Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Sosial Budaya
Jozeph Paul Zhang: Saya Sudah Aman di Sini, Tak Perlu Diamankan
Rabu, 21 April 2021 - 09:56:45 WIB

SULUHRIAU- Jozeph Paul Zhang menegaskan dirinya tidak ada pulang ke Indonesia. Hal ini ia tegaskan usai dirinya dilaporkan atas dugaan penistaan agama lantaran mengaku sebagai nabi ke-26.

Ia pun memilih untuk tinggal di luar negeri meskipun masih banyak sanak saudara yang tinggal di Indonesia.

"Saya tidak pulang ke Indonesia, saya tidak akan pulang ke indonesia, tidak akan pulang. Saya masih punya banyak keluarga di indonesia. Bahkan ada kerabat saya meninggal dunia saya tidak pulang. Kenapa? karena saya sudah tempuh jalan yang sudah saya jalanin," kata Jozeph dalam sebuah video di YouTube dilansir dari VIVA, Rabu, (21/4/2021).

Terkait pernyataan kontroversial yang membuat gaduh warga Indonesia, Jozeph menyebut dirinya hanya menceritakan pengalaman yang ia rasakan saat tinggal di Indonesia.

Ia pun mengatakan dirinya berhak menceritakan di akun YouTube-nya. Menurutnya, pemerintah Indonesia tidak boleh melarang dirinya menyampaikan ceritanya.

"Itu hak saya untuk cerita ini YouTube saya, ini zoom saya, saya yang bayar zoom ya kan? masa saya tidak boleh. Orang pemerintah di sini saja boleh kok, kenapa saya enggak boleh, jangan dong. Anda juga tidak berhak larang saya dong," katanya.

Ia pun bercerita bahwa kediamannya pernah digeruduk karena pernyataannya. Ia pun bersyukur bahwa saat ini sudah tak lagi berada di Indonesia.

Lebih lanjut, Jozeph mengatakan alasan dirinya baru menyuarakan apa yang ia rasakan saat berada di luar negeri. Menurutnya, jika dirinya masih berada di Indonesia dan menyampaikan apa yang ia rasa maka hal tersebut merupakan tindakan bodoh.

"Kenapa bilangnya di Jerman tidak di indonesia? Saya goblok lah, orang kan pakai otak, kalau saya di indonesia baru lagi ngomong, lagi live, saya matiin laptop abis live diciduk," katanya.

Jika di Jerman, ia menuturkan dirinya tidak akan ditangkap. Jozeph pun meminta aparat kepolisian tak perlu repot-repot untuk mengamankan dirinya. Sebab ia merasa di Jerman dirinya sudah merasa aman.

Jozeph membayangkan jika dirinya masih berada di Indonesia, maka dirinya tak bisa menyuarakan suara yang ia yakini dirasakan kaum minoritas sama dengan dirinya.

"Makanya saya tidak perlu diamankan, saya sudah aman di sini, mau diamankan gimana lagi, sudah aman. Orang Eropa bingung kok diamankan malah dipenjara ketawa mereka. Oh iya kalau di Indonesia yang namanya diamankan di dalam penjara," katanya.

Jozeph Paul Zhang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan agama karena mengaku nabi ke-26 saat menggelar zoom meeting berdiskusi dengan rekannya terkait ‘Puasa Lalim Islam’, dan diunggah ke akun YouTube Joseph Paul Zhang pada Kamis, 15 April 2021.

Atas perbuatannya, Paul Zhang dipersangkakan Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE dan Pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Kini, Paul Zhang masih diburu kepolisian yang diduga berada di luar negeri.

Diketahui, Paul Zhang mengatakan dari dulu kalau bulan puasa itu adalah bulan yang paling tidak nyaman, apalagi kalau sudah dekat-dekat dengan Lebaran Hari Raya Idul Fitri. “Dum dum breng, sarimin pergi ke pasar. Itu udah paling mengerikan, horor banget,” kata Paul Zhang dikutip dari YouTube pada Minggu, 18 April 2021.

Kemudian, teman-teman Paul Zhang hanya tertawa dan tidak mau ikutan karena takut dilaporkan ke polisi atas dugaan penistaan agama. Namun, Paul Zhang mengaku sudah buat sayembara menantang siapa saja yang berani melaporkannya ke polisi akan diberi hadiah berupa uang.

“Yang bisa laporin gue ke polisi penistaan agama, nih gue nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabulullah. Kalau anda bisa bikin laporan polisinya atas penistaan agama, gua kasih 1 laporan Rp 1 juta, maksimum 5 laporan. Supaya jangan bilang gue ngibul jadi Rp 5 juta. Kemarin kan 3, sekarang gw kasih 5 nih di wilayah Polres yang berbeda. Gua kasih 1 laporan Rp 1 juta, 5 laporan Rp 5 juta,” jelas dia.

Sumber: viva.co.id
Editor: Jandri






 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat