Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Buntut Penghinaan Nabi, Kepolisian India Tingkatkan Penangkapan
Senin, 13 Juni 2022 - 14:09:23 WIB
Polisi India menahan aktivis All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen protes di New Delhi, India, 09 Juni 2022. (Foto: EPA-EFE)

SULUHRIAU-- Kepolisian Kashmir menangkap seorang remaja yang mengunggah video mengancam akan memenggal kepala juru bicara partai penguasa Bharatiya Janata Party (BJP) yang menghina Nabi Muhammad. Video yang beredar di Youtube itu mendapat perhatian pihak berwenang.

Kepolisian India menambah upaya untuk menahan gejolak sosial yang menyebar di seluruh negeri. Muslim India turun ke jalan untuk memprotes pernyataan anti-Islam dua anggota partai nasionalis Hindu BJP.

Pada awal bulan ini BJP menangguhkan keanggotaan juru bicaranya Nupur Sharma dan memecat pejabat partai lainnya Naveen Kumar Jindal atas pernyataan kontroversial mereka tentang Nabi Muhammad. Komentar itu memicu amarah sejumlah negara mayoritas muslim, memicu tantangan diplomatik terberat pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

Pernyataan Sharma dan Jindal menjadi topik populer di Twitter. Kelompok muslim India mendesak agar dua politisi itu ditangkap. Sementara kelompok Hindu garis keras memuji mereka sebagai pemberani dan nasionalis.

Negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman dan Iran yang merupakan mitra dagang penting India sudah mengajukan protes melalui jalur diplomatik dan media sosial. Mereka meminta India menyampaikan permintaan maaf.

Pada pekan lalu Kementerian Luar Negeri India mencicit di Twitter pernyataan Sharma dan Jindal tidak mencerminkan pandangan pemerintah. Terjadi bentrokan di berbagai tempat di India. Sejumlah komunitas muslim menilai komentar itu merupakan tekanan terbaru BJP pada kelompok minoritas.

Muslim India turun ke jalan untuk menuntut hak-hak dasar mereka seperti kebebasan beribadah dan mengenakan hijab di dalam kelas. Pekan lalu dua orang remaja tewas ketika pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di timur Kota Ranchi.

Kerusuhan sporadis terjadi di utara Negara Bagian Uttar Pradesh. Memaksa polisi menangkap 300 orang lebih. Di timur Negara Bagian Bengal Barat polisi memberlakukan undang-undang darurat yang melarang warga berkumpul di distrik industri Howrah hingga 16 Juni.

Setidaknya 70 orang ditangkap dengan dakwaan menggelar kerusuhan dan merusak ketertiban umum. Layanan internet dicabut selama 48 jam sejak kekerasan massal terjadi.

Presiden BJP Bengal Barat menggelar protes duduk dan menuduh Bangladesh ikut memicu kekerasan di negara bagian itu. Bengal Barat berbagi perbatasan dengan negara tetangga India tersebut.

Bangladesh yang dalam konstitusinya menetapkan Islam sebagai agama negara juga menegakan prinsip-prinsip sekuler. Sekitar 10 persen populasi negara itu beragama Hindu.

Para pemimpin BJP telah menginstruksikan para pejabat seniornya untuk "sangat amat berhati-hati" ketika membahas agama di muka umum. Sementara pemerintah India juga terus meningkatkan keamanan publik.

Sementara polisi di Uttar Pradesh menembakkan gas air mata untuk membubarkan unjuk rasa. Sebelumnya beberapa demonstrasi digelar di seluruh negara bagian India utara untuk memprotes politisi BJP yang menghina Nabi Muhammad dan istrinya, Aisyah.

Seorang sekretaris senior pemerintah di Negara Bagian Uttar Predesh, Avanish Awasthi mengatakan, sebagian besar protes berakhir dengan damai. Tetapi demonstran di beberapa kota melemparkan batu ke arah polisi dan melukai setidaknya satu petugas.

"Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang terlibat dalam pelemparan batu dan kekerasan. Termasuk mereka yang bekerja di belakang layar, dan menghasut kekerasan," kata Awasthi kepada wartawan.

Seorang perwira polisi senior di Uttar Pradesh, Prashant Kumar mengatakan petugas telah menangkap 136 orang yang terlibat dalam aksi protes. Mereka ditangkap dari enam distrik di sekitar Uttar Pradesh.

Kota-kota di seluruh India menyaksikan demonstrasi yang cukup besar pada Jumat (10/6/2022). Pada akhir pekan, pihak berwenang memutus layanan internet di beberapa distrik dekat megacity timur Kolkata, setelah pengunjuk rasa memblokir jalur kereta api dan mengerumuni kantor polisi.

Pekan lalu, BJP memecat juru bicaranya Nupur Sharma dan Naveen Kumar Jindal karena melontarkan pernyataan yang menghina Nabi Muhammad. Hal ini membuat negara-negara Muslim geram dan menuntut permintaan maaf dari pemerintah India. Sejumlah negara Muslim memanggil diplomat India untuk memprotes pernyataan anti-Islam yang dilontarkan politisi BJP dalam acara debat di televisi.

Sumber: Republika.co.id
Editor: Khairul





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat