Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Sosial Budaya
Malam Ini, Karya Tari "Nyanyian Hutan" Akan Digelar di Anjung Seni Idrus Tintin
Sabtu, 07 November 2020 - 11:05:58 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru-  Kondisi hutan di Riau sudah sejak lama tergerus oleh pembangunan yang kurang memperhatikan aspek sosial dan ekologi.

Hal ini membuat persoalan sosial masyarakat terus muncul bersamaan hancurnya ekosistem karena rusaknya lingkungan.

Penebangan hutan yang terus dilakukan untuk industri, perkebunan dan lainnya dengan mengabaikan masyarakat adat, masyarakat asli yang menghuni hutan sejak turun-temurun, dan dengan dominasi kuasa dan struktural, membuat  kelangsungan masyarakat tempatan, salah satunya masyarakat Sakai di Bengkalis, harus tesingkir dari tanah leluhurnya.

Kondisi masyarakat tersebut menjadi perenungan bagi SPN Iwan Irawan Permadi, koreografer kawakan Riau. Beberapa karyanya sudah banyak lahir dari banyak hal tentang kerusakan ekologi dan sistem sosial masyarakat ini.

Dalam karya terbarunya,  Iwan akan menampilkan Pagelaran Karya Tari Inovatif "Nyanyian Hutan", yang akan dipentaskan di Anjung Seni Idrus Tintin (ASIT), Sabtu, (7/11/2020) malam.

"Karya ini lahir dari keresahan saya terhadap kondisi hutan di Riau hingga saat ini. Pembangunan terus terjadi, industri terus berkembang, hutan terus tergerus menjadi kebun dengan sistem kapitalis, namun masyarakat tempatan, salah satunya masyarakat Sakai, terhimpit dan bahkan harus tersingkir dari tanah leluhurnya," jelas Iwan dalam perbincangan dengan Riaupos.co.

Perjuangan Masyarakat Adat Sakai yang tak pernah lelah untuk mempertahankan tanah leluhurnya itu menginsiprasi Iwan dengan gerakan-gerakan tari lewat geliat tubuhnya yang mengisyarakat bagaimana mereka mempertaruhkan kebebasan yang mereka inginkan.

Dari gerakan-gerakan tubuh tersebut, kata Iwan, menjadi sebuah metafora bagaimana mereka melakukan yang semestinya dalam perjuangan itu, meski harus "bertikai" dengan perlawanan mereka sendiri dengan keraguan, mencari aman, atau menyerah dengan gelombang industrialisasi yang menggerus mereka tersebut.

"Makna metafor tentang idealisme mereka lewat gerak tubuh, akan terlihat dalam pagelaran ini," jelas lelaki kelahiran Bandung, 16 Juli 1960 ini.

Mereka, kata Iwan, sudah kehilangan hutan dan pohon-pohonnya, laman bermain, dan banyak yang akhirnya meninggalkan tanah leluhur karena tak mampu melawan lagi.

"Mereka hanya menjadi penonton pembangunan yang dilakukan di tanah mereka sendiri," jelasnya lagi.

Dalam "Nyanyian Hutan" ini, kata Iwan, dia menciptakan gerakan dan musik dari motif gerak tari "Olang-Olang", yakni tari tari tradisional Sakai dan gerakan silat mereka. Sementara suara dan musik terinspirasi dari nyanyi panjang dan mantra Orang Sakai.

Dalam dunia seni, terutama koregrafi, nama Iwan sangat diperhitungkan. Tidak hanya di Riau, tetapi juga Indonesia, dan dunia, terutama di kawasan Asia Tenggara. Ratusan karya sudah diciptakannya dalam gerak dan pementasan di bergai daerah dan negara.

Iwan belajar kesenian di Padepokan Seni Bagong Kussiardjo, Yogyakarta. Tahun dia 1983 hijrah ke Pekanbaru dan setahun kemudian mendirikan komunitas tari dan musik, Pusat Latihan Tari Laksemana.

"Saya banyak belajar kesenian Melayu, khususnya tari Melayu dengan H OK Nizami Jamil, belajar pengetahuan tari zapin dari M Yazid, Amrin Sabrin, dan Tom Ibnur, dan belajar kebudayaan  dan sastra Melayu dari para budayawan Riau," jelas Iwan menceritakan sedikit perjalanan berkeseniannya.

Sebagai penari dan koreografer, Iwan aktif mengikuti berbagai forum dan festival kesenian baik di dalam maupun di luar negeri. Bersama Yayasan Pelatihan Tari Laksemana, dia membuat beberapa forum silaturahmi budaya seperti Pasar Tari Kontenmporer (Pastakom), Laksemana Award, Riau Dance Forum, Riau Zapin Festival, dll. Dia sudah membuat ratusan karya tari, seperti "Perisai", "Zikir", dan lain-lain.

Untuk pagelaran kali ini, Iwan mengucapkan terima kasih karena didukung oleh program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2020.

"Semoga bantuan pemerintah ini terus terjadi di masa mendatang untuk menggairahkan dunia kesenian di Indonesia," jelas Iwan lagi sambil menjelaskan bahwa penonton yang datang harus mengikuti protocol corona dengan ketat.

Iwan akan menjadi koreografer dalam pagelaran ini yang didukung oleh komposer Anggra Satria, penata artistik Willy Fwi, dan para penari yakni  M Darus, Mrftakhul Hauna, Dayat, Budi, Faisal, Sobri, Dio, Sukri, Izard, dan Davi.

Selain mereka, beberapa seniman yang terlibat adalah Anggita Irwandini (penata rias),  Dityarani dan Faisal (penata busana), Amesa (penata cahaya), Megat dan Agus (penata suara), Furqon LW (desain grafis),  M Rezza Akmal (fotografi), M Andika dan Fabian (koordinator latihan), Fedli Azis (publikasi), dan Dra Duni Sriwani MSn sebagai pimpinan produksi. (Rls)




 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat