Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Kapal Perang 12.000 Ton Rusia Dirudal Ukraina, Tragedi Pahit Invasi Hari ke-50
Kamis, 14 April 2022 - 16:38:58 WIB
Moskva, kapal perang terkenal Rusia dari Armada Laut Hitam. Kapal diguncang ledakan dahsyat pada Rabu malam, Ukraina mengeklaim telah menyerangnya. Foto/Sydney Morning Herald

SULUHRIAU, Moskow- Kapal perang Rusia , Moskva, dengan berat sekitar 12.000 terbakar dan meledak hebat di Laut Hitam, Rabu malam.

Ini tragedi pahit bagi Moskow di hari invasinya yang ke-50 setelah Ukraina mengeklaim rudal Neptune miliknya yang menghantam kapal tersebut.

Kapal penjelajah rudal Moskva masih berada di Laut Hitam, entah mengambang atau justru tenggelam. Media pemerintah Rusia, TASS dan RIA, melaporkan semua awak kapal telah dievakuasi.

Moskow tidak merinci jumlah awak kapal tersebut saat terbakar dan meledak, namun pejabat Ukraina mengeklaim kapal Moskva berisi 510 awak saat dihantam rudal.

Kementerian Pertahanan Rusia mengakui Moskva telah rusak parah, namun masih enggan mengakui bahwa kapal itu dihantam rudal Neptune Ukraina. Menurut kementerian tersebut, ledakan pada kapal berasal dari amunisi yang dibawanya akibat kebakaran. Penyebab pasti tragedi ini masih diselidiki.

Karena badai besar di atas Laut Hitam yang mengaburkan citra satelit dan data sensorik satelit, media belum dapat memastikan secara visual bahwa kapal tersebut telah dihantam rudal. Namun, para analis mencatat bahwa kebakaran di atas kapal semacam itu dapat menyebabkan bencana besar dan ledakan bisa menenggelamkannya.

Apa pun alasan penyebab kebakaran itu, para analis mengatakan tragedi tersebut menyerang jantung Angkatan Laut Rusia serta kebanggaan nasional, sebanding dengan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang kehilangan kapal perang selama Perang Dunia II.


“Hanya hilangnya kapal selam rudal balistik atau Kutznetsov (kapal induk tunggal Rusia) yang akan menimbulkan pukulan yang lebih serius terhadap moral Rusia dan reputasi Angkatan Laut di mata publik Rusia,” kata Carl Schuster, pensiunan kapten Angkatan Laut AS dan mantan direktur operasi di Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik AS, seperti dikutip CNN, Kamis (14/4/2022).

Alessio Patalano, profesor ilmu perang dan strategi di King's College, London, mengatakan kehilangan kapal perang akan menjadi "pukulan besar" bagi Rusia.

"Kapal beroperasi jauh dari perhatian publik dan aktivitasnya jarang menjadi bahan berita. Tapi mereka adalah bagian besar dari wilayah nasional, dan ketika Anda kehilangan satu, kerugian tidak kurang dari itu, pesan politik dan simbolis-selain kerugian militer-justru menonjol karenanya," katanya.

Moskva sepanjang 611 kaki (186 meter), berat sekitar 12.000 ton, dengan awak sekitar 500-an orang, adalah kebanggaan armada Angkatan Laut Rusia di Laut Hitam. Awalnya ditugaskan ke Angkatan Laut Soviet sebagai Slava pada 1980-an, berganti nama menjadi Moskva pada 1995 dan setelah masuk kembali ke layanan pada 1998.

Moskva dipersenjatai dengan berbagai rudal anti-kapal dan anti-pesawat serta torpedo, senjata Angkatan Laut dan sistem pertahanan rudal jarak dekat.

Semua itu mewakili sejumlah besar persenjataan peledak di magazine amunisinya. Schuster mengatakan setiap kebakaran yang mendekati, kapal akan memberi kru pilihan terbatas untuk menghadapi ancaman itu. "Ketika api mencapai magazine amunisi Anda, Anda memiliki dua pilihan; 1) membanjiri mereka atau 2) meninggalkan kapal," kata Schuster.

"Jika tidak, kru Anda berada di atas kapal untuk dihancurkan oleh ledakan dahsyat yang terjadi setelah kebakaran yang mencapai beberapa ratus ton persenjataan."

Jason Lancaster, seorang perwira perang permukaan Angkatan Laut AS, yang dikutip situs web Center for International Maritime Security (CIMSEC), mengatakan jika rudal Neptune digunakan untuk menyerang Moskva, itu akan menjadi penggunaan pertama yang diketahui selama perang.

"Kapal Rusia akan beroperasi dengan cara meminimalkan risiko deteksi dan memaksimalkan peluang mereka untuk mempertahankan diri," tulis Lancaster beberapa hari sebelum insiden ini terjadi.

“Perubahan perilaku ini membatasi kemampuan Rusia untuk memanfaatkan armada mereka untuk keuntungan mereka. Tekanan tambahan dari pertempuran mendadak meningkatkan kelelahan dan dapat menyebabkan kesalahan.”

Sumber: Sindonews.com
Editor: Khairul







 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat