Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
India Tangkap 7 Orang Atas Pembunuhan Pendukung Penghina Nabi Muhammad
Senin, 04 Juli 2022 - 10:44:07 WIB
Ilustrasi- Para personel kepolisian melakukan ptroli di jalanan India (dok. REUTERS/Amit Dave)

SULUHRIAU - Sedikitnya tujuh tersangka telah ditangkap polisi terkait pembunuhan seorang ahli kimia, Umesh Kolhe, yang sempat memposting dukungan untuk politikus India yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Salah satu tersangka pembunuhan yang terjadi di Amravati itu diketahui merupakan teman korban sendiri.

Pembunuhan Kolhe terjadi sepekan sebelum pembunuhan keji lainnya terhadap seorang pria Hindu bernama Kanhaiya Lal di Udaipur, yang juga mendukung politikus penghina Nabi.

Seperti dilansir India Times, Senin (4/7/2022), kepolisian setempat baru mengakui pada Sabtu (2/7/2022) waktu setempat bahwa pembunuhan Kolhe berkaitan dengan postingan media sosial yang mendukung Nupur Sharma, politikus dan juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP), yang ucapannya dianggap menghina Nabi.

Ucapan kontroversial Sharma itu disampaikan dalam acara debat televisi pada Mei lalu dan memicu kemarahan umat Muslim tidak hanya di India, tapi juga di berbagai negara. Bahkan negara-negara mayoritas Muslim melayangkan protes kepada India terkait ucapan Sharma.

Wakil Komisioner Kepolisian Amravati, Vikram Sali, menuturkan kepada wartawan setempat bahwa pembunuhan Kolhe berkaitan dengan postingan yang dibagikannya via grup WhatsApp, yang isinya mendukung Sharma yang sudah dipecat dari BJP yang menaungi Perdana Menteri (PM) Narendra Modi.

Kepolisian Amravati dalam pernyataannya juga mengumumkan penangkapan dalang utama di balik pembunuhan Kolhe pada Sabtu (2/7/2022) malam waktu setempat. Dalang utama yang diidentifikasi bernama Irfan Khan (32) itu menjadi tersangka ketujuh yang ditangkap polisi dalam kasus ini.

Menurut Kepala Kepolisian Amravati, Dr Aarti Singh, sosok Khan diduga sebagai dalang utama yang merencanakan konspirasi untuk membunuh Kolhe (54) yang memiliki sebuah toko obat di Amravati. Kolhe ditikam hingga tewas pada 21 Juni lalu, sekitar pukul 22.30 malam, di dekat Ghantaghar, Amravati.

Selain Khan, enam tersangka lainnya yang telah ditangkap diidentifikasi sebagai Mudassar Ahmed alias Sonu Raza Sheikh Ibrahim (22), Shahrukh Pathan alias Badshasha Hidayat Khan (25), Abdul Taufik alias Nanu Sheikh Taslim (24), Shoeb Khan alias Bhurya Sabir Khan (22), Atib Rashid Aadil Rashid (22) dan Yusuf Khan Bahadur Khan (44).

Untuk Yusuf Khan, menurut media lokal OpIndia, diketahui merupakan teman Kolhe. Yusuf Khan yang berprofesi sebagai dokter hewan diketahui telah mengenal Kolhe selama bertahun-tahun sejak tahun 2016. Keduanya bahkan disebut sebagai teman baik, dengan Kolhe dilaporkan kerap membantu Yusuf Khan saat kesusahan.

Dituturkan juga oleh kepolisian bahwa para tersangka mengawasi gerak-gerik Kolhe selama tiga hari sebelum membunuhnya. Dua tersangka di antaranya ditangkap berdasarkan rekaman CCTV dan pisau yang digunakan dalam pembunuhan telah disita polisi.

Otoritas India menyatakan bahwa penyelidikan kasus pembunuhan Kolhe itu telah diserahkan kepada Badan Investigasi Nasional (NIA).

Pembunuhan Kolhe ini terjadi sepekan sebelum dua pria Muslim membunuh seorang pria Hindu bernama Kanhaiya Lal yang berprofesi sebagai penjahit di Udaipur, Rajasthan. Sama seperti Kolhe, Kanhaiya Lal juga dibunuh karena sempat memposting dukungan untuk Sharma via media sosial.

Dibutuhkan waktu selama nyaris dua pekan bagi kepolisian untuk mengakui secara resmi bahwa Kolhe dibunuh karena dukungannya pada Sharma. "Tersangka memberitahu kami bahwa mereka membunuhnya karena apa yang dia posting soal Nupur Sharma," ucap Sali dalam pernyataan dikutip media lokal DNA India.

Pemimpin BJP di distrik setempat, Tushar Bhartiya, pun mengecam penundaan dalam penyelidikan kasus ini. Dia menyatakan jika berita soal pembunuhan Kolhe meluas sejak awal, maka pembunuhan terhadap Kanhaiya Lal bisa saja dicegah.

Sumber: detik.com
Editor: Khairul





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat