Membangkit Batang 'Taghondam', Wujudkan 'Umbio Nagoghi' Berdaya dan Berbudaya
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 20:21:28 WIB
SULUHRIAU, Rumbio- Upaya mendorong dan mengangkat marwah Kenegerian Rumbio (Nagoghi Umbio) sebagai Negeri (Nagoghi) Berdaya dan Berbudaya, menjadi isu sentral diskusi Datuok Godang, H Edi Susanto SH, MH, Jumat (28/8/2020) di Rumbio.
Menurut Datuok Godang, bagaimana Umbio berdaya dan berbudaya, maka ini perlu mambangkit batang batang taghondam (terendam).
Membangkit batang (pohon) yang terendam dalam KBBI, artinya membangkitkan kembali marwah atau kehormatan yang telah lama terpendam atau terabaikan karena suatu keadaan.
Menurut Datuok Godang Edi sebagaimana dishare di WA grup Forum Komunikasi Masyarakat Nagoghi Umbio, yang dimaksudkan membangkit batang taghondam dalam hal ini ialah 'ruh' adat yang selama ini sudah tenggelam seperti tradisi-tradisi dan juga etika sopan- santun orang beradat.
Hal ini dapat dirasakan di beberapa hal, misalnya di Umbio memiliki sejarah dan cerita rakyat serta permainan tradisional, namun sudah tenggelam. Dan nyaris generasi sekarang tidak mengetahuinya lagi.
"Padahal ini adalah khas dan khasanah kita masyakat Umbio. Nah ini perlu dibangkitkan kembali," ujarnya.
Demikian juga halnya dengan hukum-hukum yang sudah baku dalam tatanan banagoghi (bernegeri/daerah) bakoghong bakampuong.
Mengenai Umbio berdaya, inilah tugas seluruh para datuk dan seluruh kepala desa serta cerdik pandai bersinergi untuk melaksanakan program pemberdayaan di berbagai bidang.
Dalam hal ini tentunya diperlukan para datuk mampu menjalin hubungan baik dengan pemerintah yang lebih tinggi.
"Sehubungan dengan ini tentunya aset nagoghi termasuk anak kemanakan di perantauan, mesti terdata keberadaannya. Sebab banyak yang cinta dan peduli Umbio," pungkas Datuk Godang Umbio ini.
Di bagian lain, salah seorang tokoh Rumbio menyebat adat di Umbio sungguh indah, nan kociok disayangi nan godang dihormati. Nan tinggi saghantiong nan didahulukan salangka dapat dijadikan panutan arif dan bijak dalam bertindak.
Di dalam nagoghi nan bakoghong bakampuong juga terdapat aturan adat pantang dan larangan.
Mau tahu adat yang sabenar adat yakni, yang tidak lekang karena panas, tidak lapuk karena hujan dibubut tidak layu diasah tidak retak. Itulah adat basandi syara' dan syara' basendi Kitabbullah.
Yang tersebut dapat dirasakan kalau sudah sasuai alur dan patut. Besar mamak (paman) karena kemanakan.
Maka dari itu berjumpa bide orang tua-tua: Daun (tawuok) paku kacang belimbing, sayak tempurung dilenggak-lenggokkan.
Anak dipangku kemenakan dibimbing orang kampuong dipatenggangkan.
Dengan demikian, kepedulian bersama basamo sangat diperlukan. Mudahan-mudahan lai bosuo ghasuok jo ghokamnyo," demikian kata salah seorang tokoh Rumbio. (sr2)
Komentar Anda :