Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Kritik Publik Bikin Duterte Minta Vaksin China Sinopharm Ditarik
Jumat, 07 Mei 2021 - 06:38:42 WIB

SULUHRIAU- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte berencana mengembalikan vaksin Corona China buatan Sinopharm.

Rencana tersebut terjadi usai publik mengkritik keras Duterte karena melakukan vaksinasi menggunakan vaksin Sinopharm meski meskipun belum mendapat izin penggunaan darurat oleh regulator Filipina.

Duterte sendiri disuntik pada Senin (3/5) waktu setempat. Menteri Kesehatan Filipina, Francisco Duque lah yang menyuntikkan vaksin Sinopharm ke Duterte.

Selain Duterte, pengawal presiden juga disuntik vaksin Sinopharm. Penyuntikan dilakukan secara rahasia.

Para pengkritik menuduh Duterte telah menghina aturan vaksinasi saat publik Filipina berjuang menghadapi serangkaian pembatasan Corona.

Dalam pidato pada Rabu (5/5) malam waktu setempat, Duterte menanggapi kritikan yang muncul dengan meminta maaf. Ia menegaskan bahwa penggunaan vaksin Sinopharm itu direkomendasikan oleh dokternya.

Duterte juga menegaskan bahwa penggunaan vaksin Sinopharm oleh dirinya dan pengawalnya tidak melanggar aturan apapun karena vaksin itu telah mendapatkan izin 'penggunaan simpatik' dari regulator.

Laporan media lokal, Manila Bulletin, menegaskan bahwa meskipun vaksin Sinopharm belum mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Regulasi Makanan dan Obat-obatan Filipina (FDA), badan tersebut telah merilis izin penggunaan simpatik demi Kelompok Pengamanan Presiden (PSG).

Duterte telah meminta kepada Duta Besar China di Manila, Huang Xilian, untuk menarik 1.000 dosis vaksin Sinopharm. Padahal, ribuan dosis itu baru saja disumbangkan China untuk Filipina.

"Saya menuturkan kepada Duta Besar bahwa mereka (pengkritik-red) mengkritiknya karena Sinopharm tidak melalui pemeriksaan.

Saya memberitahunya untuk menariknya. Anda menarik seluruh vaksin Sinopharm, 1.000 dosis," ucap Duterte mengutip percakapannya dengan Dubes China.

Duterte juga menekankan bahwa para pejabat tinggi China telah disuntik dengan vaksin Sinopharm dan vaksin ini digunakan di Brasil juga Indonesia.

Namun, lanjut Duterte, jika memang menjadi masalah, dirinya memilih untuk tidak mendistribusikan vaksin Sinopharm, terutama 1.000 dosis yang disumbangkan China.

"Tapi jika ada kritikan, kita lebih baik menariknya dan hanya menunggu Sinovac dan yang lainnya. Lagipula, itu hanya 1.000 dosis vaksin. Itu tidak akan mengurangi pasokan," tandasnya.

Diketahui bahwa Sinopharm menghadapi banyak pertanyaan kritis soal potensi celah saat uji klinis fase 3, dengan vaksin ini dikirimkan ke luar negeri bahkan sebelum menyelesaikan uji klinis tahap akhir.

Vaksin yang dikembangkan oleh Institut Produk Biologis Beijing di bawah Grup Biotec Nasional China (CNBG) milik negara ini, diklaim efektif 79,34 persen melawan vaksin Corona. (*)

Sumber: detik.com
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat