Selasa, 16 08 2022
Ini Daftar Nama 68 Anggota Paskibraka 2022 Dikukuhkan Presiden Jokowi, Dua dari Riau | Gubri Kukuhkan 36 Pelajar SMA Terpilih Jadi Anggota Paskibraka Riau 2022, Ini Nama-namanya | Peringati HUT ke-77 RI, Kemenag Pekanbaru Selain Laksanakan Upacara juga Gelar Berbagai Lomba | Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK Terkait Amplop Tebal, LPSK Siap Beri Keterangan | Kejagung Langgsung Tahan Surya Darmadi Tersangka Penyerobotan Lahan di Inhu Riau | Gubri Ikut Shalat Jenazah, Almarhum Tabrani Rab Dimakamkan di Samping Masjid TIC
 
Nasional
PERISAI dan Elemen Umat Muslim Demo di Depan Kedubes Singapura Dukung UAS, Ini Tuntutannya

Nasional - - Jumat, 20/05/2022 - 22:24:10 WIB

TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU- Ribuan masa yang menamakan dirinya Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI) DKI Jakarta dan elemen ummat Islam lainnya menggelar unjuk rasa di Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Mereka protes karena merasa ulama mereka Ustadz Abdul Somad (UAS) diperlakukan tidak adil ketika masuk Singapura.

Muhammad Senanatha Koordinator Lapangan (Korlap) PERISAI DKI Jakarta mengatakan, ulama yang sangat dihormati dan disegani oleh umat Islam di Indonesia sedang mendapat perlakuan yang sangat tidak pantas dari negara lain.

"Perlakuan imigrasi Singapura kepada UAS yang mengaku dimasukan ke dalam ruangan lebarnya satu meter, panjang dua meter, pas liang lahat. Satu jam di ruang kecil. Persis seperti luas kuburan itu perlakuan yang tidak manusiawi untuk ulama yang sangat di hormati di Indonesia", tegas Senanatha di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Selain itu Senanatha menegaskan, Pemerintah Singapura juga menunjukan perilaku Islamophobia, di mana mereka melarang aktivitas dakwah yang akan dilakukan UAS. Tidak ada keterangan detil terkait pencekalan UAS. Pemerintah Singapura hanya menyatakan bahwa UAS dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama seperti Singapura.

Yang jelas tindakan Pemerintah Singapura ini justru menunjukkan sikap Islamofobia, bukan hanya terhadap UAS tetapi terhadap anggota keluarga dan teman UAS lainnya. Serta dapat merusak hubungan baik antar-etnik Melayu dan Islam di Asia Tenggara", sebut Senanatha.

Menurutnya, Singapura harus meminta maaf secara langsung kepada umat Islam Indonesia karena telah mendeportasi UAS beserta rombongan. Apabila dalam tempo 2x24 jam Pemerintah Singapura belum meminta maaf, maka Pemerintah RI harus meninjau ulang hubungan Diplomatik RI-Singapura.

"Mendesak Dubes RI, Suryopratomo untuk meminta maaf kepada UAS umat Islam Indonesia karena telah bersikap acuh tak acuh pada kasus tersebut. Kami akan datang lagi ke kedubes singapore dalam jumlah yang jauh lebih besar lagi jika tuntutan kami tidak dipenuhi," pungkasnya.

Sumber: Okezone.com
Editor: Jandri





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved