Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Keruntuhan 'Final' Israel Telah Diprediksi Einstein dalam Suratnya
Sabtu, 05 Juni 2021 - 15:14:15 WIB
Surat Albert Einstein yang memprediksi keruntuhan Israel. (Foto/memo, sindonews.com)

SULUHRIAU, Tel Aviv- Tidak perlu jadi seorang jenius untuk melihat proyek Zionis yang disebut Israel akan hancur berantakan.

Namun, ada seorang jenius yang meramalkan kematian Israel saat dia diminta membantu mengumpulkan dana untuk sel-sel teror Zionis.

“Sepuluh tahun sebelum negara itu mendeklarasikan kemerdekaannya pada 1948 di atas tanah yang dicuri dari rakyat Palestina, Albert Einstein menggambarkan pembentukan Israel yang diusulkan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan sifat esensial Yudaisme," papar Yvonne Ridley dalam artikel di Middle East Monitor.

Setelah melarikan diri dari Hitler di Jerman dan akhirnya menjadi warga negara Amerika Serikat (AS), Einstein tidak membutuhkan pelajaran tentang seperti apa fasisme itu.

Salah satu fisikawan terbesar dalam sejarah, dan didukung beberapa intelektual Yahudi terkenal lainnya, Einstein melihat kekurangan dan garis patahan itu pada 1946 ketika dia berbicara kepada Komite Penyelidikan Anglo-Amerika tentang masalah Palestina. Dia tidak mengerti mengapa Israel dibutuhkan. "Saya percaya itu buruk," ungkap Einstein saat itu.

Dua tahun kemudian, pada 1948, dia dan sejumlah akademisi Yahudi mengirim surat ke New York Times untuk memprotes kunjungan Menachem Begin ke Amerika Serikat.

Dalam surat yang terdokumentasi dengan baik, mereka mengecam Partai Herut (Kebebasan) pimpinan Begin. “Partai politik yang sangat mirip dalam organisasi, metode, filosofi politik, dan daya tarik sosialnya kepada partai Nazi dan Fasis," ujar Einstein dan para akademisi Yahudi.

Herut adalah partai nasionalis sayap kanan yang kemudian menjadi Partai Likud yang dipimpin Benjamin Netanyahu sekarang.

“Sebagai pemimpin kelompok teroris Zionis Irgun, yang memisahkan diri dari organisasi paramiliter Yahudi yang lebih besar, Haganah, Begin diburu karena kegiatan teroris melawan otoritas Mandat Inggris,” papar Ridley.

Kekerasan menjelang kelahiran Israel yang secara khusus membuat Einstein muak, dan tidak diragukan lagi ini yang paling utama dalam pikirannya ketika dia menolak tawaran menjadi presiden Israel.

Tawaran ini diajukan kepada Einstein pada 1952 oleh Perdana Menteri Israel David Ben-Gurion.

Meskipun penolakannya sopan, Einstein percaya peran itu akan bertentangan dengan hati nuraninya sebagai seorang pasifis, dan fakta bahwa dia harus pindah ke Timur Tengah dari rumahnya di Princeton, New Jersey tempat dia menetap sebagai pengungsi Jerman.

“Saat meneliti pandangan Einstein, saya menemukan surat-suratnya yang lain, yang kurang terkenal tetapi mungkin jauh lebih mengungkapkan daripada yang lain yang telah dia tulis tentang masalah Palestina. Singkat saja, hanya 50 kata, itu termasuk peringatannya tentang malapetaka terakhir yang dihadapi Palestina di tangan kelompok teror Zionis,” ujar Ridley.

Surat khusus ini ditulis kurang dari 24 jam setelah berita tentang pembantaian Deir Yassin di Yerusalem Barat pada April 1948.

“Sekitar 120 teroris dari Irgun pimpinan Begin dan Stern Gang (dipimpin oleh teroris lain yang kemudian menjadi perdana menteri Israel, Yitzhak Shamir), memasuki desa Palestina dan membantai antara 100 dan 250 pria, wanita dan anak-anak,” ungkap Ridley.

Ridley menambahkan, “Beberapa orang meninggal karena tembakan, yang lain dari granat tangan yang dilemparkan ke rumah mereka. Orang lain yang tinggal di desa yang damai itu terbunuh setelah dibawa dalam parade yang aneh melalui Yerusalem Barat. Ada juga laporan pemerkosaan, penyiksaan dan mutilasi.”

Sebulan kemudian Inggris mengakhiri kekuasaan Mandat mereka di Palestina dan Israel muncul.

Legitimasi yang diklaim para pendiri Israel adalah Resolusi Pemisahan PBB November 1947 yang mengusulkan agar Palestina dibagi menjadi dua negara, satu Yahudi dan satu Arab, dengan Yerusalem dikelola secara independen dari kedua belah pihak.

Surat yang diketik Einstein ditujukan kepada Shepard Rifkin, Direktur Eksekutif American Friends of the Fighters for the Freedom of Israel, yang berbasis di New York.

Kelompok ini awalnya diluncurkan untuk mempromosikan ide-ide anti-Inggris dari Stern Gang, dan mengumpulkan uang di Amerika untuk membeli senjata untuk mengusir Inggris dari Palestina.

Rifkin ditunjuk sebagai direktur eksekutifnya, meskipun dia kemudian menyebut dirinya sebagai "orang yang jatuh".

Dia telah diberitahu oleh Benjamin Gepner, seorang komandan yang mengunjungi AS, untuk mendekati Einstein untuk bantuannya.

Rifkin berkewajiban, tetapi setelah pembantaian Deir Yassin, dia menerima respons yang luar biasa dari Einstein, yang ditulis hanya dalam 50 kata:

“Yang terhormat, Ketika bencana nyata dan final harus menimpa kita di Palestina, yang pertama bertanggung jawab untuk itu adalah Inggris dan yang kedua bertanggung jawab untuk itu organisasi Teroris yang dibangun dari barisan kita sendiri. Saya tidak ingin melihat siapa pun yang terkait dengan orang-orang yang disesatkan dan kriminal itu. Hormat kami, Albert Einstein,” tulis Einstein dalam surat singkat itu.

Surat itu asli dan dijual dalam pelelangan ketika muncul kembali dan sejak itu digambarkan sebagai salah satu dokumen anti-Zionis paling tegas oleh sang jenius tersebut.

Tidak ada yang lebih berbeda dalam nada dan isi dari surat yang dia tulis kepada Manchester Guardian pada 1929, ketika dia memuji "pionir muda, pria dan wanita dengan kaliber intelektual dan moral yang luar biasa, memecahkan batu dan membangun jalan di bawah terik matahari Palestina" dan "pemukiman pertanian yang berkembang pesat yang muncul dari tanah yang telah lama ditinggalkan... pengembangan listrik tenaga air... (dan) industri... dan, di atas segalanya, pertumbuhan sistem pendidikan... Yang pengamat... bisa gagal ditangkap oleh keajaiban pencapaian luar biasa dan pengabdian yang hampir manusiawi seperti itu?

Einstein mendasarkan pandangannya pada saat ia mengunjungi Palestina selama 12 hari pada 1923, saat memberikan kuliah di Hebrew University of Jerusalem. Ternyata itu adalah satu-satunya kunjungan dia ke tanah suci itu.

Sebagai seorang pasifis seumur hidup, Einstein menyukai gerakan perdamaian global ketika dia menulis "Manifesto untuk Orang-orang Eropa" untuk meminta perdamaian di Eropa melalui persatuan politik semua negara di seluruh benua.

“Tidak heran dia tidak pernah mengunjungi negara Israel, yang terbentuk dari laras senjata, dinamit, dan darah orang-orang Palestina,” tutur Ridley.

Ada banyak "Deir Yassin" sejak Peraih Nobel Einstein mengutuk langsung apa yang dilihatnya sebagai terorisme Yahudi.

“Hari ini, dengan Gaza yang masih membara dari serangan militer brutal terbaru Benjamin Netanyahu terhadap penduduk sipil yang sebagian besar tidak bersenjata, masa depan negara Zionis tidak pernah tampak lebih genting,” ungkap Ridley.

Menurut Ridley, “Kita diberitahu bahwa semua karir politik berakhir dengan kegagalan, dan Netanyahu hanyalah salah satu contohnya. Kita juga diberitahu bahwa keruntuhan masyarakat tidak dapat dihindari dengan jatuhnya pemerintah secara terus-menerus dan meningkatnya kekerasan yang sering disebabkan oleh perang dan bencana.”

Israel telah mengadakan empat Pemilihan Umum hanya dalam waktu dua tahun, yang tidak mampu menghasilkan pemerintahan yang stabil.

“Cara Netanyahu mempertahankan cengkeramannya pada kekuasaan adalah dengan menunjukkan bahwa dia adalah orang kuat yang dibutuhkan negara untuk mempertahankan diri dari Palestina,” ungkap Ridley.

Selain itu, di bawah pemerintahannya, Hukum Negara Bangsa Yahudi disahkan, undang-undang yang bertentangan dengan klaim bahwa Israel adalah demokrasi liberal.

“Maka, tidak heran, bahwa semakin banyak orang Yahudi di penjuru dunia seperti Einstein, menolak filsafat politik ‘Nazi dan Fasis’ Herut yang tampaknya telah bereinkarnasi di Likud dan partai-partai yang lebih jauh ke kanan dalam spektrum politik,” ungkap Ridley.

“Orang-orang baik dari semua agama tidak ada yang terkejut bahwa ekstremisme sayap kanan tampaknya melanda masyarakat arus utama Israel secara keseluruhan,” papar Ridley.

Ridley menegaskan, “Ilmuwan Yahudi paling terkenal dalam sejarah tahu dari konsepsi berdarahnya bahwa Israel yang diciptakan dan dijalankan oleh sayap kanan fanatik bersenjata tidak layak. Seharusnya tidak perlu seorang jenius untuk memberi tahu kita tentang hal itu, tapi memang seperti itu.”

Sumber: Sindonews.com





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat