Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Sosial Budaya
Mengapa Generasi Sahabat Hingga Muhammad Al-Fatih Berjaya?
Rabu, 14 Oktober 2020 - 22:11:17 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU- Dalam sejarah peradaban Islam, pernah lahir setidaknya tiga generasi gemilang: generasi sahabat Nabi Muhammad SAW, generasi Shalahuddin al-Ayyubi, dan generasi Muhammad al-Fatih.

Generasi ini mampu mengukir sejarah emas peradaban Islam. Mereka memiliki ketangguhan yang luar biasa dalam jiwa dan raga. Generasi-generasi gemilang itu memang lahir dari proses pendidikan. 

Generasi sahabat dididik langsung oleh guru terbaik, yakni Rasulullah SAW. Rumusan pendidikan Islam ketika itu digambarka Umar bin Khathab RA: "Taaddabu tsumma ta'allamu". Beradablah kalian, kemudian berilmu! Inti pendidikan adalah penanaman adab, akhlak mulia.

Inti pendidikan bukan pengajaran. Tapi, penanaman nilai-nilai kebaikan dan keadilan, yang oleh Prof Syed Muhammad Naquib al-Attas disebut: "inculcation of goodness or justice".

Ini konsep luar biasa. Pada 637, lima tahun sepeninggal Sang Guru, Rasulullah SAW wafat 632 M, generasi ini sudah membuka peradaban baru di Kota Yerusalem. Mereka berhasil mengalahkan Romawi, yang jumlah pasukannya berkali-kali lipat pasukan Islam. Sebelum wafat, Rasulullah SAW sudah mengangkat Usamah bin Zaid sebagai panglima Perang pada usia 18 tahun.

Generasi Shalahuddin dilahirkan para ulama semisal Imam al-Ghazali, Syekh Abdul Qadir al-Jillani, dan sebagainya. Generasi ini berhasil membebas kan Kota Yerusalem pada 1187 M. Simaklah lahirnya generasi ini dalam buku "Hakadza Dhahara Jiilu Shalahuddin… " karya pakar pendidikan Dr Majid Irsan al-Kilani. Pola pendidikan pada generasi ini pun mengacu kepada konsep penanaman adab dan peningkatan ilmu, beroros konsep "tazkiyyatun nafs" (pensucian jiwa). 

Sementara itu, generasi Muhammad al-Fatih dilahirkan guru-guru hebat pula, seperti Syekh al-Kurani dan Aaq Syamsuddin. Pola pendidikannya pun sama: penanaman adab dan peningkatan ilmu. Syekh Aaq Syamsuddin adalah seorang ulama ahli tasawwuf, syariah, akhlak, pengobatan, dan sebagainya.

Prestasi gemilang generasi ini adalah membuka Kota Konstantinopel pada 1453 dan membangun satu peradaban yang unggul. Itu karya sebuah generasi. Bukan karya seorang Muhammad al-Fatih, yang naik takhta pada usia 22 tahun.

Dan generasi ini lahir dari sebuah model pendidikan yang tepat, yang berawal pada penanaman adab. Tidak heran jika ulama terkenal Ibn al-Mubarak menyatakan, bahwa porsi adab dalam agama Islam, adalah dua pertiganya (kada al-adabu yakunu tsulutsay al-dini).

Sumber: republika.co.id
Editor: Jandri






 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat