Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
54 Hari Hilang, Pompong Ditemukan Dipenuhi Rumput, Nelayan Iwan Belum Ditemukan
Kamis, 12 Agustus 2021 - 13:05:47 WIB
Pompong nelayan yang hilang hampir dua bulan ditemukan terikat dan ada batu pemberat dan sudah ditumbuhi rumput liar.

SULUHRIAU, Pelalawan-  Hampir dua bulan menghilang, Budiwan (42), nelayan warga Desa Penarikan Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Riau belum juga ditemukan.

Muncul spekulasi, Iwan diduga dibunuh, tapi jasadnya belum ditemukan seiring ditemukan pompong Iwan panggilan nelayan malang ini.

Penemuan pompong nelayan ini menguatkan kalau Budiwan atau akrab disapa Iwan menghilang kurang lebih 54 hari setelah pergi tak kembali pada 19 Juni 2021 lalu itu dibunuh.

Pasalnya, pompong robin yang ditemukan oleh warga Minggu, (9/8/2021) tak jauh dari upaya pencarian sebelumnya di Sungai Nilo, penarikan dengan kondisi tak wajar.

 "Setelah Iwan menghilang, pompongnya juga menghilang hampir 2 bukan. Ahad sore pompong itu ditemukan dalan kondisi tak wajar. Sepertinya pompong itu sengaja ditenggelam, " jelas H Imran Saheman, mantan Kepala Desa Penarikan, Kamis, (12/8/2021).

"Dulu pencarian agak fokus sebelah kanan sungai arah ke hilir, sedangkan pompong tu jumpo sebelah kiri, lagi pula waktu itu banjir pompong tu tenggelam ado pemberatnyo kini air la turun la tak ado air disitu lagido makanya cepat nampak, "tambah mantan Kades itu.

 Kuat dugaan ditenggelamkan karena alat transportasi nelayan itu sengaja diikat. Tak sampai di situ, pompong yang ditemukan masih lengkap dengan mesinnya itu bermuatan batu bata.

"Batu bata ini didunakan agar pompong ini tenggelam dan tidak muncul ke permukaan. Waktu kejadian musim air naik, jadi memang tidak ditemukan saat dilakukan pencarian oleh masyarakat maupun tim polisi, TNI juga Tagana, "ungkap Imran Saheman.

Kondisi pompong sudah ditutupi semak rumput kumpai sehingga memang sulit terlihat kalau tidak diperhatikan dengan jeli," tutup mesin pompong sudah hilang, tapi yang lain masih utuh," imbuh Imran sambil mengatakan pada Senin pihak Polsek Langgam sudah ke TKP  bahkan BB pompong sudah dibawa dekat kediamannya.

Mantan Kades ini juga menolak berspekulasi siapa pelaku yang telah sengaja menenggelamkan robin nelayan warganya. "Nanti biar polisi yang mengungkap siapa pelakunya. Mudah-mudahan segera terungkap," kata Imran.

 Namun, santer beredar informasi ditengah masyarakat, memang Iwan sengaja dihabisi oleh seseorang yang juga menghilang paska hilangnya nelayan tersebut. "Kami menduga pelakunya sesama nelayan bang, karena setelah bang Iwan itu hilang, malam itu juga ada warga juga menghilang entah kemana. Kami hanya menduga. Pak polisi tentu sedang berkerja mengungkap kasus ini," kata salah seorang warga yang menolak identitasnya dipublikasi.

Penemuan pompong nelayan yang menghilang ini juga dibenarkan Pj Kepala Desa Penarikan M Saprin, S. Pd. "Iya memang benar pompongnya sudah ditemukan, namun orangnya belum tahu keberadaannya, " jelas Saprin singkat.

Polsek Langgam yang menangani kasus nelayan hilang sampai ditemukan pompong belum berhasil di hubungi.

Sebelumnya, Nelayan diduga tenggelam di Sungai Nilo Desa Penarikan Kecamatan Langgam ini dilaporkan sejak Minggi (20/6/2021) lalu.

Seorang warga Penarikan bernama  Lindawati (20) Desa Penarikan Kecamatan Langgam yang tidak lain adalah istri korban membuat laporan bahwa suaminya Budiwan yang berprofesi sebagai nelayan, diduga tenggelam di Sungai Nilo Desa Penarikan Kecamatan Langgam.

Kejadian tersebut bermula, ada hari Sabtu tanggal (19/6/2021) sekira jam 06.00 WIB, korban pamit kepada istrinya Lindawati untuk pergi melihat Bubu ( perangkap ikan ) di Sungai Nilo Desa Penarikan.

Suaminya saat pergi lapor Lindawati dengan menggunakan baju kaos warna hitam les leher warna merah dan celana pendek warna hitam motif kotak.

Kemudian sekira jam 09.00 wib, temannya bernama  Untung menelepon korban dan mengatakan bahwa pembeli ikan sudah datang.

Kaka itu korban yang sempat menjawab telepon menyuruh mereka untuk menunggu di Desa Penarikan. Namun sampai pukul 10.00 WIB, korban tidak kunjung datang.

Berdasarkan laporan dari warga tersebut Kapolres Pelalawan  AKBP Indra Wijatmiko.S.IK menurunkan team untuk membantu masyarakat melakukan Pencarian korban.

Pencari  terdiri dari Tim dari SAR  bersama Personil Sat Polairud Polres Pelalawan yang di pimpin langsung Kasat Pol Airud Iptu Roni dengan menggunakan perahu karet serta masyarakat menggunakan sampan dan perahu kayu.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri Sungai Nilo Desa Penarikan Kecamatan Langgam. (ptz)



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat