Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Warga Keluhkan Masih Maraknya PETI, Minta Aparat Penegak hukum tidak Kendor Menertibkan
Selasa, 08 Juni 2021 - 18:08:08 WIB

SULUHRIAU, Kuansing- Pertambangan tanpa izin (PETI) masih marak di wilayah Kuantan Singingi. Jika merujuk Pasal 158 dan Pasal 160 UU Minerba, tindakan itu masuk ranah pidana.

Namun, penegakan hukum terhadap PETI menjadi dilema, aparat hukum tak membiarkan kegiatan itu, namun ketika ditertibkan, masyarakat akan menerima dampaknya.  

Aktivitas PETI di Kabupaten Kuantan Singingi tepatnya di kecamatan Gunung Toar, yang dekat dengan perkampungan perbatasan Desa Pisang Berebus dan Desa Lubuk Terentang, membuat resah warga setempat.

Menurut salah seorang warga Gunung Toar  berinisial O (58) kepada awak media, aktivitas tersebut sudah sejak sebulan terakhir ini beroperasi yang mengakibatkan kerusakan ekosistem dan menyebabkan bencana alam, seperti longsor dan banjir.

"Ya, kami sedih karena di dekat tempat mereka bekerja terdapat persawahan, yang dapat mengakibatkan longsor di area persawahan tersebut,"ungkapnya

Selain itu, kegiatan PETI di Sungai Batang Kuantan yang membuat ekosistem menjadi rusak, baru kemarin  pemuda serta masyarakat setempat membantu membubarkannya tapi pelaku itu cuman jera dua hari. " Saya agak kecewa dengan penegakan hukum masalah PETI," kata O.

Bahkan salah seoarang awak media sempat diancam oleh pelaku penambang ilegal tersebut, Kami marah, kami sedih, kawasannya kami dirusak" kata salah seorang warga Gunung Toar.

Ditambahkannya "saya menyampaikan keluhan dari semua petani yang sawahnya berdekatan dengan aktivitas PETI Penambangan emas ilegal berhenti, agar para petani aman beratifitas di sawah tanpa Ada suara bising dan pencemaran disekitar area persawahan," ujarnya

Warga berharap polisi untuk tidak menutup mata untuk menindak tegas para penambang ilegal yang menambang emas tanpa izin di wilayahnya.

"Kami tidak ingin sungai Batang kuantan yang dulu jernih di rusak oleh lubang tambang maupun kimia pertambangan,"harapnya lagi

Jika penambang ilegal bisa ditindak, kami yakin masyarakat sangat senang, tanpa ada gangguan banjir yang mudah mengakibatkan longsor, ekosistem alam dan keindahannya bisa terus lestari.

"Saya harap aparat penegak hukum bisa memperhatikan dengan baik, bukan untuk di Kecamatan Gunung Toar saja, tapi juga di kecamatan yang ada di Kuansing, sehingga bisa menjaga dan melestarikan ekosistem alam yang ada di wilayahnya. Saya mendukung penuh penegakkan hukum," tutupnya. (rda)



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat