Bustami Datuok Maharajo Lelo Melayu Meninggal, Ninik Mamak Nan 20 Langsung Tunjuk Tongkat Bodi
Jumat, 21 Agustus 2020 - 19:40:40 WIB
|
Pelayat menggotong jenazah Bustami Datuk Merajo Lelo (Foto: Dikominfo)
|
SULUHRIAU, Kuok- Ribuan pelayat mengantarkan almarhum Bustami Bin Sari Datuok Maharajo Lelo ke pemakaman. Alamrhum meninggal Jumat (21/8/2020) subuh.
Ninik mamak nan 20 Kenegerian Kuok dan dan anak kemenakan persukuan Melayu serta Kepala Desa Kuok Harismam juga hadir melayat dan ikut mengantarkan Almarhum Bustami ke tempat peritirahatan terakhir.
Almarhum Bustami dimakamkan di Perkuburan Melayu di Singolan Pulau Belimbing I desa Kuok kecamatan Kuok.
Bustami yang lahir 28 Februari 1961 (59 Tahun). Ia memangku jabatan dalam adat sebagai Kepala persukuan Melayu sejak tahun 2015. Kepergiannya ke alam baqa
meninggalka satu isteri Hartati dengqn 4 orang anak. .
.
Atas meninggalnya ini, Datuok Nan 20 Kenegerian Kuok sebelum Almarhum dishalatkan telah bermusyawarah adat dengan menunjuk H. Nurlis Datuok Gheno Angso sebagai penyambung tungkek bodi (Pejabat Sementara) sebagai Datuok persukuan Melayu.
Saat Ninik Mamak Nan 20 kenegerian Kuok melakukan musyawarah pengisian kekosongan, juga dihadiri oleh Sekretaris Ninik mamak nan 20 Drs. Zamri.
Amir Husin selaku pembawa acara pada kesempatan ini mewakili keluarga memohon maaf atas kesalahan baik secara pribadi maupun secara adat, baik ucapan ataupun perbuatan yang menyinggung, baik selaku masyarakat maupun sebagai pemangku adat persukuan melayu, atas permohonan maaf kami ucapkan terimakasih" kata Amir Husin kepada pelayat dan juga Ninik Mamak Nan 20 kenegerian Kuok.
Sementara itu, Ustadz Taufiq dalam tausiyahnya menyampaikan, bahwa kematian adalah pelajaran yang berharga bahwa setiap yang hidup pasti akan meninggal, jadikan kematian itu sebagai i'tibar. "Kita semua akan mati, dan semua ditinggalkan, kecuali Amal yang shaleh," kata Ustazd Taufiq.
Sementara itu Kepala Desa Kuok Harisman menyatakan, selaku Pemerintah mengucapkan turut belasungkawa atas wafatnya Bustami pemangku adat 20 Kenegerian Kuok.
"Kami meminta agar kita dapat semua untuk memberi maaf kepada beliau, dan selaku penyambung pemangku adat, diharapkan roda adat terus berjalan, khususnya dalam mengurus anak kemanakan di persukuan Melayu," tutup Harisman (rls)
Komentar Anda :