Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Sukarelawan Meninggal, Uji Coba Vaksin Covid-19 China di Brasil Dihentikan
Rabu, 11 November 2020 - 16:50:25 WIB
Ilustrasi (int)

SULUHRIAU - Brasil telah menangguhkan uji klinis untuk vaksin virus corona buatan China, Sinovac setelah kematian seorang sukarelawan berusia 33 tahun, demikian dilaporkan media.

Regulator kesehatan Brasil, Anvisa, mengatakan sebuah kejadian "berdampak sangat parah" terjadi pada 29 Oktober, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sementara itu penyelenggara uji coba mengatakan bahwa kematian tidak terkait dengan vaksin tersebut.

Sebuah surat kabar Brasil mengatakan, kejadian buruk itu adalah kematian warga Sao Paulo berusia 33 tahun yang mengajukan diri untuk menjalani uji coba vaksin.

Otoritas kesehatan negara bagian mengatakan mereka menerima informasi bahwa kematian itu tidak terkait dengan vaksin, dan tidak diketahui apakah relawan tersebut telah menerima dosis vaksin atau plasebo.

China telah menggunakan vaksin tersebut, yang dikritik oleh presiden Brasil, Jair Bolsonaro, untuk mengimunisasi ribuan penduduknya dalam program penggunaan darurat.

Penangguhan uji coba di Brasil mengejutkan penyelenggara uji coba yang membantah dengan mengatakan bahwa kematian tersebut tidak terkait dengan vaksin.

Dimas Covas, Kepala Institut Penelitian Medis Sao Paulo Butantan yang menyelenggarakan uji coba, mengatakan keputusan itu aneh "karena itu kematian yang tidak terkait dengan vaksin".

"Karena ada lebih dari 10.000 sukarelawan saat ini, kematian dapat terjadi,” kata Covas kepada TV Cultura.

"Ini adalah kematian yang tidak ada hubungannya dengan vaksin dan karena itu bukan saatnya untuk menghentikan uji coba."

Menurut laporan surat kabar Folha de Sao Paulo, seorang sukarelawan percobaan berusia 33 tahun dari Sao Paulo meninggal pada tanggal 29 Oktober.

"Otoritas kesehatan negara bagian pada Senin (9/11/2020) menerima informasi bahwa kematian tersebut tidak terkait dengan vaksin, meskipun tidak ada data publik, seperti apakah relawan tersebut telah menerima dosis vaksin atau plasebo."

Tidak diketahui berapa lama penangguhan uji coba, yang berada pada tahap akhir pengujian, yang dikenal sebagai tahap tiga, akan berlangsung.

Vaksin, yang dikenal sebagai CoronaVac itu, sedang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi China, Sinovac. Pihak Sinovac belum menanggapi permintaan komentar.

Bukan hal yang aneh jika uji klinis ditangguhkan sementara untuk penyelidikan setelah seorang sukarelawan jatuh sakit.

Uji coba vaksin Covid-19, yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford, dihentikan sementara pada September setelah seorang peserta diduga mengalami reaksi merugikan di Inggris.

Sumber: Okezone.com
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat