Jum'at, 06 08 2021
405 KK Warga Teluk Meranti Terima BST Tahap 5 dan 6, Didistribusikan PT Pos Pangkalan Kerinci | Lionel Messi Resmi Tinggalkan Barcelona | Ekonomi Riau Tumbuh 5,13 Persen pada Triwulan II-2021, Gubri: Alhamdulillah! | Sidang Dua Terdakwa Kasus Korupsi Ruang Pertemuan Hotel Kuansing Masuk Penuntutan | Bupati-Wabup Natuna Pinjamkan Mobil Dinas untuk Keperluan Warga Menikah | Wabup Natuna Pimpin Goro Bersihkan Area Pelabuhan Selat Lampa
 
Ekbis
Dukung Pergub Mitra Media, Kapolda Riau Sebut Solusi Terbaik

Ekbis - - Kamis, 24/06/2021 - 19:17:17 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si mendukung keberadaan Peraturan Gubernur Riau Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan (PIPP) atau yang lebih populer dengan sebutan Pergub Mitra Media.

Menurutnya itu merupakan solusi terbaik dalam pembenahanan ke arah yang lebih baik.

Dukungan itu disampaikan saat Jenderal Bintang Dua tersebut menerima Kaukus 3 Asosiasi Perusahaan Pers (APP) di Riau yang menjadi konstituen Dewan Pers (DP) di kantornya, Kamis (24/6/2021).

Ketiga organisasi tersebut adalah Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Riau dihadiri Ahmad S.Udi selaku ketua dan Dian Al Hadi sekretaris. Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau dihadiri Ketua Khairul Amri dan Bendahara Maskur. Sementara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Riau dihadiri Eka Buana Putra, Ketua Bidang Hukum, Arbitrase, dan Legislasi.

Dalam perbincangan yang berlangsung santai hampir dua jam tersebut, Kapolda memberi gambaran mengenai adanya patron-patron di tengah masyarakat yang kemudian memunculkan praktik-praktik melanggar hukum. Seperti premanisme dan tindakan meresahkan masyarakat lainnya.
"Sebenarnya hal-hal seperti itu sudah tidak jamannya lagi. Semua harus mulai dibenahi," ujar Kapolda Riau.

Ketua AMSI Riau Ahmad S.Udi lantas mengungkapkan bahwa praktek-praktek seperti itu juga terjadi di media massa. Banyak oknum-oknum yang mengataskan wartawan justru menjadikan profesi ini untuk melakukan tindak pidana. Seperti pemerasan atau pun teror lewat berita. Biasanya, pelakunya berasal dari media-media yang tidak memenuhi standar sesuai ketentuan dan tidak menerapkan  etika jurnalistik dengan baik.

Penjelasan itu diamini Kapolda. Karena itu ia menegaskan dukungan pada langkah-langkah pembenahan ke arah yang lebih baik. Dengan demikian, nanti akan terpisahkan mana media yang benar dan mana media yang tidak benar.

"Saya yakin semua ingin pembenahan yang lebih baik. Ada solusi terbaik dari setiap masalah. Media bisa lebih sehat. Sementara media-media yang belum benar diberi kesempatan untuk berbenah. Kalau memang tidak bisa di media, ya bisa mencari rejeki di bidang lain," paparnya.

Lebih kanjut Kapolda justru akan menularkan dukungan ini pada seluruh jajarannya. Kepada para Kapolres.

"Awal Juli nanti kita buat webinar atau FGD (focus group discussion, red). Kita kumpulkan semua Kapolres dan salah satu dari teman-teman memberi paparan,' janji Kapolda.

Gayung bersambut, tiga organisasi yang berhimpun dalam Asosiasi Perusaan Pers (APP) Riau tersebut langsung menyanggupi. Pertemuan lantas ditutup dengan foto bersama.(rls)




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved