Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Sosial Budaya
Sebelum Subuh Berdarah, Jenderal Nasution Foto Bareng dengan Aidit
Kamis, 01 Oktober 2020 - 12:24:43 WIB
Foto: wikipedia

SULUHRIAU- Menko Hankam Kepala Staf Angkatan Bersenjata (Kasab), Jenderal Abdul Haris Nasution sempat berfoto dengan Ketua Umum Comite Central Partai Komunis Indonesia (CC PKI), Dipa Nusantara Aidit.

Keduanya berfoto bersama tiga hari sebelum terjadinya peristiwa malam berdarah 30 September 1965.

Demikian dibeberkan Putri sulung Jenderal Abdul Haris Nasution, Hendrianti Sahara Nasution saat menceritakan awal mula ayahnya menjadi target sasaran untuk dibunuh pada peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI.

"Ayah saya tiga hari sebelumnya juga berfoto sama Aidit. Setelah itu baru ayah saya bilang, 'Wah itu Aidit mau foto sama saya, dia pikir saya bakal mati, terus dia tinggal dilihat semua orang' gitu," ujar Yanti, sapaan karib Hendrianti, seperti dilansir okezone.com.

Yanti menceritakan kenapa ayahnya masuk dalam daftar jenderal yang akan dibunuh oleh G30S. Sebab, saat itu Nasution adalah salah satu jenderal yang lantang menentang paham komunis di Indonesia.

"Sebelum kejadian itu kan namanya PKI kan populer banget di pemerintah kita. Dulu kan ada namanya Nasakom (Nasionalisme Agama dan Komunis), nah ayah saya nentang itu, makanya apa namanya, dijadikan apa mainan Nasution anti komunis kan gitu," ungkapnya.

AH Nasution merupakan satu dari delapan jenderal yang namanya masuk dalam target korban G30S/PKI. Gerakan pembunuhan para jenderal itu disebut-sebut didalangi oleh PKI.

Selain Nasution, tujuh Jenderal lain yang diincar untuk dibunuh yakni, Letnan Jenderal Ahmad Yani; Mayjen Soewando Parman; Mayjen R Soeprapto; Mayjen Mas Tirtodarmo Harjono; Brigjen Donald Izacus Pandjaitan; Brigjen Soetojo Siswomihardjo; serta Brigjen Ahmad Soekendro.

Nasution merupakan salah satu Jenderal yang berhasil lolos dari rencana pembunuhan tersebut. Nasution bersembunyi di pekarangan Kedubes Irak yang letaknya berada di samping rumahnya.

Namun sayang, kejadian itu justru merenggut nyawa anak Nasution, Ade Irma Suryani, dan salah satu ajudannya Pierre Tendean. Ade Irma Suryani meninggal karena tertembus tiga peluru tajam Tjakrabirawa. Ia meninggal setelah dirawat selama enam hari di RSPAD Gatot Subroto.

Sedangkan Pierre Tendean meninggal diduga ditembak oleh pasukan G30S. Mayat Kapten Tendean kemudian dibuang ke sumur tua di daerah Lubang Buaya, bersama enam jenderal korban kekejaman G30S lainnya.

Pierre Tendean merupakan korban salah sasaran karena dianggap gerombolan pasukan G30S adalah Jenderal AH Nasution. ***




 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat