Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Militer AS Diam-Diam Angkat Kaki dari Pangkalan Udara Afghanistan, Tinggalkan Ribuan Mobil
Rabu, 07 Juli 2021 - 06:50:50 WIB
Militer AS meninggalkan ribuan mobil sipil tanpa kunci di Bagram. (Reuters)

SULUHRAU- Militer Amerika Serikat (AS) secara diam-diam angkat kaki dari Pangkalan Udara Bagram pada pagi dini hari tanpa memberitahu pemerintah Afghanistan.

Pangkalan udara tersebut selama ini merupakan basis penting bagi militer AS dalam melancarkan operasi di Afghanistan.

Jenderal Asadullah Kohistani, yang kini menjabat sebagai komandan baru pangkalan tersebut, mengatakan kepada BBC bahwa AS pergi dari Bagram pada Jumat (02/07) pukul 03.00 pagi waktu setempat. Kepergian itu baru diketahui militer Afghanistan beberapa jam kemudian.

Fakta ini juga diketahui Taliban, yang kini bergerak cepat di dalam Afghanistan menuju Bagram.

Jenderal Kohistani mengatakan pasukan Afghanistan sudah menduga Taliban akan menyerang Bagram.

Dia menjelaskan terdapat berbagai laporan Taliban melakukan "pergerakan di kawasan perdesaan" dekat pangkalan udara tersebut.

"Jika kami membandingkan diri kami dengan Amerika, perbedaannya jauh. Namun, sesuai dengan kemampuan kami…kami berupaya melakukan yang terbaik dan sebanyak mungkin untuk memberi keamanan dan melayani semua rakyat,” terangnya.

Tinggalkan ribuan kendaraan

Pada Jumat (02/07), AS mengumumkan telah pergi dari Bagram sehingga praktis menuntaskan operasi militer di Afghanistan sebelum tanggal resmi 11 September sebagaimana diumumkan Presiden Joe Biden awal tahun ini.

Selang 20 menit setelah kepergian militer AS pada Jumat (02/07), listrik dipadamkan dan pangkalan udara tersebut sontak gelap, seperti dilaporkan kantor berita Associated Press.

Hal ini membuat sejumlah penjarah mendobrak masuk pangkalan udara yang telah ditelantarkan itu. Barang-barang yang ditinggalkan dijual di penampungan besi tua dan lapak-lapak pedagang loak.

Di Bagram, menurut Jenderal Asadullah Kohistani, AS meninggalkan sekitar 3,5 juta barang.

Barang-barang itu mencakup puluhan ribu air kemasan, minuman energi, dan santapan siap saji untuk personel militer alias MREs.

AS juga meninggalkan ribuan mobil sipil tanpa kunci serta ratusan kendaraan lapis baja, demikian dilaporkan kantor berita Associated Press.

Senjata-senjata berat telah dibawa pergi dan sebagian simpanan amunisi telah diledakkan. Namun, senjata ringan dan amunisi ditinggalkan untuk pasukan Afghanistan, kata Jenderal Kohistani.

Bagram punya fasilitas penjara dan dilaporkan ada sekitar 5.000 tahanan Taliban telah meninggalkan pangkalan tersebut.

Pada puncak kejayaannya, Bagram dihuni puluhan ribu prajurit AS. Alhasil, Bagram berubah dari pangkalan udara kecil hingga menjadi kota kecil yang dilengkapi kolam renang, bioskop, spa, dan restoran Burger King serta Pizza Hut.

Status kepemilikan pangkalan itu sendiri berubah-ubah seiring waktu berjalan. AS adalah negara yang mendirikannya untuk Afghanistan pada 1950-an, namun diambil alih Uni Soviet ketika Tentara Merah menginvasi pada 1979.

Bagram sempat dikuasai pemerintah Afghanistan yang disokong Moskow, lalu kemudian kelompok mujahidin. Taliban lantas merebut Bagram saat kelompok itu berkuasa pada pertengahan 1990-an.

Tapi, ketika AS menginvasi Afghanistan dan menjungkalkan Taliban pada 2001, pangkalan udara itu diperluas dan diubah menjadi basis perlawanan terhadap Taliban.

Mundurnya militer AS dari Bagram membuat kendali pangkalan udara itu ada pada pasukan Afghanistan yang berkekuatan 3.000 serdadu—jauh dari puluhan ribu personel AS dan sekutu yang pernah menempati Bagram.

Mereka kemungkinan bakal kewalahan mempertahankan Bagram dari serangan Taliban.

Kelompok itu mengeklaim telah merebut lebih dari 10 distrik selama 24 jam terakhir.

Lebih dari 1.000 tentara Afghanistan dilaporkan melarikan diri ke negara tetangga Tajikistan setelah bentrok dengan milisi Taliban. Para serdadu itu mundur hingga melintasi perbatasan untuk "menyelamatkan nyawa mereka," menurut pernyataan penjaga perbatasan Tajikistan.

Meski ada pergerakan di lapangan, perundingan damai antara delegasi Taliban dan pemerintah Afghanistan kembali digelar di Doha, Qatar, pekan lalu.

Zabiullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengatakan kepada BBC bahwa mereka akan mengajukan rencana kepada tim juru runding Afghanistan.

Sumber: bbcindonesia.com, okezone.com
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat