Selasa, 16 08 2022
Ini Daftar Nama 68 Anggota Paskibraka 2022 Dikukuhkan Presiden Jokowi, Dua dari Riau | Gubri Kukuhkan 36 Pelajar SMA Terpilih Jadi Anggota Paskibraka Riau 2022, Ini Nama-namanya | Peringati HUT ke-77 RI, Kemenag Pekanbaru Selain Laksanakan Upacara juga Gelar Berbagai Lomba | Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK Terkait Amplop Tebal, LPSK Siap Beri Keterangan | Kejagung Langgsung Tahan Surya Darmadi Tersangka Penyerobotan Lahan di Inhu Riau | Gubri Ikut Shalat Jenazah, Almarhum Tabrani Rab Dimakamkan di Samping Masjid TIC
 
Ekbis
Dipicu Kenaikan Harga Sembako, Riau Alami Inflasi 1,86 Persen

Ekbis - - Jumat, 01/07/2022 - 17:36:55 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU, Pekanbaru- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat pada Juni 2022, Riau mengalami inflasi sebesar 1,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,44.

Inflasi Tahun Kalender (Januari - Juni) 2022 sebesar 5,30 persen dan inflasi Tahun ke Tahun (Juni 2021 - Juni 2022) sebesar 6,46 persen.

"Dari tiga kota IHK di Riau, semua kota mengalami inflasi yaitu, Kota Pekanbaru sebesar 2,00 persen, Dumai sebesar 1,56 persen dan Tembilahan sebesar 0,79 persen," kata Kepala BPS Riau, Misfaruddin di Pekanbaru, Jumat (1/7/2022).

Ia menjelaskan bahwa inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,28 persen.

Lalu, diikuti oleh, kelompok kesehatan sebesar 0,83 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,60 persen, kelompok transportasi sebesar 0,50 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,46 persen.

Kemudian, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,36 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,17 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,10 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09 persen.

"Komoditas yang memberikan andil peningkatan harga pada Juni 2022, antara lain cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, cabai rawit, ikan serai, angkutan udara, cabai hijau, dan tarif rumah sakit," sebutnya.

Di sisi lain satu kelompok mengalami deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen.

"Adapun komoditas yang memberikan andil penurunan harga, antara lain daging ayam ras, ayam hidup, bawang putih, dll," jelasnya.

Sedangkan kelompok pendidikan relatif stabil dibanding bulan sebelumnya.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, dua puluh dua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 2,72 persen, diikuti oleh Pekanbaru sebesar 2,00 persen dan Dumai sebesar 1,56 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 0,45 persen.

Sementara itu, deflasi terjadi di dua kota, dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,22 persen diikuti Kota Tanjung Pandansebesar 0,03 persen.

Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut, yakni Pekanbaru urutan ke-2, Dumai urutan ke-3 dan Tembilahan urutan ke-19. (src,mcr)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved