Selasa, 23 Juli 2024
Bupati Natuna Hadiri Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi DPRD Terhadap Ranperda TA 2024 | Potret Kota Gosong di Bangladesh Dibakar karena Kuota PNS, Gedung-Mobil-JPO Hangus | Polres Kampar Ringkus Pelaku Narkoba di Kelurahan Langgini | Kabel Fiber Optik Melintang di Pekanbaru Makan Korban, Jerat Leher Seorang Perempuan | Wardan Dicopot dari Ketua DPD Golkar Inhil, Karena Imbas Ini? | Ini Tampang Pelaku Curanmor yang Meresahkan Warga Siak Hulu Dibekuk Polisi
 
Pekanbaru
Berkembang Pesat, Pekanbaru Bertransformasi Menjadi Kota Megapolitan Pekansikawan

Pekanbaru - - Kamis, 07/04/2022 - 08:10:12 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pesatnya perkembangan Pekanbaru saat ini, akan mengantarkan Kota Metropolitan ini menjadi Kota Megapolitan.

Megapolitan yang akan terwujud di Pekanbaru karena akan membentuk lebih dua kawasan metropolitan yang membentuk sebuah sistim yang ditopang dengan sistim Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan).

Dalam masa kepemimpinan Walikota-Firdaus-Ayat selama 10 tahun ini, cikal bakal Kota Megapolitan itu sudah terlihat. Misalnya ditilik dari pesatnya perekembagan kota yang diikuti oleh jumlah penduduk.

Jumlah penduduk Pekanbaru saat ini dari statistk sekitar 1,4 juta jiwa pada siang hari, sedangkan penduduk Pekansikawan 2,3 juta jiwa.

Dalam dua tahun atau tiga tahun lagi Jumlah penduduk Pekanbaru 3 juta jiwa, di wilayah Kota penopang (Pekansiskawan) jumlah penduduk akan terus meningkat. Diperkirakan tahun 2045 penduduk Pekanbaru 5 juta jiwa, maka penduduk wilayah Pekansikawan 9 juta jiwa. Hal ini kerap disampaikan Walikota Pekanbaru DR Firdaus, MT dalam berbgai kesempatan.

Mungkin gambar 8 orang, orang berdiri dan dalam ruangan

Pemko Pekanbaru melalui kepemimpinan Firdaus-Ayat sejak lama sudah menggesa jaringan transportasi Pekansikawan melalui angkutan umum massal yakni Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang kini sebagian wilayah perbatasan Pekanbaru dengan daerah perbatasan kota sudah dapat melayani masyarakat melalui angkutan umum ini.

Misalnya hadirnya rute Bus TMP dari Terminal BRPS-Simpang Sei Pinang, Terminal BRPS-Rimbo Panjang Terminal BRPS-Marpoyan (Via Kubang Raya) Stadion Rumbai-Minas Pasar Tangor-Simpang Beringin

Dari indikator perkantoran, sudah terbangunnya kantor representatif dan megah, seperti Komplek Perkantoran Tenayan Raya yang kini disebut Bandar Tenayan.

Kemudian pelayanan publik yang prima dengan icon Mal Pelayanan Pekanbaru (MPP) yang mengantarkan Pemko Pekanbaru meraih sejumlah penghargan tingkat nasional.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Kota Pekanbaru daerah tujuan terbaik investasi. Segi sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan juga berekembang pesat.

Mungkin gambar 7 orang, orang berdiri dan dalam ruangan

Penyediaan air bersih, atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional lintas Pekanbaru dan Kampar sudah merupakan salah satu agenda pembangunan Pekansikawa. Proyek ini didukung Pemprov Riau, Pemko Pekanbaru dan Pemkab Kampar.

Gerbang Perdagangan Indonesia Bagian Barat


Pekanbaru mampu hadir sebagai magnet pertumbuhan dan menjadi lambang semangat serta ambisi dari sebuah kota yang terus bergerak maju dalam mewujudkan sebagai pusat bisnis dan investasi di Indonesia.

Kota pekanbaru merupakan Kota yang memiliki posisi strategis dari aspek geografis dan ekonomi. Kota Pekanbaru merupakan salah satu wilayah yang diharapkan bisa menjadi gerbang perdagangan Indonesia bagian barat.

Selain itu posisi yang strategis yang menjadi koridor pusat ekonomi yang direncanakan dalam dokumen Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yakni koridor Pekanbaru dan koridor Batam.

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 1 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Pekanbaru Tahun 2005-2025, serta RPJMD Kota Pekanbaru Tahun 2012-2017, maka dirumuskan visi dan misi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Pekanbaru tahun 2017-2022 sesuai dengan visi dan misi Walikota-wakil Walikota sebagai berikut yskni “Terwujudnya Pekanbaru Sebagai Smart City Yang Madani”.

Mungkin gambar 5 orang, orang berdiri dan teks yang menyatakan 'FIRDAUS WALIKOTA'

Pemerintah ota Pekanbaru menerapkan enam pilar sebagai indikator untuk mewujudkan konsep smart city. Yakni smart government, smart people, smart environtment, smart economy, smart mobility, dan smart living.

Smart government sebagai salah satu indikator penting bagi kota pintar mengharuskan adanya beberapa aspek penting dalam pemerintahan. Tiga aspek utama dalam smart governance adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemerintahan, mewujudkan transparansi dan keterbukaan data, serta merumuskan kebijakan sesuai dengan kebutuhan warga.

Smart people berarti penduduk kota yang dapat dikatakan smart, tidak hanya mengacu pada kualifikasi edukasi seseorang tapi juga kualitas interaksi sosial yang terbentuk. Pembentukan kota cerdas tidak terlepas dari smart society atau masyarakat yang cerdas. Penggunaan teknologi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari bukan merupakan satu-satunya syarat untuk penerapan sebuah kota pintar.

Untuk Smart Living, Pemerintah Kota Pekanbaru juga memiliki konsen bagaimana masyarakat mendapatkan sarana dan prasarana kesehatan dengan membangun rumah sakit rujukan madani, kemudian juga membangun Puskesmas Rawat Inap yang berlokasi di pusat kota. Puskesmas ini juga disebut puskesmas pariwisata.

Disamping itu juga memberikan kemudahan izin di investasi sektor kesehatan seperti rumah sakit, klinik 24 jam, klinik bersalin, laboratorium.

Upaya ini juga telah mendorong manajemen publik yang lebih efektif dan efisien serta meningkatkan tata kelola pemerintah kota Pekanbaru dalam pemberian layanan termasuk dengan hadirnya MPP.

Selain itu, penekanan ditempatkan pada pentingnya melibatkan pemangku kepentingan yang berbeda, yang akan mengarah pada analisis terpadu masalah perkotaan dan, oleh karena itu, solusi terpadu. Isu-isu terkait seperti kelestarian lingkungan perkotaan dan peran teknologi informasi modern menjadi sangat penting.

Pertumbuhan penduduk yang terus melaju pesat, menjadi modal utama bagi pemerintah kota Pekanbaru untuk memoles ide menutupi kekurangan sumber daya alam yang dimiliki.

Bagi Firdaus-Ayat, sebagai tahapan awal untuk mencapai masyarakat madani dilakukan dengan perubahan cara berfikir dan berperilaku melalui revolusi mental, membangun masyarakat berakhlak mulia, berkarakter dan berkualitas.

Mungkin gambar 6 orang, orang berdiri dan orang duduk

Revousi mental merupakan gerakan perubahan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing melalui peningkatan akhlak, pembentukan karakter dan kualitas masyarakat atau gerakan menciptakan masyarakat madani.

Membangun Hulu Hingga Hilir


Pemko Pekanbaru melalui Walikota-Wakil Walikota Firdaus-Ayat membuat strategi untuk mengelola hulu hingga hilirnya, yaitu kualitas lingkungan. Kualitas lingkungan itu berkontribus 40% terhadap kesehatan masyarakat, kemudian gaya hidup sebesar 30%, pelayanan medis 20 persen dan genetic 10 persen.

Pada sisi lain Ikhitiar untuk menjadikan Kota Pekanbaru lebih kompetitif melalui peluang baru yang disediakan oleh desentralisasi, dan mempersiapkan strategi pembangunan yang memberikan dampak luas terhadap ekonomi, investasi dan sosial menjadi bagian penting dalam menuju kota yang dicintai oleh warganya.

Nah, jika berpijak dari teori ditulis oleh Yunus (2006: 82) tentan konsep megalopolitan dengan sejumlah indikator,  maka Pekanbaru dari indikator jumlah penduduk,  jaringan, keterkaitan antar berbagai kota secara individual bahkan penggabungan, Pekanbaru sudah mengarah ke Megapolitan dan untuk beberapa tahun ke depan Kota Megapolitan Pekanbaru akan terwujud. (Sr3)






 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Disclaimer |Redaksi
Copyright 2012-2024 SULUH RIAU , All Rights Reserved