing masing, yakni Kejaksaan, BAIS, kepolisian dan lainya dengan memamaparkan berbagai hal yang dilengkapi modul dan makalah.

Pada pelaksanaan hari pertama ada tiga nara sumber dalam pelatihan ini dan hari berikutnya ada empat nara sumber.



Pada hari kedua pelaksanaan kegiatan ini, acar dimoderatori Kabid Wasda Kesbangpol Pekanbaru Inang Tati Dewi cukup menarik, terutama beberapa materi disampaikan sejumlah nara sumber dengan adanya ada sesi tanya jawab.

FKMD Perlu Pahami Tupoksi 

Pada intinya, para nara sumber mengharapkan agar anggota FKDM dapat memahami dan menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam mendekteksi dan mencegah sedini mungkin ancaman konflik sosial di daerah ini.

Seperti disampaikan Sigit Haryono Kabinda Riau, bahwa perlunya kewaspadaan. Ia menyatakan, tentang tugas pokok dan fungsi FKDM yang harus dipahami anggota FKDM masing-masing tingkatan.

Dimana tugas pokok dan fungsi adalah menjaring, menampung, mengoordinasikan, dan mengomunikasikan data serta informasi dari masyarakat mengenai potensi terhadap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) di wilayah masing-masing, lalu memberikan laporan informasi dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah, benar-benar harus dipahami. "Jika ini benar-benar berfungsi ancaman konflik sosial dan lainnya akan bisa diatasi, daerah akan aman," kata Sigit.

Mungkin gambar 6 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Menurut sumber lain, banyak faktor pemicu konflik, seperti muncul karena mengatasnamakan agama,  paham dan lainnya. Sebab, itu anggota FKDM bisa masuk dalam kelompok-kelompok sosial untuk mengetahui acaman konflik.

Adapun sebagai nara sumber pada Pelatihan Sosialisasi Peran Intelijen Anggota FKDM Adiundang Kesbangpol Pekanbaru yakni:

1. Kompol Ferizal, Kasat Bimas Polresta Pekanbaru.
2. Mayor Joni Sipahutar, Pasiter Kodim 0301 Pekanbaru
3. Jumieko Andra, CH, Kasubsi A Intelijen Kejari Pekanbaru.
4. Sigit Haryono Agen Madya Binda Riau
5. Mayor AU Rahman, dari BAIS
6. AKBP Geontoro Wisnoe Tj. SPd,
 Kanit 2 Subdit Kontra Radikal Direktrat Pencegahan.
7. Iptu Putra Andin, M, Kanit Kamneo Sat Intelkam Polreata Pekanbaru. (Adv,src)



 
Berita Lainnya :
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  • Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    02 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    03 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    04 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    05 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    06 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    07 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    08 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    09 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    10 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    11 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    12 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    13 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    14 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    15 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    16 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    17 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    18 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    19 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    20 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    21 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
    22 Sembunyikan Sabu di Kaleng Rokok, Oknum Mahasiswa dan Kurir di Kampar Diciduk Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat