Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Advertorial
Badan Kesbangpol Pekanbaru Gelar Pelatihan Sosialisasi Peran Intelijen Anggota FKDM
Jumat, 30 September 2022 - 15:18:20 WIB
Kegiatan Pelatihan sosialisasi Peran Intelijen Anggota FKDM digelar Kesbangpol Pekanbaru selama dua hari 29-30 September 2022.

SULUHRIAU, Pekanbaru- Mengingat Kota Pekanbaru sebagai kota heterogen, potensi konflik sosial rentan terjadi yang bisa menggangu kelangsungan pembangunan.

Untuk mengantisipasi hal itu, peran serta dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam menjaga dan memelihara kondusifitas dearah, maka perlu kewaspadaan dini dengan melakukan dekteksi dini dan cegah dini (Deni Ceni) terhadap potensi konflik sosial sangat  daerah, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.

Atas pentingnya deteksi dan pencegahan dini ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) Pekanbaru menggelar Pelatihan Sosialisasi Peran Intelijen Bagi Anggota FKDM dengan tema" Optimalisasi Melalui Deteksi Dini dan Cegah Dini dalam Mengantidipasi Potensi ATHG di Kota Pekanbaru".

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat 29-30 September di Hotel Royal Asnof Pekanbaru. Acara dibuka Pj Walikota Pekanbaru diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemko Pekanbaru Drs. H. Syoffaizal, M.Si.

Mungkin gambar 17 orang, orang berdiri dan dalam ruangan

Dalam kesempatan itu Syoffaizal mengatakan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif penting mewujudkan kelangsungan pembangunan Kota Pekanbaru.

Maka untuk mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban itu diperlukan peran serta masyarakat yang terarah dan terpadu dan berkelanjutan, maka dibetuklah FKDM.
Ini merupakan wadah bagi elemen masyarakat untuk menjaga dan memelihara kewaspadaan.

Syoffaizal melalui amanat Pj Walikota Pekanbaru juga mengatakan, menyambut baik dan mengapresiasi pelaksaan pelatihan dan sosialisasi intelejen tersebut karena dengan ada acara itu, setidaknya para peserta pelatihan dapat mengenali dan memahami permasalahan yang terjadi di masyarakat, sehingga setiap permasalahan yang ada dapat dicarikan solusinya dengan baik.

Apalagi, menjelang Pemilu 2024 eskalasi politik mulai meningkat dan berpotensi terjadinya gesekan, ini perlu dukungan, baik antar partai politik, para pendukung dan simpatisan lainnya.

Mungkin gambar ‎5 orang, orang berdiri, dalam ruangan dan ‎teks yang menyatakan '‎PTIMALISASI PERAN FKDM Jا DETEKSI DINI DAN CEGAH DINI MENGANTISIPASI POTENSI ATHG DI KOTA PEKANBARU

"Kita akan menghadapi pemilu 2024, diharapkan FKDM memiliki kemampuan mendeteksi dini melalui ilmu intelijen atas kemungkinan ancaman konflik di tengah masyarakat," katanya.

Menurutnya, menciptakan kondisi kondusif ini sangat penting sebuah daerah terutama daerah Pekanbaru, karena Kota Pekanbaru ini kota jasa dan perdagangan. "Kalau kondisi tidak aman dan nyaman, orang tidak mau ke Pekanbaru serta tidak mau menanamkan investasinya di daerah ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru Zulfahmi Adrian, AP. M.Si dalam laporan sebagai Ketua Pelaksana acara ini mengatakan, dasar pelaksanaan kegiatan ini antara lain UU No 17 tahun 2011, Permendagri Nomor 12 Tahun 2006, tentang Kewaspadaan Dini masyarakat di Daerah. Kemudian keputusan Walikota Pekanbaru  No 207 tahun 2022 tentang FKDM Kecamatan Pekanbaru.

FKDM adalah salah satu organisasi masyarakat dimana anggotanya terdiri dari, tokoh masyarakat, pemuda, agama, adat. “FKDM merupakan mitra pemerintah,” katanya. 

Ditambahkan Zulfahmi rakor ini, juga bermanfaat bagi anggota FKDM karena menambah wawasan dan pengetahuan tentang perkembangan situasi sosial, politik, kantibmas di wilayah Pekanbaru.

Keterangan foto tidak tersedia.

Karena tugas FKDM Kota dan Kecamatan yakni, menjaring, menampung,  mengoordinasikan  dan mengomunikasikan data serta informasi dari masyarakat mengenai potensi, gejala, atau peristiwa timbulnya ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) di daerah yang dapat mengancam stabilitas nasional.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini antara lain mening meningakatkan pemahaman anggota FKDM pentingnya mewujudkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Kemudian mengembangkan kemampuan peserta sebagai mata dan telinga Kota Pekanbaru untuk dapat melakukan deteksi dini dan cegah dini.

Dalam kegiatan ini menghadirkan sejumlah nara sumber yang kompeten dibidangnya masing masing, yakni Kejaksaan, BAIS, kepolisian dan lainya dengan memamaparkan berbagai hal yang dilengkapi modul dan makalah.

Pada pelaksanaan hari pertama ada tiga nara sumber dalam pelatihan ini dan hari berikutnya ada empat nara sumber.



Pada hari kedua pelaksanaan kegiatan ini, acar dimoderatori Kabid Wasda Kesbangpol Pekanbaru Inang Tati Dewi cukup menarik, terutama beberapa materi disampaikan sejumlah nara sumber dengan adanya ada sesi tanya jawab.

FKMD Perlu Pahami Tupoksi 

Pada intinya, para nara sumber mengharapkan agar anggota FKDM dapat memahami dan menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam mendekteksi dan mencegah sedini mungkin ancaman konflik sosial di daerah ini.

Seperti disampaikan Sigit Haryono Kabinda Riau, bahwa perlunya kewaspadaan. Ia menyatakan, tentang tugas pokok dan fungsi FKDM yang harus dipahami anggota FKDM masing-masing tingkatan.

Dimana tugas pokok dan fungsi adalah menjaring, menampung, mengoordinasikan, dan mengomunikasikan data serta informasi dari masyarakat mengenai potensi terhadap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) di wilayah masing-masing, lalu memberikan laporan informasi dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah, benar-benar harus dipahami. "Jika ini benar-benar berfungsi ancaman konflik sosial dan lainnya akan bisa diatasi, daerah akan aman," kata Sigit.

Mungkin gambar 6 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Menurut sumber lain, banyak faktor pemicu konflik, seperti muncul karena mengatasnamakan agama,  paham dan lainnya. Sebab, itu anggota FKDM bisa masuk dalam kelompok-kelompok sosial untuk mengetahui acaman konflik.

Adapun sebagai nara sumber pada Pelatihan Sosialisasi Peran Intelijen Anggota FKDM Adiundang Kesbangpol Pekanbaru yakni:

1. Kompol Ferizal, Kasat Bimas Polresta Pekanbaru.
2. Mayor Joni Sipahutar, Pasiter Kodim 0301 Pekanbaru
3. Jumieko Andra, CH, Kasubsi A Intelijen Kejari Pekanbaru.
4. Sigit Haryono Agen Madya Binda Riau
5. Mayor AU Rahman, dari BAIS
6. AKBP Geontoro Wisnoe Tj. SPd,
 Kanit 2 Subdit Kontra Radikal Direktrat Pencegahan.
7. Iptu Putra Andin, M, Kanit Kamneo Sat Intelkam Polreata Pekanbaru. (Adv,src)




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat