Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
Varian Covid-19 Baru Mu Lebih Menular Dibanding Delta? Ini Kata Dokter
Senin, 06 September 2021 - 16:06:58 WIB
IIustrasi

SULUHRIAU- Saat ini dunia kembali memerangi infeksi virus corona jenis baru yang dikenal sebagai 'Mu'.

Varian ini pertama kali dideteksi di Kolombia dan termasuk sebagai varian of interest (VO) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Varian Mu sendiri dikenal dengan jenis B.1.621 yang kini telah dilaporkan terdeteksi di benua Amerika dan Eropa. Bahkan, varian ini sudah menyebar di nyari 40 negara di dunia.

"Varian Mu itu awal-awal kemunculan seperti delta, sudah mulai dari awal 2021 di Kolombia dan menyebar di 39 negara. Karena dia ubah struktur, sehingga (sifat virusnya) mudah menyebar," jelas Dokter Konsultan Tropik Infeksi RSCM & Carolus, dr. Robert Sinto, Sp.PD-KPTI, dalam acara Hidup Sehat, dilansir dari Viva, Senin (6/9/2021).

Sebelum muncul varian Mu, beberapa varian lain memang terbukti kian berbahaya, termasuk varian delta yang mengakibatkan tingginya kasus di India dan juga di Tanah Air. Lantas, apa benar varian Mu ini akan lebih menular dibanding varian delta?

"Belum pernah diadu head to head (antara delta dan Mu), bahwa dia (Mu) meningkatkan transmisi memang ada bukti tapi belum ada penelitian mendalam di masyarakat. Varian Mu ini sangat potensial bahwa ini mudah menular," tutur Robert.

Bahkan, dalam laporan WHO juga menyatakan varian Mu memiliki sifat yang mampu menghindari respons imunitas dari vaksin. Artinya, ada kemungkinan vaksin tak lagi efektif melawan varian baru tersebut.

"Varian Mu harus diwaspadai. Contohnya AS alami lonjakan kasus padahal sudah divaksinasi dan cakupan tinggi dengan kualitas vaksin yang baik tapi penyebaran kasus ada yang mungkin disebabkan varian MU," kata dia.

Terlebih, Indonesia sendiri sudah memulai vaksinasi sejak awal tahun 2021 dan belum ada penelitian yang tahu persis kapan penurunan kekebalan tubuh terjadi. Untuk itu, masyarakat diharapkan tak santai dalam menghadapi varian baru Covid-19 dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

"Karena penelitian belum menunjukkan kapan harus booster. Walau sudah vaksin 2 dosis tapi belum tahu kekebalannya berapa lama. Vaksinasi tetap perlu, karena itu bagian dari upaya untuk mencapai herd immunity tapi jangan lengah dengan tetap jaga prokes," ujarnya.

Sumber: viva.co.id
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat